Barisan Para Mantan

Barisan Para Mantan
Berujung senang


__ADS_3


Karena kunci rumah milik Mia yang ada di Semarang tertinggal dan kunci cadangannya ada di mertua Mia di Bekasi. Akhirnya membuat Mia menangis sejadi-jadinya dan meras bersalah karena salah memasukkan kunci ke dalam tas. Teman-teman yang lain menjadi bingung. Akhirnya Ima menawarkan untuk menginap di rumah neneknya di Kota Solo.


Sebenarnya Ima segan membawa teman-teman ke rumah neneknya. Selain karena takut teman-teman terkejut mengetahui bahwa ia berasal dari keluarga berada karena Ima yang kesehariannya sederhana tidak terlihat sama sekali seperti yang berasal dari keluarga berada. juga takut mereka menceritakan tentang mantan nya, Bimo.


'Semoga tidak ada yang mulutnya ember'


'Kecuali itu bocah' Ima menatap tajam Dara


Dara yang paham di pelototi Ima hanya memberikan gerakan mengunci mulutnya


'Tenang Ma, mulut gw dikunci'


*


Jumat pagi teman-teman Ima sudah mandi dan sarapan pagi, dan sekarang sedang duduk-duduk santai di gazebo taman belakang rumah neneknya Ima.


"Rencana yang sudah dibuat berantakan, sekarang kita mau ngapain coba ini?" Bondan berguling-guling di rumput samping kolam renang


"Itu tinggal nyebur di kolam sebelah" Dilla menimpali


"emang boleh?" Bondan balik bertanya


"Coba sana tanya Ima" Karin memberikan ide


Bondan berdiri dan masuk kedalam rumah utama. Mia masih sedih terlihat dari lingkaran matanya yang sembab


"Maafin saya ya" mohon Mia


"Santai Mia, lihat gantinya ini" Agus membentangkan tangannya


"Rumah luas banget ini dibilang kecil sama bibinya Ima coba?" Agus menggelengkan kepalanya

__ADS_1


Ratih mengelus punggung Mia


"kita semua tidak ada yang marah sama kamu Mia"


"Kayak kata Dara, yang lalu sudah lewat. Ya kan Ra"


"Yoi..."


Bondan kembali dengan Ima dibelakangnya dan seorang pelayan yang membawa nampan berisi cemilan. Diletakkannya nampan yang bisa berubah menjadi meja berisi cemilan di tengah gazebo.


"Silakan dinikmati" dengan sopan menyajikan. Lalu kembali masuk kedalam rumah


"Kalau mau berenang silakan"


"Kalau mau belanja peralatan rumah tangga buat kado, belinya nanti malam saja di pasar Gede biar sekalian kulineran"


"Kalau mau jalan-jalan yang dekat, bisa ke balekambang, Stadion Manahan, keraton cuma itu yang saya tahu" Ima menjelaskan


"Atau gak cari di Mbah Gugel"


tidak berapa lama datang pelayan yang tadi membawa nampan berisi minuman dan menyajikan nya. Setelah menyajikan Ia pamit pergi.


"Asyik banget ya disini tinggal makan enak" Bondan senang


"Saya mending berenang saja disini, cape gantiin nyetir" Bondan membuka kaosnya dan terjun masuk ke kolam renang


"Saya ikut juga" Agus ikut membuka baju dan celana panjangnya dan terjun ke kolam renang


"Lah... kalau sopirnya berenang siapa yang bawa mobilnya?" Dilla protes


Kaum wanita ingin jalan-jalan keluar dan pilihan jatuh ke Balekambang lalu ke keraton Mangkunegaran


"Tara bisa nyetir mobil elf gak?~~~~" Ratih bertanya

__ADS_1


Tara hanya bisa tersenyum aneh sambil menggelengkan kepalanya.


"Yahhhh...." sahutan sedih kompak para wanita lantangkan


*


Setelah kesedihan yang terlalu lebay dilihat. Ima akhirnya meminta tolong kepada Bulik Dayu untuk meminjamkan mobil beserta sopirnya untuk mengantarkan teman-teman Ima jalan-jalan


"Bolehlah buat Ima, apa yang tidak" Bulik Dayu menjawab dengan riang


"Ima, nenek Lo masih ada kan ya? kok gak kelihatan?" Dilla kepo


"Lagi sibuk bantuin acara nikahan saudara jauh"


Jalan-jalan kali ini hanya kaum wanita saja. Ima, Dara, Ratih, Mia, Karin, dan Dilla. Di tambah sopir. Tara yang ingin ikut agar bisa modus mendekati Dara, jadi mengurung niatnya karena kapasitas mobil yang tidak memadai.


Hari ini para wanita benar-benar liburan, mereka mengambil banyak foto dengan berkali-kali mengulang banyak gaya.


"Kegagalan berujung foto eksis" Dara memberikan judul saat mengajak berselfie-ria


"Yeah..." kompak para wanita berpose




❤️ Minta like jempolnya ya kakak 👍



❤️ Terima kasih banyak ❤️


__ADS_1


Bersambung 😉


__ADS_2