
Erlangga alias Angga berjalan gontai keluar dari rumah kediaman Bagas. Dua jam yang terasa berat, melebihi meeting dengan pemegang saham. Pembicaraan dengan Bagas sangat berat untuknya, karena membahas pelepasan pemilik Coffee Shop miliknya. Bukan masalah Coffee Shop tapi alasan dibalik adanya Coffee Shop tersebut.
brak
Di tutupnya pintu mobilnya setelah ia sudah duduk sempurna di dalamnya, di senderkan kepalanya di atas setir mobil.
'Melepas Coffee Shop artinya aku menyerah akan kamu sayang, Rheina...' hati Angga lihir, bulir airmata mulai keluar membuat buram matanya dan mengalir dari ujung matanya, menganak di pipi dan dagunya
'Aku terlalu mencintaimu Rheina sayang, hanya kau seorang'
Angga setelah kejadian 'labrakan' salah sasaran oleh Maria, hubungannya di putuskan oleh Rheina secara sepihak. Padahal ia benar-benar mencintai Rheina.
Ia dan Maria menikah hanya karena janji antara kakek-kekeknya untuk menjodohkan cucu mereka. Angga awalnya mengikuti karena ingin berbakti kepada Kakeknya. Namun setelah setahun menikah tidak ada chemistry diantara mereka dan pernikahan mereka begitu hambar. Angga bahkan mengusulkan perceraian kepada Maria karena hal itu. Maria menyetujuinya, maka terbitlah akta cerai itu. Namun kedua keluarga membujuk untuk mereka rujuk. Saat masa rujuk itulah ia bertemu Rheina, seorang arsitek junior di kantornya.
Rheina seorang yang supel dan ceria, ia juga begitu jenius dengan ide-ide yang cemerlang dan out of the box hingga membuat banyak tender berdatangan. Dari situlah akhirnya Angga memperhatikan Rheina dan tanpa sadar jatuh hati.
Angga yang menyadari dirinya jatuh cinta benar-benar berusaha mendekati Rheina. Namun Rheina walau ramah tapi tetap sopan dan tahu batasan antara pria dan wanita, membuat pendekatan Angga begitu sulit.
"Saya sedang tidak mencari pacar. Saya mencari calon suami yang berani datang ke orang tua saya" Ucapan Rheina kala itu saat di tanya-tanya rekan kerjanya memotivasi Angga untuk datang ke kedua orang tua Rheina
Angga berbekal Akta cerai lamanya menemui kedua orang tua Rheina. Meminta meninang, menikah dengan Rheina. Awalnya Ayah Rheina, Regawa menolak.
"Saya salut kepada kamu Nak Erlangga"
"Namun maafkan saya Nak Erlangga, saya belum bisa menerima kamu. Saya tidak yakin karena kamu duda cerai hidup. Bagaimana bila masalah yang sama terjadi di pernikahan kalian dan menyebabkan perceraian kembali? Saya tidak sanggup melihat putri saya menderita"
"Saya bercerai dengan mantan Istri saya karena kami tidak saling mencintai Pak. kami hanya di jodohkan"
"Lalu bagaimana bila nanti kamu menikah dengan anak saya dan kamu berhenti mencintainya?"
"Saya jujur pak, ini pertama kali saya mencintai seseorang hingga saya berani datang langsung meminta kepada orang tuanya. Saya bahkan belum meminta kepada Rheina langsung, saya belum berbicara kepadanya sebelum ini"
Kala itu kebetulan Rheina pulang ke rumah dan melihat Angga yang berbicara serius dengan orang tuanya
"Loh, ada Pak Erlangga. Malam pak, ada keperluan dengan Ayahanda ya?" Rheina sangat bingung akan kehadiran Angga di ruang tamu rumahnya, bergantian melihat ke Angga dan ayahanda nya
"Iya, keperluan yang sangat penting" senyum memuja terpancar di mata Angga ke Rheina, dan itu terlihat oleh Regawa da Astuti
"Oooo" Rheina hanya bisa tersenyum bingung dan canggung. Di salaminya ke dua orang tuanya
__ADS_1
"Saya pamit masuk dulu pak" Rheina izin masuk kedalam kamar untuk membersihkan dirinya
"Lungguh kene nduk" Regawa menepuk sofa di sebelah nya, di tengah Ayahanda dan Ibundanya
Rheina walau bingung akan situasi saat itu, patuh duduk sesuai perintah Ayahnya
"Nak Erlangga meminta kamu untuknya. Melamar, meminta sama Ayahanda mu ini"
Keheningan menjeda. Rheina begitu terkejut, melihat Angga dengan bola mata yang membesar. Berganti melihat Ayahnya lalu Ibunya.
"Kamu maunya bagaimana nduk" Astuti membelai punggung Rheina lembut
Rheina kehilangan kata-katanya,bahkan kemampuan berpikirnya terhenti seketika.
"Kalau kamu memang mau nduk, Ayahanda jujur tidak mau buru-buru. Satu tahun lagi baru boleh menikah. Mau melihat dulu seserius apa Nak Erlangga"
Rheina akhirnya memahami apa yang terjadi, ia yang memang juga tertarik dengan Angga hanya menganggukkan kepalanya, setuju.
