Begal Terpaksa Menikah

Begal Terpaksa Menikah
Part 123


__ADS_3

Samuel baru pertama kali menginjakkan di perusahaan yang sudah lama sukses ini, dia terkagum melihat interior klasik modern yang sangat mewah dan enak dipandang.


Matanya sibuk mendongak ke atas tak melihat jalan lagi.


Bruk.


Semuel menabrak seseorang yang tengah berjongkok memungut benda yang jatuh.


“Aww apa kau tidak punya mata lagi untuk melihat?” cacinya, sungguh suasana hati hari ini begitu buruk.


“Maaf apa kau terlu-” Samuel tak melanjutkan perkataannya, dia terkagum dengan wanita yang ia tabrak barusan.


“Ya sudah tidak apa-apa,” jawabnya. Lalu kemudian wanita itu berdiri pergi begitu saja.


“Cantik sekali, siapa wanita itu?” batin Semuel menatap si wanita hingga hilang di mata.


“Pak kenapa Bapak terdiam?” tanya sekretaris.


“Tidak apa, kita belum terlambat kan?”


“Masih ada 10 menit lagi.”


>>>


Samuel sudah sampai di ruangan meeting, di sana sudah ada beberapa pebisnis yang saling mengobrol.


“Pak Samuel Anda akhirnya datang.”


Samuel melirik kursi tengah yang artinya milik tuan rumah, masih kosong padahal sudah semua sudah hadir termasuk dirinya.


“Pemimpinnya di mana?”


“Dia mencari istrinya yang tiba-tiba hilang dari ruangannya. Santai aja dulu, duduklah kita mengobrol bareng masih ada waktu 6 menit sebelum dimulai.”


Sementara itu Izana baru saja menemukan Aria di lantai dasar, padahal hanya ditinggal sebentar tapi Aria sudah sampai ke bawah.


“Sudah abang bilang kan jangan keluar.”


“Itu antingku hilang sebelah, makanya cari ke sini karena selain ruanganmu lantai inilah yang kupijak baru naik lift. Nih lihat ketemu kan.”

__ADS_1


“Itu kenapa lututmu merah?”


“Tadi ada orang yang menabrak ku pas aku memungut anting, jadi lututku terbentur lantai deh. Engga apa-apa cuman sedikit.”


“Siapa yang menabrak!”


“Dia tidak sengaja, sepertinya klien Abang sih.”


“Lain kali jangan keluar tanpa izinku, ingat anak di dalam perut ini.” Izana menyentuh perut Aria.


“Iya, Abang tenang aja aku akan menjaganya dengan sangat baik.”




Setelah mengantar Aria masuk kembali ke dalam ruangan pribadinya barulah Izana keluar meeting.



“Maaf saya keluar sebentar tadi,” sapa Izana pada orang di dalam.




“Hi Samuel.”



“Kok bisa sih?” gumam Samuel sendiri, dia kalah dengan pria yang dulunya berandal sudah menjadi CEO ini, sedangkan Samuel barulah seorang direktur di kantor papanya.



Simpan urusan pribadi untuk nanti, ini, saatnya untuk para pebisnis beradu argumen bahkan melakukan trik-trik licik. Kita tidak perlu tahu karena kita juga tidak akan mengerti, lebih baik skip saja.



Di saat semua sudah pergi setelah bersalaman, tinggallah Izana dan Samuel berdua.

__ADS_1



“Wah Izana apa apaan ini? Sangat sulit dipercaya.”



Berhenti memanggil bapak-bapakan, tidak perlu profesional lagi kalau hanya tinggal teman saja.



“Apanya yang sulit dipercaya?”



“Kau CEO goblok! Bagaimana bisa aku kalah dengan berandal sepertimu?”



“Sejak awal kau tidak pernah menang dariku, ingat di sekolah aku juara satu terus sedangkan kau berada di bawahku haha.”



“Sialan, padahal kau sering tidur di kelas ya waktu itu ahaha, aku dengan serius memperhatikan guru menjelaskan malah berandalan yang suka molor di kelas yang juara satu.”



Mereka bernostalgia sambil tertawa tawa, seru juga mengingat masa lalu.



Tbc.



Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu.



Author sangat berterima kasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar.

__ADS_1


__ADS_2