Barisan Para Mantan

Barisan Para Mantan
Belajar berjalan


__ADS_3


Satya mengantar Ima ke Mall untuk mengambil motor Ima yang ada diparkiran dari kemarin. Satya meminta izin Ima untuk mengikuti Ima sampai kosannya.


"Aku tidak tenang kalau belum melihat sendiri dengan mata kepalaku"


"Aku ikutin dari belakang ya"


*


Ima mengambil motornya sendiri di parkiran dan Satya menunggu di pintu keluar Mall setelah mereka sedikit berdebat.


Satya mengikuti Ima dengan mobilnya dari belakang. Satya was-was melihat cara Ima membawa laju motornya. Beberapa kali Satya membunyikan klakson mobil untuk memperingati Ima agar tidak mengebut dan menyalip.


Akhirnya setelah empat puluh lima menit sampailah ke tempat kosan Ima. Ima memarkirkan motornya di halaman kosan. Satya memarkirkan mobilnya di bahu jalan depan kosan.


'Astaga dari Mall ke kosan 45 menit yang harusnya cuma 20 menit sampai' Ima menggerutu dalam hati saat memarkirkan motornya melihat jam tangannya


'Kirain langsung pulang, malah mampir masuk lagi' Ima melihat Satya masuk kedalam halaman kosan dengan tersenyum kepadanya


"Kosannya adem ya, banyak pohon"


"Kalau bertamu duduknya dimana nih" Satya mencoba menyindir Ima agar di bawa masuk ke kosannya


Ima menunjukkan papan tulisan


'Kosan khusus perempuan, Laki-laki dilarang masuk'


"Iya saya tahu, semalam juga sudah baca"


"tapi kan itu" Satya menunjuk papan tulisan lainnya di depan pintu utama


'Ruang tamu, tamu laki-laki hanya boleh disini'


Ima hanya menghela nafas berat


"Mila nanti nyariin mas" Ima sudah mulai terbiasa dengan suara seraknya

__ADS_1


"Sebentar aja Ma"


"Ya sudah" Ima berjalan didepan menuju ruang tamu khusus untuk menerima tamu laki-laki


Satya dan Ima duduk diruang tamu bersebelahan. Satya merangkul pundak Ima.


"Dilarang mesum" Ima risih dengan rangkulan Satya


"hahahaha" Satya tertawa pelan


"Kalau mesum bukan begini"


Ima memutar bola matanya jengah


"Kalau ada apa-apa harus langsung kabarin saya"


"Bawa motor jangan ngebut-ngebut begitu. Sayangi diri kamu sendiri"


"Aku hati-hati kok bawa motornya"


"Mas" Ima memukul punggung Satya gemas


"Imaaaaaaaaaaaaa" Suara cempreng khas Dara terdengar dari luar kosan


Dara melihat motor Ima sudah ada diparkiran makanya tanpa melihat ada siapa di ruang tamu hanya fokus memanggil Ima


Satya melepas pelukannya tapi tetap merangkul pundak Ima. Ima sebal dan memukul paha Satya. Satya hanya tertawa pelan.


"Imaaaaaaa" Dara berlari melewati Ima dan Satya yang duduk di ruang tamu. Dara tidak menghiraukan orang yang ada diruang tamu karena fokusnya ke kamar Ima langsung di lantai 2


Satya dan Ima cekikikan bersama melihat tingkah Dar yang berlalu tanpa sadar yang dicari sudah dilewatinya


"Teman kamu itu lucu banget sih"


"Lucu ya... nanti bisa naksir loh"


"Saya tipe setia kok Ma"

__ADS_1


"Masak, dulu sama saya kok gak?"


"Dulu itu Ma, sekarang janjinya saya cuma ada kamu di hidup saya"


"Ikh..Baper"


"Iyalah harus bawa perasaan, karena tahu rasanya sakit makanya sebisa mungkin tidak menyakiti orang lain"


"Imaaaaaaaaa" Suara Dara terdengar bersama gedoran pintu dari lantai atas


"Kamar kamu diatas toh"


"Iya, sudah sana pulang. Mila nanti nyariin. aku juga mau mandi trus bobo. cape banget"


"Ya sudah aku pulang, istirahat dulu ya kamu" Satya mencium kening Ima


"ihhh.." Ima mendorong badan Satya dan memukul dadanya


Satya hanya tertawa kecil, berdiri dan mengelus kepala Ima


"Nanti aku kabarin kalau sudah sampai ya"


"Dadah"




❤️ Minta like jempolnya ya kakak 👍



❤️ Terima kasih banyak ❤️



Bersambung 😉

__ADS_1


__ADS_2