Begal Terpaksa Menikah

Begal Terpaksa Menikah
Part 39


__ADS_3

“La, Ella maaf~ jangan pergi.”


Aria terdiam mematung mendengar tangisan Izana dalam tidurnya. Dia bangun karena suara Izana yang mengigau terus menyebut nama Ella, air mata lolos jatuh ke tangannya sendiri yang tergenggam menahan sesak di dada.


“Bang bangun,” ucapnya dengan menggoyangkan tangan Izana. “Bang!”


Izana bangun langsung terduduk dengan keringat di dahi. Izana melirik ke Aria yang menatapnya dengan segala kekecewaan.


“Ada apa Aria?”


“Abang menyebut nama Ella lagi, bahkan dalam mimpi ternyata tidak ada aku hanya Ella Ella dan Ella. Sebenarnya abang cinta enggak sih sama aku?”


Melihat istrinya yang menangis Izana langsung memeluknya dia merutuki diri sendiri karena mengigau tentang Ella. Hal ini terjadi karena cerita Aria sebelum tidur tadi membuat dia jadi bernostalgia hingga ke bawa sampai alam mimpi.


“Aria.”


“Lepasin!”


“Sungguh aku mencintaimu.”


“Jangan bohong, mengaku aja Bang. Huh~ begini saja, Abang bicara jujur sama aku dan aku tidak akan marah.” Aria berusaha tegar dengan menghapus air mata yang membuat matanya jadi merah, saat ini perasaan Izana ke Aria harus diperjelas agar dia tidak merasa hidup dalam kedustaan.


“Kalau abang jujur kau tidak akan pergi kan?”


“Iya.”

__ADS_1


“Janji?”


Begini saja Aria sudah yakin kalau Izana memang tidak mencintai dia.


“Iya.”


“Abang.. belum punya perasaan sama Aria tapi abang tak ingin kehilanganmu. Saat ini abang tengah berusaha membuka hati jadi... maaf.... Apa abang harus berkata begitu agar kau puas? Tentu saja AKU MENCINTAIMU, apalagi yang ingin kau dengar? Ayo kita ke kamar ibumu abang akan mengatakannya di depan ibumu.”


“A-apa? Abang-“


Izana menarik Aria keluar kamar, ini benar-benar gila. Aria berusaha menarik diri karena menurutnya ini hal konyol kenapa Izana sampai senekat ini?


“Abang jangan!”


Tok tok tok


“Ibu,” panggilnya sambil mengetuk pintu.


“Abang jangan, ayo kita kembali!”


Tok tok tok


Untuk sekian kalinya pintu diketuk hingga Ennie membuka pintu dengan mata yang separuh terpejam.


“Ada apa kalian malam-malam begini bangunkan ibu?”

__ADS_1


Sudah, Aria sudah tidak dapat bicara lagi bahkan tangannya berhenti memberontak dari genggaman Izana.


“Ibu aku mencintai Aria.”


“I-iya terus?”


“Apa Ibu percaya?” yanya Izana, Ennie yang nyawanya belum ke kumpul jadi semakin bingung. Dia menatap Aria dengan raut penuh tanya sedangkan yang ditatap menundukkan kepala karena malu.


Kerna ibu dan anak itu saling tatap-tatapan tak sengaja Izana melihat speaker beserta micnya ada di ujung dekat jendela.


Dia berjalan ke speaker itu, menyalakan speaker menghadapkan ke jendela lalu berteriak dengan mic. “AKU IZANA MENCINTAI ARIAAAAA, WOI TETANGGA BANGUN!! KALIAN HARUS MENJADI SAKSI UNGKAPAN CINTA KU” Seketika lampu-lampu di rumah tetangga menyala terlihat dari jendela mereka tanda mereka terbangun atas teriakan Izana.


“Abaaaaaang astaga ibu dia itu orang gila rupanya.” Aria tersungkur di lantai, sedangkan mulut Ennie masih menganga dengan Roni yang sudah berada di samping Ennie.


“Aria apa kau percaya sekarang? Apa perlu aku umumkan di masjid?”


“Jangaaan! Iya aku percaya ayo matikan micnya~(╥﹏╥)”


Izana mematikan mic nya dan berjalan menghampiri Aria, dia memungut tubuh yang tengkurap di lantai menahan malu atas perbuatan suaminya.


“Ibu kami tidur dulu ya, selamat malam” Izana pergi begitu saja sedangkan Aria berada di gendongan Izana menutup wajahnya sendiri dengan tangan.


“Sebenarnya apa yang terjadi?” Bingung Ennie dan juga Roni.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2