Begal Terpaksa Menikah

Begal Terpaksa Menikah
Part 99


__ADS_3

Tiba-tiba Theo meminta untuk berpindah ke tempat yang lebih tertutup dan juga meninggalkan semua alat komunikasi guna memutus ekor atau sebut saja mata-mata yang bisa mengganggu rencananya.


Kini mereka berada di sebuah kamar tamu termasuk dua orang polisi yang mengawal Theo.


“Kenapa harus pindah?” tanya Aria.


“Sebenarnya kami sudah menemukan buk Ennie,” ujar Theo.


Semua orang di dalam sana terkejut hanya Theo yang tampak biasa saja, apakah dia sadar barusan seperti hal yang tidak masuk akal? Kalau ini sudah ditemukan kenapa repot-repot seperti ini.


“Di mana ibuku?”


“Sebentar lagi dia akan sampai.”


Sedangkan dua pelaku tampak, terakhir mereka mengunjungi Ennie tadi malam. Tidak-tidak jangan percaya, mungkin ini hanya pancingan. Pikir Minah berusaha percaya diri.


Kreek~


Pintu ruangan terbuka menampakkan perwujudan Ennie yang datang.


“Aku tidak berbohong, kan?” Bibir Theo tersenyum miring melihat kaki Roni yang kembali gemetar.


“Ba-bagaimana bisa?”


“Bagaimana apanya Buk Minah, kau lihat sendirikan buk Ennie sudah datang. Silakan duduk Buk dan tolong laporkan apa yang mereka lakukan pada Anda.”


Aria senang ternyata ibunya baik-baik saja, hanya saja dia semakin bingung dengan keadaan.

__ADS_1


“Ibu.”


“Kak Aria tetap di tempat, buk Ennie duduk di sebalah saya.”


Ennie duduk tapi dia tidak mengeluarkan satu patah kata pun, dia hanya diam dengan wajah datar seperti hantu.


“Sebelum buk Ennie memberikan kesaksian saya berikan kesempatan untuk kalian mengaku atau kedua duanya mendapat hukuman berat.”


Roni kelabakan, dia sudah tidak bisa lagi mengelak setelah melihat wujud asli Ennie. “Minah! Aku juga diancam sama dia untuk diam.”


“Apa apaan kau! Aku di sini karena kau meminta bantuan untuk mengambil alih harta Ennie.”


“Tapi aku tidak memintamu mengurung dan menyiksa Ennie ya!”


“Tapi kau yang mengangkat tubuh dia ke terminal.”


Ennie membuka wig dan juga make up nya. Ternyata dia bukan Ennie melainkan seorang laki-laki yang menyamar, pantas saja dia tidak bersuara.


Lagi-lagi satu ruangan dibuat kaget.


“Ingat janjimu ya, kerjakan PR-ku nanti!”


“Iya Bobby,” jawab Theo. Yang menyamar adalah salah satu sepupunya, Bobby memang jago soal menyamar, soal tinggi badan pun bisa dimanipulasi oleh Bobby mengubah sol sepatu untuk orang yang tinggi dan juga baju tertutup untuk orang bertubuh pendek agar bisa menekuk kaki.


Berkat Bobby pelaku pun akhirnya mengaku, tapi Theo harus mengerjakan PR-nya padahal dia tadi pergi untuk menghindari itu.


Bagaimana dengan Aria sekarang? Dia sedih karena mendengar ibunya di sekap dan disiksa.

__ADS_1


Plak Plak!


Aria menampar dua orang yang menjadi pelaku. Kemudian dia berbalik ke arah Izana dengan mata berkaca kaca. “Bang keluargamu enggak ada yang beres ya.”


“Maka dari itu aku hidup sendiri.”


“Pak Roni Anda yang paling mudah diajak bicara di sini, tolong kerja samanya,” sambung Theo.


“Jangan dijawab Roni! Kita bisa menggunakan Ennie sebagai tameng. Dan kau anak kecil, jangan main-main karena aku bisa membunuh Ennie kapan saja,” ancam Minah.


Theo tersenyum mengejek lalu berkata. “Anda tertahan di ruangan ini, bagaimana ibu membunuh buk Ennie?”


Inilah yang dimaksud Theo memutus ekor, cukup orang yang di ruang ini saja yang tahu bahwa Minah dan Roni terdesak, tak kan ada yang membantu.


Bukan Minah namanya kalau hanya diam saja, sigap dia menyerang polisi di yang menjaga pintu secara mendadak. Tapi dia melupakan sesuatu.. yaitu anak yang dia latih.


Bagai senjata makan tuan, Minah dijatuhkan oleh anak sendiri. “Maafkan aku mama, tapi kau sangat keterlaluan,” ucap Izana.


Roni tidak punya pilihan lain selain memimpin jalan untuk bertemu Ennie.


Mission Complete. By Theo Dellgha.


Tbc.


Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu


Author sangat berterima kasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar.

__ADS_1


__ADS_2