Barisan Para Mantan

Barisan Para Mantan
main yuk


__ADS_3


Satya sering mengajak Ima untuk pergi jalan keluar namun selalu ditolak Ima dengan alasan mager


'Aku gak akan menyerah Ima, Usaha aku baru di mulai kok'


Satya merasa Ima menolaknya karena belum bisa memaafkan dirinya dahulu. Padahal Ima memang hanya sedang kumat malasnya.


Ini sudah pekan ketiga Satya mendekati Ima, setiap malam datang membawa cemilan dan makan malam bersama satu piring agar Ima selalu ingat Satya. Sabtu Minggu Satya membawa Mila datang dan bermain bersama agar lebih cepat akrab seperti keluarga bahagia.


Satya sadar dirinya dahulu begitu melukai Ima dengan sikap acuh dan permusuhan nya. Maka untuk mencairkan hati yang membeku dibutuhkan usaha yang panjang.


"Mas Satya ada temen cowo single gak? Kenalin dong" Ima bertanya tiba-tiba saat makan malam bersama


Satya dan Dara terkejut mendengarnya. Dara sudah senyum-senyum tidak jelas. Satya berpikiran negatif


'Ima minta dikenalin cowok lain sama aku?'


"Buat siapa Ma?" Bagas bertanya


"Buat Dara mas"


"Ada kan mas Satya temen cowok yang single?" Ima tersenyum manis


"Nanti biar ngedate bareng, Mas Satya sama Ima, saya sama temannya Mas" Dara menggebu-gebu


Ima dan Dara dengan ekspresi wajah yang sama. Tersenyum manis.


"Ada nanti saya kenalin" Satya menghela nafas lega


"Kapan mas? hari apa? dimana?" Dara tidak sabaran


"Saya tanya dulu orangnya"


"Jangan lama-lama ya Mas" Ima memohon


"Iya" Satya mengalah


*


*


"Tumben kamu minta ma Mas Satya pakai cara imut begitu?" Bagas bertanya setelah mengantar Satya pamit pulang


"Rahasia cewek lah mas" Ima melenggang masuk rumah setelah ikut mengantar Satya pulang

__ADS_1


*


"Gimana-gimana Ma?" Dara sudah tidak sabaran menunggu Jawaban Satya kepada Ima, berdiri di depan kamar Ima.


Ima tersenyum penuh arti kepada Dara dan masuk kedalam kamar tidur nya. Direbahkan tubuhnya di atas kasur. Dara yang keki di cuekin ikut masuk dan duduk di kasur.


'halah... minta bayaran nih bocah' Dara memijat kaki Ima yang sudah direbahkan di kasur.


'Dih... segitunya mpe rela pijetin. Padahal gw gak nyuruh' Ima cekikikan


"Ima mah..." rengek Dara


"Belum tahu Ra, kan Mas Satya nanya orangnya dulu kapan ada waktu luang"


"Gak sabaran mau gw lihatin ke mata mereka yang menghina gw lepsong ma elo"


"Gw masih doyan Laki, doyan banget malah"


"Sayangnya lakinya gak mau yak?" Ima meledek


"Kalau ini sampai gak mau sama gw juga, elo beneran gw jadiin pacar Ma"


"Idih..." Ima mendorong tangan Dara dari kakinya


"Sono balik ke kamar Lo!!" Usir Ima sebal


"Ya udah Sono keluar, gw usir nih dari rumah gw klo Lo gak mau keluar kamar gw" ancam Ima


Dara berdiri dan keluar tapi sebelum keluar Dara melihat Ima dan memohon?


"Tolongin Gw ya Ma ... Tolong"


"Iya, nanti gw tolongin. sekarang keluar, tutup pintunya" Ima melempar satu bantalnya


Dara menutup pintu sebelum bantal mengenainya.


*


Dara mendapatkan teror pesan dari saudara-saudara Ibu kandungnya yang memarahi, menghina, menasehati. Dara di fitnah memiliki pasangan sesama jenis, yaitu Ima. Siapa lagi jika bukan dari Ibu dan adik tirinya lah berita itu berasal.


Ibu dan Adik tirinya mengatakan kepada Saudara Ibu kandungnya saat menjenguk Ayahnya. Dara difitnah tidak pernah menyukai laki-laki, makanya tidak pernah pacaran dengan laki-laki. Dara menyukai perempuan, bahkan Nadya pernah diraba-raba oleh Dara, makanya Dara diusir dari rumah. Dan sekarang Dara sudah memiliki pacar yaitu Ima


Dara yang awalnya bingung kala Bibi Amber kembaran Ibu kandungnya memarahinya lewat pesan. Lalu disusul pesan makian dari sepupu-sepupunya. Dan nasehat dari Neneknya.


Dara yang tidak mengerti mengapa keluarga dari Ibu kandung bersikap aneh. Menelpon Neneknya, dan setelah dijelaskan akhirnya Dara paham bahwa Ia di fitnah oleh Ibu dan Adik tirinya.

__ADS_1


Karena Dara tidak terima Ima di bawa-bawa ke dalam masalah keluarga nya. Dara berani bercerita tentang kehidupan nya dulu di rumah bersama Ayah, ibu dan Adik tirinya. Bagaimana perlakuan mereka dan hutang-hutang mereka. Juga kejadian kenapa Dara di anggap memiliki pacar sesama jenis.


Ima bagi Dara adalah satu-satunya teman yang selalu ada disaat dirinya terpuruk Bahkan Ima sudah banyak membantu keuangan Dara yang pas-pasan untuk membayar cicilan hutang keluarga. Maka itu Dara tidak terima bila Ima di bawa-bawa ke dalam masalah keluarga nya.


*


Satya sering sekali berkirim-kirim pesan dengan Ima agar lebih dekat dan membuat Ima nyaman akan Satya. Terkadang juga menelpon walaupun Ima jarang mengangkat karena malas berbicara lama


"Cape ngomong di Telpon tuh Mas. Mendingan ngobrol langsung"


Seperti hari ini Satya sedang berkirim-kirim pesan dengan Ima. Satya senang karena hari ini Ima berinisiatif untuk mengirim pesan pertama kali.


[Mas Satya yang ganteng. Selamat pagi. Bagaimana perkembangan teman cowok yang mau dikenalin ke Dara. Kalau bisa secepatnya ya biar bisa main bareng] Ima


Satya berbunga-bunga membaca kata pujian Ima untuknya


[Pagi juga wanitaku sayang yang cantik. Semua bisa diatur. Tapi ketemu nya di luar yuk sambil jalan-jalan mau?] Satya


[ Oke. Nanti malam ya Mas] Ima


[Untuk kamu sayangnya Mas, boleh dong]


*


"Daraaaaaaa" Ima berteriak memanggil Dara dari dalam kamarnya


Dara bergegas berlari ke kamar Ima


"Apa Ma?"


Ima tersenyum penuh arti


"Main yuk"




❤️ Minta like jempolnya ya kakak 👍



❤️ terima kasih banyak ❤️


__ADS_1


Bersambung 😉


__ADS_2