
Selama di perjalanan mereka hanya diam-diaman, sampai di rumah Izana menarik Aria masuk ke dalam lalu mengunci pintu dan menyimpan kuncinya.
“Yang kukatakan tadi pagi kurang jelas ya?” sendu Izana menatap Aria sedih. “Aku takut benar-benar takut, tolong turuti permintaanku yang satu itu Aria.” Kemudian dia memeluk Aria yang berdiri mematung, air matanya jatuh dia terisak seakan memiliki ketakutan sendiri.
“Kenapa... Kenapa melarangku bekerja? Kenapa abang sampai menangis seperti ini?”
Pertanyaan itu tidak mendapat respons sama sekali, bukannya menjawab apa alasan di balik ketakutan itu Izana malah pergi ke kamar.
Lagi dan lagi Aria dibuat bingung, Izana tak mau bekerja di jalan yang benar bahkan dirinya juga dilarang bekerja, sebenarnya ada apa? Kenapa dia seperti itu? Apakah Aria harus bertanya pada orang tua Izana? Tapi di mana? Dia bahkan tidak pernah melihat atau mendengar cerita tentang orang tua Izana.
Semua penuh teka teki, kenapa Izana begitu misterius? Bukankah seharusnya Aria berhak mengenal mertuanya? Jangankan mertua, bahkan Aria sendiri tidak mengenal Izana.
“Maaf,” kata Aria duduk di birai ranjang dengan Izana yang berbaring memunggunginya.
“Jangan bekerja lagi mulai besok,” ujar Izana tanpa menoleh.
“Bukan tentang itu, tapi tentang aku yang menyeretmu ke dalam ikatan pernikahan ini.”
Sontak Izana langsung bangun duduk menghadap Aria. “Kau menyesal?”
“Iya.”
“Kau menyesal karena aku yang menjadi suamimu?”
“Iya.”
“Kenapa?”
__ADS_1
“Apakah itu perlu ditanyakan? Izana kau tidak mencintaiku kan?”
Panggilan nama Izana kembali lagi dari yang biasa Aria memanggilnya dengan sebutan abang semenjak menikah.
“Apa cinta itu penting?”
“Sangat penting bagiku! Kau bertanya seperti itu berarti kau tidak mencintai ku kan? Izana aku sudah menaruh perasaanku padamu sejak kita menikah, iya sejak itu! Masih baru ya kan? Ya karena pernikahan kita masih baru. Tapi jika kau seperti ini terus aku rasa aku tidak bisa melanjutkannya, aku takut kalau sebenarnya aku adalah orang ketiga di antara kau dan Ella.”
Nama yang dikenal Izana disebut oleh Aria dalam keluh kesahnya, Izana semakin membulat kan mata. “Kau tahu Ella dari mana?”
“Dari kau yang bergumam nama itu saat aku bangunkan.”
“Oh jadi karena itu tadi pagi kau jutek denganku?”
“Hmm, apakah aku harus pergi sekarang? Kau kembalilah sekarang pasti Ella sedang menunggumu. Aku jadi merasa bersalah, tadinya aku ingin merebutmu dari Ella tapi melihat kau yang tidak terbuka denganku, aku jadi yakin di sini akulah yang terlalu percaya diri, bahkan aku tidak tahu muka mertuaku.”
“Ah memang benar ya kata orang, menikah itu harus dewasa terlebih dahulu. Lihatlah istriku mau kabur dari rumah sebelum masalah selesai,” sindir Izana dengan mengambil tas itu. Dia mengeluarkan pakaian yang sudah masuk itu dan meletakkannya kembali ke dalam lemari walaupun main tumpuk saja.
Kemudian dia menarik Aria dalam dekapannya, kemudian menjatuhkan tubuh mereka bersama di atas ranjang. Tangan itu bergerak menghapus air mata Aria yang suaranya sesugukkan.
“Jangan menangis, aku hanya tak ingin kau lelah.”
“Bohong! Bagaimana dengan si Ella itu?”
“Aku sudah tidak memiliki hubungan lagi dengannya, dia sudah bahagia dengan keluarganya di sana, sekarang kamu istriku, aku mencintaimu ok.”
“Benarkah? Kapan?”
__ADS_1
“Barusan, masih baru kan? Kerna aku juga baru melihat istriku cemburu.”
“Alasan konyol macam apa itu?”
“Aku merasa aku dibutuhkan, jadi kuputuskan aku mencintaimu.”
“Tidak masuk akal!” Orang mana yang akan percaya? Ini terlalu konyol untuk dipercaya. Benarkah seperti itu kenyataannya atau hanya omong kosong agar Aria tenang? Entahlah hanya Izana yang tahu akan hal itu.
>>>
Aria sudah tidur nyenyak sedangkan Izana masih terjaga dengan pikiran yang kusut menatap wajah pulas Aria. Dia mengelus pipi lembut itu sambil bergumam. “Kejadian Ella membuatku takut Aria, aku benar-benar takut,” ucapnya lembut dengan mata yang berkaca kaca menahan tetesan air yang akan jatuh.
Tbc.
...Bonus Visual...
Aria Briyana
Dia gadis apa adanya + manja sebenarnya, maka dari itu Visualnya yang Soft cantik imut tidak membosankan. Sesuai lah dengan character dia yang kadang kadang lugu.
Izana
Imajinasi author cocoknya ke dia yang memerankan Izana, tatapan nya tajam cocok banget dengan Izana yang vibes nya bad boy.
__ADS_1
Untuk Visual lain nya nyusul ya...Kalau gak sesuai dengan ekspetasi kalian, bisa gambarkan sendiri Kerskter nya dalam otak.