Hati Angga begitu berbunga-bunga, ia merasa seperti anak Abg yang baru jatuh cinta.
Selanjutnya hubungan mereka menjadi begitu dekat, layaknya pasangan kasmaran. Masa-masa paling indah dan membahagiakan menurut Angga dalam kehidupannya. Rheina tetap tahu batasan antara laki-laki dan perempuan yang selalu menyadarkan Angga saat bermesraan berdua.
"Kalau memang mencintai saya, sayanya di jaga benar-benar ya. Unboxing nya nanti setelah SAH"
Namun hal yang dilupakan Angga adalah Maria, ia sudah terlanjur rujuk dengannya. Dan meminta maaf kepada Maria untuk bercerai kembali.
"Kamu gila Angga!!! kenapa kita harus bercerai lagi. Aku sangat mencintai kamu. Kita saling mencintai, buktinya setelah bercerai kita malah saling kehilangan"
"Kita di takdirkan untuk selalu bersama, walaupun kita berpisah pasti kita kembali lagi. Jadi buat apa kita bercerai lagi"
"Maafkan aku Maria. Aku tidak bisa membohongi diri sendiri dan juga kamu. Kita tidak saling mencintai, aku tidak bisa mencintai walaupun aku berusaha. Cintaku malah berlabuh kepada wanita lain"
"SIAPA?!" Maria murka malam itu dan terjadilah keributan kembali dalam rumah tangganya.
Angga sudah mengajukan permohonan perceraian kembali ke pengadilan agar ia bisa secepatnya menikahi Rheina. Dan di saat itulah tragedi 'Labrakan' salah sasaran Maria terjadi.
Setelahnya Rheina resign dari kantornya. Memutus semua komunikasi, bahkan Ia dilarang masuk ke dalam area perumahan tempat tinggal Rheina. Semua hubungan bener-benar terputus.
Hingga akhirnya ia dengan berani membuka Coffee Shop di seberang percetakan milik keluarga Rheina. Setidaknya hanya untuk bisa melihat Rheina. Karena saat itu ia harus terpaksa tetap menjalani pernikahan karena Maria hamil.
"Melihatmu dari jauh pun adalah cara aku bisa mencintaimu"
__ADS_1
Sebulan Coffee Shop di buka setiap hari, seharian ia ada di sana. Hingga bulan ke dua Maria memperlihatkan sebuah akun IG milik Rheina. Gadis manis pemilik hatinya banyak berpose manis dan latar belakangnya bukanlah di Indonesia. Di atas foto-fotonya terdapat informasi lokasi
'Leiden - Zuid Holland'
"L*nte itu sudah pindah keluar negeri" Maria mencibir dengan senyum yang menyebalkan di mata Angga
"Jaga ucapan mu" Angga menekankan suaranya, mengintimidasi
"Aku bicara fakta" tantang Maria
"Ada anakku yang akan mendengar. Jika kau tidak bisa menjadi istri yang baik, setidaknya jadilah ibu yang baik untuk anakku. Itupun jika itu anakku"
Maria kehilangan kata-katanya dan menghindar.
Dan dimulai keterpurukan dalam hidup Angga. Ia menjadi pribadi yang muram, tidak ada senyum di wajah dan hidupnya. Dia menjadi antipati, anti-sosial.
Lalu saat ini Ia lebih terpuruk lagi. Ia di paksa untuk melupakan, melepaskan cintanya ke pada Rheina. Dengan melepas kepemilikan Coffee Shop. Selama ini ia bisa hidup dengan baik cukup hanya berbekal dengan akun IG milik Rheina, melihatnya melalui foto-foto dokumentasi. Setidaknya melihat cintanya bahagia ia ikut bahagia. Hanya cukup melihatnya, ia tidak bisa meminta apapun lagi. Karena kesalahannya, Rheina menderita dan kehilangan anak adalah karmanya.
"Biarlah aku dengan karmaku, aku sudah mendapatkan karmaku karena menyakiti hati Rheina dan Maria. Tapi tolong jangan ambil Coffee Shop itu, tempat itu satu-satunya alasan aku bisa bertahan hidup" Angga memohon berlutut di depan Bagas
"Bertahan hidup dari apa?" cibir Bagas
"Dharmawangsa memang sudah bangkrut sampai hanya bertahan hidup dari Coffee Shop?"
"Coffee Shop itu adalah alasan agar kau terus bisa berharap bertemu kakakku kan. Kau berharap suatu saat kakakku akan datang ke percetakan dan kalian bertemu lagi. Karena itu satu-satunya tempat yang kau tahu setelah kau mencari-cari kakakku sampai ke belanda dan tidak menemukannya" Hardik Bagas emosional
"Pindah atau jual" keputusan final Bagas
Pindah ataupun jual untuk Angga sama saja. Pupus sudah harapan terakhir hidupnya, melihat cintanya. Rheina Indraswari Sarendra.
Minta like jempolnya ya 👍
Terima kasih banyak ❤️
__ADS_1
Bersambung 😉