Begal Terpaksa Menikah

Begal Terpaksa Menikah
Part 122


__ADS_3

Mungkin karena efek hamil Aria jadi tidak punya rasa segan pada seseorang, atau Aria memang aslinya begitu ya? Tunggu coba kita ingat, ah iya ini bukan orang pertama yang diusir Aria, ada Roni dan juga Adam yang mengalami hal yang lebih parah.


“Huh!” Aria menatap tajam layar yang tertera, lalat di rumahnya akhirnya keluar.


“Sayang sudah, tenangkan dirimu,” pujuk Izana tapi dengan omongan yang dicampur dengan kekehan. Lucu sekali melihat cara Aria mengusir.


“Sialan wanita itu, dia sok akrab banget.”


“Astaga Nak, apa kau yang membuat mamamu seperti ini?” Izana mengelus perut rata Aria.


“Kita ganti orang baru sajalah Bang.”


“Terserah kamu, abang ikut apa yang kamu mau saja.”


Aria kembali menatap layar, di sana ada Klara yang terduduk lemas di lantai. Kemudian terlihat dia tengah menghapus air mata.


“Tadi.. sepertinya Klara takut sama wanita asing itu,” kata Aria, dia ingat sekali Winda menunjuk wajah Klara dengan telunjuknya seperti sedang marah-marah.


“Jadi?”


“Hmm aku akan kasih kesempatan Klara untuk tetap bekerja.” Aria merasa kasihan pada gadis yang mulai mengambil pel. Masakan Klara juga enak, itu salah satu hal yang memberatkan Aria untuk memecatnya.


Lagi enak-enaknya duduk berduaan di sofa kedatangan seseorang membuat Aria kembali emosi.


“Mengapa lagi kau ke sini!”


“Ehehe Aria dengarkan aku dulu.”


“Enggak! pergi sana, Cindy.” Ya, orang yang datang adalah Cindy, kalau dia ada di sini berarti ada pak Vincent juga. Ya pak Vincent tersenyum kikuk di belakang.


Cindy malah duduk di samping Aria, Izana diam karena belum ada yang berlebihan.

__ADS_1


“Aku mau beri penawaran baru.”


“Aku enggak butuh.”


“Begini, biarkan aku menikah dengan Izana dan aku akan jadi baby siter bayimu.”


“Kau gila ya! baby siter tidak perlu menikah dengan majikan.”


Izana tahu Aria mulai risi dia pun menatap pak Vincent. “Pak tolong anakmu.”


“Cindy hentikan, jangan buat malu papa.”


Cindy berhenti bergelayutan di tangan Aria, Aria sebal sekali kenapa banyak sekali wanita pengganggu.



Sudah lama kita tidak mendengar tentang Moon, kalian tahu sekarang dia tengah tertimpa kegalauan. Dia sedang jatuh cinta tapi urung untuk mengungkapkannya.




“Iya, apa kau akan datang menjemput?”



“Sepertinya tidak bisa hari ini, aku ada janji dengan Klien untuk bertemu.”



“Oh begitu.” Moon kecewa dia pikir akan bertemu Samuel lagi.

__ADS_1



Memang belum jamnya meeting antar sesama CEO dilaksanakan, hanya saja pak Vincent datang terlalu cepat makanya itu langsung ke ruang Izana dari pada menunggu sendiri di ruang meeting.


Cindy tidak lagi mengusik dia duduk di samping Vincent.


“Pak Vincent Anda terlalu cepat datang.”


“Maafkan saya, sebenarnya saya mengejar Cindy. Benar saja dia membuat masalah lagi, nona Aria maafkan anakku ya.”


“Huh.” Aria memalingkan pandangan.


“Pak Izana sudah tahu katanya, pak Jakar tidak dapat hadir sebagai gantinya putra sulungnya yang datang.” Pak Vincent mencoba mencari topik karena tidak enak hati, apalagi dengan Aria yang memasang raut cemberut.


“Siapa nama anaknya,” balas Izana.


“Samuel.”


Izana mengeluarkan HP, menunjukkan pada pak Vincent sebuah foto. “Samuel yang ini?”


“Iya yang itu, Anda kenal?”


“Kebetulan dia teman saya masa SMA.”


“Bagus dong, kalian berdua anak muda yang hebat,” pujinya, setidaknya suasana lebih hangat dari pada yang tadi.


Tbc.


Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu.


Author sangat berterima kasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar.

__ADS_1


__ADS_2