
Tok
tok
tok
Tara memberanikan diri masuk ke rumah utama dan mengetuk pintu kamar Ima. Keberanian Tara berasal dari mepetnya waktu, acara pernikahan Bimo akan digelar pada pukul sepuluh dan sekarang sudah pukul sembilan tiga puluh. Walaupun penuturan ART Mbah Yuni, jarak gedung acara dekat namun pasti susah mencari parkir saat acaranya sudah berlangsung.
Tidak ada jawaban dari dalam kamar membuat Tara mengetuk pintu kamar dengan lebih kencang
Tok
tok
tok
Brug
Tara bahkan menambah kan dengan gedoran pelan karena sedikit kesal.
"Iya...iya...ada apa?" Karin membuka pintu
Tara tidak menjawab hanya memperlihatkan jam tangan miliknya ke wajah Karin
"Jam tangan jelek aja di perlihatkan di muka orang" Mia yang menyusul menepis lengan Tara
'Sialan'
Tara merenggut dan mengusap lengannya seperti membersihkan debu
"Kenapa?" Mia berpose
Tara mengerutkan keningnya
'Cacingan nih orang'
"Kenapa Tara?" Dara ikut datang dari dalam
'Bidadari gw'
Tara takjub dengan dandanan Dara dan tersenyum senang
"WOY... kenapa Bapak Tarachandra Sanjaya" Mia keki dicuekin Tara
'Sudah pose cantik juga, bukannya dipuji'
Tara melihat Mia malas
"Sudah jam setengah sepuluh nona-nona cantik..."
"Ayo berangkat, semua kado sudah dihias sama kami para pria"
"APA....." Mia menjerit dan berhambur masuk kedalam kamar begitu juga Karin dan Dara
Tara dengan sigap menangkap lengan Dara, dengan senyum menawan miliknya Tara tebar pesona
__ADS_1
"Dara cantik setiap hari dan hari ini sangat cantik"
Dara memberikan tatapan aneh ke tangan Tara yang menggenggam lengannya dan ke wajah Tara bergantian
"Baju ini harganya setahun gaji kita loh Ra, katanya Mia"
"Nanti kusut dan rusak, tolong dilepaskan" Dara menunjuk tangannya dengan kepalanya
Tara tertawa pelan tanpa melepaskan genggaman tangannya
"Masak ada baju harganya setahun gaji sih Ra?"
Dara dengan malas melakukan pencaharian di aplikasi Mbah Gugel dan dan memperlihatkan gambar pakaian yang dikenakannya ke depan wajah Tara
Tara membelalakkan matanya terkejut, melihat layar handphone Dara yang memperlihatkan pakaian yang sama dikenakan Dara dengan harga yang menggunakan dollar
'Eh buset... dollar harganya'
Tara melepaskan genggaman dengan cepat, di angkat kedua tangannya seperti orang menyerah
"Ok, tunggu di mobil aja sana" Dara mengusir menggunakan tangannya
'Sebenarnya siapa sih keluarga nya Ima?'
Tara berjalan dengan limbung keluar rumah utama menuju rumah tempat mereka menginap
Bondan melihat kedatangan Tara yang sendirian, mengerutkan keningnya
"Mana para ladies?"
"Disuruh siapin mobil, nunggu di mobil saja katanya" Tara memungut peralatan rumah tangga sebagai kado-kado yang sudah dihias dengan pita-pita
Bondan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya
'kelakuan betina sama saja, lama dandannya'
*
Para pria sudah menganggut semua kado-kado kedalam mobil elf milik Agus. Agus pun sudah memanaskan mesin mobilnya. Namun para wanita belum juga menunjukkan batang hidung mereka.
Bondan sudah menyembulkan asap rokoknya karena kesal menunggu para wanita yang berdandan dari pagi buta sampai sekarang belum selesai.
"Betina gak dimana-mana sama saja kelakuannya ya?"
"Sabar Dan. Sabar disayang pacar"
"Ini sudah rutinitas seorang betina. Nanti punya istri juga begitu... hahaha" Agus ikut menyembulkan asap rokoknya
Bondan hanya diam dan sibuk dengan kepulan asap rokoknya.
Tara menggangguk-anggukkan kepalanya mendengar perkataan Agus
*
"Hallo guys~~~~" Ratih melenggang berjalan layaknya model
Dibelakangnya ada Dilla yang melambai-lambai kan tangannya
__ADS_1
"Maaf telat ya guys"
Disusul Karin dan Mia yang menenteng tas seperti seles yang menawarkan barang
"Kado sudah masuk guys?"
Tara menjawab dengan mengancungkan kedua jempolnya
"Bagus guys" Karin memberi pujian
Dan terakhir Dara yang bergelayut di lengan Ima. Ima sedang berbicara dengan ART Mbah Yani
Bondan membuang puntung rokok miliknya dan menginjak agar mati
"Dari tadi diperhatikan kayaknya ada yang beda ya sama kalian ladies?"
Para wanita yang merasa dipuji sudah merasa jumawa dengan senyum sombong
"Itu tas kayaknya tahu deh saya" Agus menunjuk tas yang di pamerkan Mia
Mia mendekatkan tas yang digenggamnya ke Agus
"Ini asli pak Agus, limited edition dengan harga dollar"
"Benarkan, bini gw minta ini tahun lalu. Mana mintanya pakai drama banget, cicilan nya sampai sekarang belum lunas malah"
"Punya siapa? Perasaan tadi pagi bajunya juga bukan ini deh" Agus akhirnya sadar melihat semua teman-teman wanitanya. Yang berpakaian berbeda dengan pagi tadi saat bertemu.
Para wanita menunjukkan senyum sombong dan berbangga hati
"Punya Ima, sayang gak pernah di pakai sama dia. Cuma punya tapi di taruh di lemari aja" Mia menjelaskan
"Lemarinya berasa etalase toko barang branded" Karin menimpali
"Duit dari mana Ima bisa beli beginian" Tara ikut nimbrung
"Ya keluarga nya lah" Mia memutar bola matanya jengah
"Gak lihat apa ini rumah besar banget, walaupun tidak tingkat tapi lihat aja luasnya" Mia merentangkan tangannya menjelaskan sambil memutar-mutar badannya
"Kenapa mau susah-susah jadi Guru yang gajinya bahkan kayaknya gak cukup bayar ARTnya deh" Bondan ikut bergosip
"Katanya, memang cita-cita Ima mau jadi guru TK~~~" Karin menjelaskan
"Tapi senang kan punya teman anak orang kaya tapi gak sombong dan menghina-hina kita bahkan loyal sama kita~~~"
Semua teman-teman setuju dan mengganggukan kepala mereka
❤️ Minta like jempolnya ya kakak 👍
❤️ Terima kasih banyak ❤️
__ADS_1
Bersambung 😉