Barisan Para Mantan

Barisan Para Mantan
Bab II 30


__ADS_3


"Selamat menempuh hidup baru ya Bu" kompak para pegawai Coffee Shop memberikan selamat kepada Nina setelah Bagas sukses mengucap Ijab Kabul dengan Ayahnya tadi pagi.


Saat ini acara resepsi kecil-kecilan setelah ijab Kabul. Bagas meliburkan percetakan dan Coffee Shop, bahkan menyewa tiga gerbong kereta api untuk perjalanan pergi pulang dan membooking sebuah hotel di kota Semarang untuk semua pegawai yang hadir. Bagas dan Nina sudah menganggap bahwa mereka semua adalah saudara ketemu besar. Dan saat-saat bahagia ini ingin mereka hadir merayakan hari bersejarah dalam kehidupan mereka. Sekaligus memberikan bonus liburan untuk semua, dua malam dua hari di Semarang. Senin kembali bekerja.


Para pegawai semua kompak saat acara ijab Kabul selesai dan saat penghulu bertanya


"SAH?"


"SAH!!!" Teriak kompak semua pegawai dengan riuh dan sorak-sorai ramai


"Yeah!!!" Bagas berdiri dan berteriak kencang menyalurkan perasaan gembiranya


Saking gembiranya Bagas sampai mencium Nina dihadapan semua tamu undangan


"Huuuuuuuuuuu" soarakan mengejek menggema di ballroom hotel tempat acara akad nikah berlangsung. Acara yang tadinya penuh rasa khusyu dan hikmah lalu mencair saat bersorak 'SAH' berubah menjadi semakin ramai dengan sorak-sorai meledek Bagas.


Bagas hanya bisa tertawa cengengesan sambil menggaruk tengkuknya, malu tapi senang. Sedang Nina merona malu dengan menutup wajahnya dengan kedua tangannya


"Main sosor aja si aden ini ya" Ratih menepuk pundak Bagas gemas


"Mbok Yo mengko di kamar to le, bocah ko ngisinne wae" eyang Bagas menggelengkan kepalanya


(Coba di kamar saja, anak laki-lakiku bikin malu saja)


"Ciyeee yang sudah gak sabaran, buru-buru kejar tayang ya mas?" Ledek Ima adik Bagas


"Maklum dah lama ngebujang, dah ngebet sayang" ledek Satya adik ipar Bagas, suami Ima


"Kan sudah SAH jadi halal" Bagas sudah mulai percaya diri dan melupakan rasa malunya


"Tapi gak didepan umum juga bocah, malu-maluin aja" Rheina menjewer gemas Bagas


"Jangan kasar-kasar sama adikmu sayang, ini hari bahagia adikmu. Maklumilah" Hank suami Rheina, kakak ipar Bagas menengahi


"Beruntunglah kau" Rheina melepas Jeweran dan mendorong kening Bagas gemas


"Masih aja bar-bar, kasian itu baby-baby dalam perut nanti jadi niru" Bagas meledek Rheina, menunjuk perut Ima dan Rheina bergantian.


Rheina dan Ima sedang sama-sama mengandung dan usia kandungan mereka hanya berbeda beberapa minggu saja. Rheina berencana melahirkan di Indonesia dengan persetujuan suaminya, ia dan suaminya akan menetap sementara di Indonesia. Ia dan Ima akan menggelar acara tujuh bulanan kehamilan mereka dan juga agar bisa melihat pernikahan dan resepsi Bagas yang digelar di beda kota sama seperti Ima. Rheina dan suaminya sementara akan tinggal di Solo rumah neneknya.

__ADS_1


"Mana ada malu ma gue, ada juga malu ma kamu, kok punya om yang malu-maluin" Rheina mencibir dengan memencet hidung Bagas


"Ampun deh, kekerasan dalam rumah tangga ini sih" Bagas tidak bisa membalas ataupun menepis tangan kakaknya, hanya bisa menghindar sebisanya dengan menggelengkan kepalanya.


"Nin, tolongin" Bagas merajuk sok imut


"Muntah gua liatnya Gas" Rheina menepuk pundak Bagas kesal dan berlalu mencari makanan, perutnya lapar tiba-tiba. Ia menggandeng tangan suaminya dan pergi ke arah meja prasmanan.


"Hehehe" Bagas tertawa cekikikan merasa menang mengusir kakaknya


Acara akad nikah Bagas dan Nina sebagai besar di hadiri oleh tamu kedua orang tua Nina, karena banyak sanak-saudara dan para tetangga yang di undang. Acara segaja dibuat agak lebih mewah di Hotel oleh Bagas karena saat menengok renovasi rumah milik orang tua Nina, ia mendengar ucapan yang tidak mengenakkan tentang Nina. Nina dikatakan sebagai wanita matre, janda gatal yang hanya mau dengan orang kaya makanya ia menggugat cerai mantan suaminya yang mendadak jatuh miskin setelah bercerai. Bagas ingin membalas dengan pesta yang cukup mewah untuk para tetangga orang tua Nina itu, dan mengundang Budi, mantan suaminya beserta orang tua Budi. Bagas akan menahan rasa cemburunya, -karena Budi adalah masa lalu Nina- untuk hari ini saja. Mencoba membungkam omongan buruk dengan kemewahan. Bagas bahkan membelikan tanah untuk dijadikan sawah kepada orang tua Nina, beserta beberapa traktor dan membangun sebuah gedung penggilingan padi untuk usaha tambahan.


'Agar hanya kemewahan pesta dan kehebatan Bagas saja yang akan menjadi omongan para tetangga-tetangga itu, bukan hal buruk tentang Nina' begitu pikir Bagas.


