Barisan Para Mantan

Barisan Para Mantan
Bab II 6


__ADS_3


Bagas berangkat dalam keadaan hati riang setelah mendapat semangat dari 'mood booster'nya. Padahal pagi hari nya ia sudah mendapatkan bad mood parah dari hasil percakapan dengan Angga. Bagaimana tidak buruk perasaannya, Angga lelaki beristri yang berhasil merayu kakaknya yang polos untuk menjadi selingkuhan nya. Berdusta soal status, mengaku bujangan, berdalih dengan kata cinta. Menjadikan Kakaknya di cap sebagai pelakor, perebut lelaki orang. Padahal Rheina tidak tahu kebenarannya, bersikap selayaknya sebagai wanita baik-baik. Hanya saja apes bisa berjumpa Angga, yang bener-benar lelaki Br*ngs*k


*


Nina mengutak-atik handphone miliknya, ia berbaring di atas kasur. Setelah ia melarikan diri dari godaan Bagas yang sudah naik level. Wajah dan hatinya benar-benar merona malu berbunga-bunga.


Ada beberapa pesan dan panggilan telepon masuk dari semalam, dari teman satu kontrakan dengannya. Dewi dan Mita. Isi pesan mereka hampir serupa, menanyakan keadaan dan keberadaan Nina karena Nina tidak pernah tidak pulang ke kontrakan. Mereka merasa was-was dan khawatir. Juga ada pesan dan panggilan telepon masuk dari Maria.


[Nina, kamu ada dimana? Saya dapat kabar dari suami saya kamu izin sakit, apa benar? Bagaimana kamu bisa dapat no kontak SUAMI SAYA?]


[NINA, kamu dimana? shareloc sekarang!!!]


[NINA, ANGKAT TELEPON SAYA]


'Capslock nya jebol bu?' Nina heran dengan pesan Maria, bahkan ada beberapa pesan yang serupa di kirim berulang kali. Tapi pesan terakhir dari Maria membuat Nina bingung dan heran


[NINA, DIMANA KAMU DAN ANGGA SEKARANG? JANGAN JADI PELAKOR KAMU YA!!!]


Dering telepon genggam miliknya terdengar tanda ada panggilan telepon masuk membuat Nina sedikit terkejut


'Bu Maria' Nama yang terpampang di layar Handphone miliknya


Nina agak ragu menjawabnya namun dari pada ada kesalah pahaman yang akan terjadi, akhirnya ia menerima telepon itu.


"Pagi Bu"


"Dimana kamu sekarang? mana Angga?" Nada Suara Maria sudah naik


"Saya tidak bersama dengan pak Angga Bu"


"Jangan bohong kamu!!!" Nada suara Maria benar-benar mirip dengan orang yang sedang emosi


"Bagaimana bisa Angga yang tahu kamu izin hari ini? mana Angga pergi dan kamu izin juga hari ini. Apa namanya itu? kamu jangan mau jadi pelakor Nina!!!"


"Astaghfirullah Bu"


"Saya bukan Pelakor Bu"

__ADS_1


"LALU ADA DI MANA KAMU SEKARANG HAH!!!" Maria benar-benar berteriak lantang di seberang telepon


"Saya ada di rumah mas Bagas Bu, Semalam saya di kejar-kejar mantan suami saya. Mas bagas menolong saya semalam" Nina awalnya enggan memberikan keberadaan dirinya kepada Maria karena takut di salah artikan karena menumpang di rumah laki-laki. Takut Maria salah paham awalnya, malah sekarang salah paham akan yang lain. Dia punya affair dengan Angga, padahal berbicara dengan Angga saja jarang. Angga jarang berbicara dengan orang lain apalagi mengobrol akrab.


"Mas Bagas yang menghubungi Pak Angga, saya tidak pernah punya no kontak Pak Angga Bu"


"JANGAN BOHONG KAMU"


"Saya shareloc sekarang, Ibu bisa lihat sendiri. Saya tidak pernah punya affair apapun dengan Pak Angga"


"HALAH, SAAT SAYA DATANG PASTI ANGGA SUDAH PERGI KAN. KAMU KIRA SAYA BODOH BEGITU HAH"


Nina mengubah panggilan telepon menjadi panggilan video


"Ibu bisa lihat langsung" Nina memperlihatkan semua yang ada di kamarnya, dirinya bahkan sampai kamar mandi dan lemari


"KAMU PASTI PIKIR SAYA BODOH HAH!!! PASTI ANGGA SUDAH KELUAR RUMAH SEKARANG KAN!!!"


