Barisan Para Mantan

Barisan Para Mantan
Bangkit


__ADS_3


"Makanannya datang Ma" Satya berjalan mendekat membawa dua mangkok bakso ke meja tempat Ima berada. Diberikan satu mangkuk kepada Ima dan Satya meletakkan mangkok miliknya di hadapannya.


Ima menerima mangkok bakso dan mengelap sendok garpu dan menaruhnya di mangkok bakso milik Satya, kemudian menaruh garpu sendok yang sudah dilap dimangkok miliknya.


Satya duduk di depan Ima dengan senyum melihat perlakuan Ima. Satya bahagia Ima perhatian kepadanya.


"Makasih ya Ma"


"iya" Ima menjawab dengan suara serak dengan memegang lehernya


"Jangan ngomong dulu Ma" Satya ngeri mendengar suara Ima yang serak


"Kasian tenggorokan nya"


"Kalau mau apa-apa ketik di Handphone aja, oke"


Ima hanya menggangguk-anggukkan kepalanya. Satya mengelus pelan puncak kepala Ima. Ima tidak bisa protes akan sikap Satya dan memilih membiarkan nya.


Setelah berputar-putar mencari tempat makan di pinggir pantai yang ramai pengunjung, akhirnya Ima meminta makan bakso di dekat tempat kerjanya. Dan berakhirlah mereka makan bakso di tempat langganan Ima juga rekan-rekan kerja Ima.


"Kamu kerja di Sekolah Harapan toh"


"Hebatnya" Satya kembali mengelus puncak kepala Ima


Ima hanya mengangguk-anggukan kepalanya. Dihiraukan tangan Satya yang mengelus kepala nya, karena elusan Satya tidak merusak tatanan rambutnya. Satya mengelus mengikuti alur rambut jadi malah seperti merapihkan rambutnya.


Ima lebih konsen dengan sambal dan saos yang ia tambahkan kedalam mangkok bakso miliknya. Satya ngeri melihat tingkah laku Ima saat menambahkan sambal


"Jangan banyak-banyak Ima" Satya memegang tangan Ima yang hendak menuang sambal lagi. Diambilnya sendok sambal dan mangkuk sambal, dipindahkan ke meja lainnya untuk menjauhkan dari Ima begitu juga saos.


"Mas..." Ima merengek

__ADS_1


"Nanti kalau suara kamu sudah baikan baru boleh makan sambal banyak, jangan sekarang. Nanti bisa makin parah sakit tenggorokan nya" Satya mengelus lembut lengan Ima


"Nurut dulu ya" Satya melembutkan suaranya


Ima menganggukkan kepalanya dan memulai makan. Namun Satya dengan cepat diambil mangkok bakso Ima dan menukarnya dengan lembut. miliknya yang belum di tambahkan dengan sambal ataupun saos. bahkan kecap.


" Jangan makan pedas-pedas dulu"


"Besok atau lusa baru boleh"


Ima cemberut dan memajukan bibirnya, Satya hanya tertawa kecil dan mengelus puncak kepala Ima.


'Mana enak makan bakso hambar gak pakai sambal'


"Dikit aja kok" dengan suara serak Ima mencoba menukar mangkok bakso


"Hmmmm" rengek Ima


"Kasihan leher kamu" Satya tetap konsisten


"Iya-iya...ini" Satya menukar kembali mangkok bakso


"Duduk"


Ima menurut duduk dan memulai makan


"Aku mau ambil motor terus pulang ke kosan" Ima mengetik keinginannya di handphone milik Satya


"Iya" Satya menjawab setelah membacanya


"Janji sama saya kamu harus bisa melepaskan masa lalu"


"Memang sekarang bukan waktu yang tepat membicarakan tentang 'kita' . Tapi kamu harus tahu, saya akan selalu ada untuk kamu"

__ADS_1


"Kamu bisa mengandalkan saya"


"Biarlah saat ini aku dan kamu mengalir apa adanya agar menjadi 'kita' "


"Kamu bisa pegang janji saya, cuma kamu saat ini wanita yang ada di hidup saya"


Ima hanya menganggukkan kepalanya


"Bisa minta janji kamu, untuk cuma saya yang akan ada di hidup kamu"


Ima menatap mata Satya


'Dari awal hidup saya, bahkan cuma kamu laki-laki yang ada di hidup saya'


Ima menganggukkan kepalanya


"Aku anggap kamu setuju ya?"


"iya" Ima menjawab dengan suara seraknya


Satya mengelus puncak kepala Ima lembut dengan senyum yang mengembang


"Setelah makan kita ambil motornya"




❤️ Minta like jempolnya ya kakak 👍



❤️ Terima kasih banyak ❤️

__ADS_1



Bersambung 😉


__ADS_2