Mas kawin yang diberikan Bagas juga tidak main-main, emas batangan seberat 100gram dan perlengkapan sholat. Dan semua itu diperoleh Bagas dari hasil memalak Arya, sepupunya yang CEO Waskana. Setelah kematian kedua orang tuanya, Bagas belum pernah mengambil uang dari laba perusahaan yang merupakan hak milik Ayahnya. Ima dan Rheina tidak mempermasalahkan hal itu, Rheina bahkan ikut meminta jatah biaya akomodasi kepulangannya ke Indonesia, biaya tujuh bulanan kehamilan dan melahirkan.


"Boleh, pakai aja semua buat Nikahan tapi gue minta biaya pulang, tujuh bulanan ma lahiran yak. Biaya hidup sehari-hari masih bisa gue mah. Oke kan Dek?" Jawaban Rheina kala itu


Sedangkan Ima, awalnya ia tidak keberatan malah senang, karena ia tidak harus memberikan uang amplop kepada kakaknya, Bagas.


"Boleh aja silakan Mas, tapi aku gak ngamplop ya. Hehehe" ucapan Ima saat ditanya Bagas perihal biaya pernikahannya


Namun setelah tahu bahwa Rheina, kakak sulungnya di biayai acara tujuh bulanan kehamilan dan melahirkan, ia jadi meminta hal yang sama.


"Ya sudah, acara tujuh bulanannya barengan aja. Biar tamunya gak bingung, kasian yang sudah sepuh." Bagas menego


"Kalau lahiran, gampanglah. Mau bareng ayok, beda juga gak apa-apa. Tinggal gesek ini kok. hehehe" Bagas tertawa cekikikan


Dua minggu setelah acara akad nikah ini akan berlangsung acara resepsi di Jakarta. Unduh mantu istilahnya. Sama acara resepsi akan di adakan di hotel, karena acara tersebut di khususkan untuk rekan dan relasi bisnis. Baik dari bisnis Bagas ataupun Nina, juga akan mengundang yang dulu pernah menjadi rekan dan relasi bisnis Ayahnya, Regawa.


Nina setelah acara lamaran kembali berkuliah jurusan manajemen bisnis, selain untuk mengejar title pendidikan agar tidak membuat Bagas malu, juga agar bisa makin mengembangkan bisnis yang sudah di percayai oleh Bagas kepadanya. Dan Bagas bangga akan hal tersebut.


*


*


"Selamat pagi semuanya" Nina menyapa di hari senin pagi setelah dua hari menikah. Hari pertama masuk kerja untuk semua pegawai setelah menikmati acara liburan dua hari dua malam. Wajah Nina begitu berseri-seri penuh aura kebahagiaan, berbanding terbalik dengan para pegawai yang terlihat lesu kelelahan.


"Astaga Bu Nina? Kok sudah masuk kerja aja? Emang pengantin baru tagihannya banyak ya sampe harus langsung masuk kerja bis nikah?" Leni terkejut akan kedatangan Nina


"Iya banyak tagihan, saya mau tagih tagihan kamu Leni, biaya bulanan sewa tinggal di lantai 3" Nina menjawab dengan mimik wajah menggoda

__ADS_1


"Pagi juga Bu, gak honeymoon Bu? Rajin amet langsung masuk kerja?" Tamy ikut nimbrung


"Honeymoon mah tiap hari dong, iri ya.... Bilang dong" ledek Nina


"Pagi Bu Nina, emang pak Boss gak nyariin? Kan masih hangat-hangatnya" Agus menggoda


"Wong diantar pak boss itu orangnya" Nina menunjuk Bagas yang berjalan ke arah Coffee Shop


"Astaga ada pak boss" Alex kalang-kabut


"Kenapa lex?" Tanya Nina


"Lemes bestie, cape baru sampai jam 1 malam. Pagi langsung kerja" Alex mengeluh dengan wajah memelas


"Nah makanya pak boss mau kasih pengumuman" Nina menenangkan Alex


"Pagi semuanya" Bagas menyapa saat memasuki pintu Coffee Shop, semua mata tertuju ke arah Bagas


"Pagi pak Boss" jawab kompak semua pegawai termasuk Nina. Bagas hanya tersenyuanis kepada Nina


"Kelihatannya Bu Nina sudah intermezzo duluan, jadi saya langsung Intinya saja. Hari ini libur dulu, semua istirahat. Besok seperti biasa. Enjoy semuanya" Bagas mengumkan dengan cepat, ia akan memanggil Nina dengan sebutan Ibu agar lebih profesional diwaktu bekerja.


"Makasih banyak pak Boss" ucap kompak semuanya


"Hah, tahu begitu aku bobo cantik dikasur" Alex menjatuhkan dirinay dilantai dan merentangkan tangan terlentang.


"Hari ini terhitung masuk kerja tapi Coffee Shop tutup, saya hanya minta tolong bersihkan semuanya. Apalagi sudah ditinggal dua hari lamanya kan" Bagas mencoba memberi semangat


"Beneran pak boss, bis beberes boleh pulang kan? Mau nerusin tidur dulu, semalam sampe kosan jam 2 pagi" Alex bertanya dengan semangat


"Tentu saja, dah selamat bekerja semuanya" Bagas pamit, ia dan Nina keluar dari Coffee Shop dengan berpegang tangan.


"Aih... Yang masih anget pengantin baru" ledek Agus


*


*


~❤️~


Jangan lupa like jempolnya ya 👍

__ADS_1


Terima kasih banyak ❤️


Bersambung 😉


__ADS_2