Nina membuka pintu kamarnya dan memperlihatkan bagian-bagian rumah Bagas, bahkan menunjukkan foto keluarga Bagas yang berukuran besar yang di pajang di dinding ruang tamu juga foto-foto kecil yang di tata rapi di lemari kaca di ruang tengah.


"Saya memang menginap di rumah mas Bagas tapi saya bisa bersumpah saya tidak melakukan apapun yang menjurus ke asusila bersama mas Bagas ataupun siapapun. Ibu bisa konfortasi saya dengan pak Angga dan mas Bagas"


Maria tanpa kata-kata lagi memutuskan sambungan video sepihak. Nina bingung


akan tingkah Maria yang berubah dari keseharian nya. Maria sehari-hari bergaul dengan ramah kepadanya juga kepada pekerja yang lain. Tingkahnya saat ini seperti orang lain yang tidak dikenal Nina.


'Bagaimana bisa Bu Maria yang lemah lembut bisa berubah seperti itu?' Selama setahun kebelakang Nina mengenal Maria adalah orang yang ramah, baik hati dan suka menolong. Buktinya Ia di tolong bekerja di Coffee Shop padahal tidak punya pengalaman di bidangnya, Juga sepeda pemberian Maria agar Nina tidak lelah berjalan pulang karena Nina tidak mau menggunakan kendaraan umum, sayang uangnya.


Tidak pernah melihat Maria marah sebelum nya. Bahkan saat dulu ada pegawai yang menggelapkan uang hasil penjualan di Coffee Shop tempatnya, Maria memaklumi dan memberikan kesempatan untuk menggantikan juga berubah menjadi lebih baik.


Nina bingung bagaimana bisa Maria yang seperti Ibu Peri berubah menjadi Ibu Tiri Kejam


"Non Nina, kenapa?" Ratih yang dari tadi melihat tingkah Nina yang sibuk dengan handphonenya


"Ah... gak apa-apa. Cuma salah paham kayaknya Mba"


"Salah paham bagaimana Non? apa karena Non nginep tidur di rumah mas Bagas ya? Nanti saya ikut jadi saksi kalau buat jelasin kalau Non mau"


"Iya, boleh. Nanti mungkin ada Ibu-ibu datang kesini. Kayaknya bakal ada drama marah-marah mba"

__ADS_1


"Drama marah-marah gimana Non?"


Nina akhirnya memberi tahukan apa yang terjadi kepada Ratih tanpa di tutupi ataupun di lebih-lebihkan. Mereka sudah pindah ke kamar Nina karena Ratih memang hendak memijat tubuh Nina.


"Sebentar Non, Pak Angga itu Erlangga Dharmawangsa bukan?"


"Iya mungkin Mba, saya lupa nama panjangnya. Tapi memang Erlangga apa gitu. Saya jarang bicara sama beliau, soalnya orangnya tertutup dan kayak gak mau bergaul sama orang lain gitu"


"Kalau bener orang itu, saya tahu masalahnya Non"


"Apaan Mba?"


"Maaf Non, saya tidak berhak bercerita soal itu. Biar nanti Mas Bagas, itu hak nya. Maaf ya Non" Ratih merasa itu bukan hak nya membicarakan tentang keluarga majikannya, walaupun ia juga tahu apa yang terjadi kepada keluarga majikannya. Tahu kisah Rheina dengan Erlangga, tapi itu bukanlah kapasitas nya untuk bercerita.


"Iya mba" Nina mengerti


"Pijeten Mba Ratih enak banget ya"


"Iya Non, dulu Nyonya setiap minggu pasti minta di pijat begini"


"Sudah lama dong mba kerja disini"


"Sudah lama, dari saya masih perawan... hehehe"


"Keluarga mas Bagas pasti baik banget ya, sampai mba Ratih aja betah sampai sekarang"


"Iya, nyonya ma tuan itu orang baik banget. Anak-anak nya juga sama, gak pernah menganggap saya pembantu, kayak keluarga banget saya disini. Gimana gak betah, sudah 25 tahun saya disini"




❤️ Minta like jempolnya ya kakak 👍



❤️ Terima kasih banyak ❤️


__ADS_1


Bersambung 😉


__ADS_2