
Acara sebentar lagi akan di mulai, Izana kembali menghampiri istrinya yang tengah mekan sendiri dengan wajah lesu.
“Ada apa sayang?”
“Bang kepala ku pusing”
“Yaudah kita pulang saja”
“Lihatlah di sana MC tengah melakukan pembukaan, gak enak kalau kita main pulang aja”
“Tak masalah, ayo pulang”
“Enggak apa apa, aku gak begitu sakit kok. Kita di sini dulu ya nanti kalau aku gak sanggup aku kabari”
Cup.
Izana mencium kening Aria sayang, dia menyeret kursi agar lebih dekat dengan Aria. “Sini kepalanya di baringkan di bahu abang”
Sambil menikmati sambutan, Aria bergantung manja pada Izana. Mungkin para wanita yang melihat akan iri pada bertapa baiknya Izana memperlakukan istri.
Meja bundar ini cukup besar yang bisa menampung enam kursi. Di saat Aria dan Izana hanya berdua di sana datang lah orang lain ikut serta duduk bersama mereka.
“Halo!” Ketus Cindy bersama Pak Vincent serta satu orang pria lagi.
“Pak Izana kau tidak bergabung di meja lain” Tanya pak Vincent. Mereka datang menghampiri kerna melihat Izana.
“Istri ku sedang tidak enak badan jadi lebih baik begini dari pada dia harus tambah pusing menghadapi para wanita sosialita lainnya.
“Saya mengerti, oh iya perkenalkan ini calon suami Cindy. Aku menjodohkannya kerna takut dia selalu mengusik mu dan juga nona Aria”
“Papa!” Kesal Cindy.
__ADS_1
Aria terkekeh, lucu sekali melihat Cindy di jodohkan kerna alasan yang cukup konyol. Pak Vincent sepertinya tidak mau kehilangan rekan bisnis seperti Izana, dia harus melakukan ini agar tidak ada yang menghambat hubungan mereka.
Jika membiarkan Cindy terus caper pada Izana mungkin akan membuat Aria marah. Yang pak Vincent tau Izana sangat mencintai Aria, bisa gawat kalau Aria ngambek dan berimbas pada hubungan bisnis mereka.
“Kalian terlihat cocok” Kata Aria menegakkan kepalanya kembali bersikap sempurna.
“Terimakasih” Jawab calon suami Cindy.
Izana menarik kembali kepala Aria agar bersandar di bahunya lagi. “Sayang katanya pusing, nyender lagi biar reda”
Alasan saja, sebenarnya Izana sadar istrinya menjadi bahan lirikan pria lain. Dengan melakukan ini Izana ingin mereka tau kalau Aria miliknya dan hanya untuk nya.
Jangan mimpi kalian, wanita ini milikku.
“Oh iya saya dengar nona Aria hamil, udah berapa bulan? kok belum kelihatan”
“Dua bulan” Jawab Izana bangga dengan tangan mengelus perut Aria. Pria ini tersenyum miring, Aria di buat keheranan sendiri.
Belum selesai acara Aria ternyata sudah tertidur dengan kepala yang di pangku Izana. Izana tidak banyak gerak dia tidak mau membangun kan Aria yang katanya pusing tadi.
“Apa sebaiknya kamu pulang sekarang ya?” Ujar Izana.
“Nanggung pak bentar lagi selesai”
__ADS_1
“Suara tepukan tangan ini berisik sekali, pasti istriku sangat terganggu”
“Dia terlihat nyenyak tuh, apalagi bapak mengelus kepalanya lembut seperti itu. Pasti nona tambah nyaman”
“Aku harus pulang sekarang, sampaikan salam ku pada pak Jakar nanti”
“Baiklah jika itu keputusan anda”
Izana mengangkat tubuh Aria, lagi lagi tatapan tertuju padanya. Menggendong istri yang tengah tidur di tengah keramaian itu sangat romantis, bahkan anak anak gadis yang melihat seketika halu berada di posisi Aria.
Tbc.
...Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu...
...Author sangat berterimakasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar....
__ADS_1