Barisan Para Mantan

Barisan Para Mantan
Berdandan


__ADS_3


"Wah....~~~~" Ratih takjub melihat jejeran kosmetik di kamar milik Ima


'Astaga ini merek mahal banget, tapi dia punya lengkap series nya'


'Dibanding sama kosmetik punya aku, berasa remahan rengginang'


'lah jadi insecure lihat kosmetik mahal punya Ima' dipegang dan dilihatnya kosmetik Ima


"Ima~ ini semua punya kamu?~" Ratih masih melihat-lihat jejeran kosmetik Ima dengan takjub


"Boleh dikasih sama Bude, Bulik, kakak juga sepupu-sepupu" Ima nyengir kuda


"Wizs...Ima anak Sultan tahunya ya"


"Padahal sehari-hari lebih ke kucel" Mia ikut takjub dengan kosmetik Ima


'Itu pujian atau menghina'


"Ima anggap aja pujian ya"


"Pujianlah Ma... kamu aslinya anak Sultan malah biasa aja gayanya. Giliran yang banyak cicilan malah gayanya sok kaya."


"Kayaknya aku minta makeup Ima aja. Boleh kan Ma?" Karin menghapus make up yang sudah dipakai


"Pakai aja, Ima gak pernah pakai ini"


"Adu...Du...Du... Ima itu memang apa adanya ya"


"Kalau aku jadi kamu Ma, bakal aku sombongin semua yang kamu punya. Aku pamerin, lihatin ke semua orang" Dilla memilih-milih pakaian di dalam lemari baju Ima


'Biar pakaian Ima sederhana tapi aku kira yang biasa di pakai Ima itu baju KW, tidak tahunya asli'

__ADS_1


"Tuh bener kata temen-temen Ma, pamerin dong kalau kamu punya barang-barang branded ini. Kamu biasa aja suka di kira kere" Dara mengkompori


"Kan semua bukan Ima yang beli pakai uang Ima. Boleh dikasih semuanya kok. Gaji sama pendapatan Ima sendiri belum mampu bergaya mewah"


"Ya ampun Ima manis banget sih~~~" Ratih memeluk Ima dan di ikuti Dara, Dilla, Karin dan Dilla


Pagi hari ini di warnai dengan kesibukan para wanita berdandan. Yang awalnya Ratih ingin mendandani Ima dengan kosmetik terbaik miliknya, malah di buat takjub dengan jejeran kosmetik milik Ima.


Begitu juga Dilla yang sengaja membawa pakaian branded miliknya malah kalah jauh dengan pakaian-pakaian yang ada di dalam lemari milik Ima.


Mia dan Karin yang hendak menata Ima dengan aksesoris juga begitu, Mereka langsung minder melihat jejeran aksesoris milik Ima.


"Karin Lo tahu gak, ini tas harganya sama kayak harga mobil punya gw" Mia bergosip dengan Karin saat melihat jejeran tas milik Ima


"Astaga, kalau ini?" Karin menunjuk satu tas kecil lucu bergambar kartun kucing tanpa mulut


"Itu tiga bulan gaji kita Rin" Karin langsung menaruh tas tersebut dengan hati-hati


"Kalau semua barang punya Ima branded dan mahal-mahal, kenapa juga di cape-cape kerja ngajar?. Gaji gak seberapa"


"Jadi Lo dah tahu lama, kalau Ima anak Sultan?" Karin mode kepo


Dara menggangguk-anggukkan kepalanya


"Tapi kasian Ima, dia sebenarnya kesepian. Ortunya kan sudah meninggal dunia"


Mia, Karin dan Dara menatap Ima yang sedang di dandani oleh Ratih dan Dilla dengan tatapan kasihan.


*


Pagi hari yang disibukkan dengan kegiatan berdandan ala para wanita yang akan berpesta, harus all out prosesnya dan maksimal hasilnya.


Setelah kehebohan yang diwarnai ketakjuban para wanita melihat jejeran barang-barang branded, akhirnya semua barang-barang branded Ima di gunakan oleh mereka semua.

__ADS_1


Rencana yang sudah disusun lama untuk digunakan menghadiri pesta, semuanya dirubah dengan singkat. Para wanita membersihkan makeup yang sudah rapi dan mengganti dengan makeup milik Ima, begitu juga dengan pakaian, tas, sepatu dan aksesoris.


Semua milik Ima yang branded dipakai teman-teman. Ima senang karena barang-barang tersebut sebenarnya belum pernah Ima gunakan, hanya dikasih dan disimpan.


Para wanita pasti lebih senang dari pada Ima. Ini seperti ajang pamer, tapi pamer dengan gaya yang sebenarnya gaya. Gaya dengan barang branded asli original dan ada yang limited edition.


Setelah selesai berdandan acara selanjutnya adalah foto-foto, itulah perempuan dengan dandanan paripurna nya.


Mia dan Ratih sudah menyuruh-nyuruh Dara untuk mengambil gambar mereka dengan handphone milik mereka, sesekali Ratih juga mengambil gambar Ima. Dilla dan Karin tidak kalah gaya mereka bergantian mengambil gambar dengan background barang-barang branded milik Ima.


Mereka sibuk bergembira hingga melupakan waktu. Sementara di luar sudah menunggu para pria, Agus, Bondan dan Tara


"Wanita kalau dandan bisa setahun" Agus memilih merebahkan tubuhnya di sofa depan TV


"Katanya mau make over Ima dulu Pak Agus" Bondan sibuk dengan game onlinenya


Tara mondar-mandir melihat ke arah rumah utama


"Dara kok lama ya"


"Sudah mau jam 9 lewat ini"


"Ketok aja kamar Ima sana kalau berani Ra" Bondan masih bermain game




❤️ Minta like jempolnya ya kakak 👍



❤️ Terima kasih banyak ❤️

__ADS_1



Bersambung 😉


__ADS_2