Begal Terpaksa Menikah

Begal Terpaksa Menikah
Part 62


__ADS_3

Sebenarnya Izana hanya mengantar adiknya ke kamar sedangkan dia kembali memastikan apakah ayahnya disakiti lagi atau tidak.


Sambil bersembunyi Izana memandang kecewa penampakan di sana, tidak menyakiti apanya? Bahkan Adam sudah babak belur oleh Minah. “Mama bohong,” gumamnya, keluarga bahagia hanya menjadi angan-angan saja bagi Izana.


“Kau ini tidak ada jeranya ya Adam? Padahal sudah sering ku pukuli tatap saja kau masih sok mengaturku.”


Sebagai lelaki yang tidak berdaya Adam hanya bisa dendam sambil berharap bisa lepas dari Minah. Dulu dia sempat menggugat cerai Minah, tapi wanita itu malah mengancam akan membunuhnya jika persidangan itu dilanjutkan.


Minah adalah Wanita mata duwitan yang sangat menikmati uang Adam, dia tidak bisa membiarkan sumber uang seperti Adam lepas begitu saja, tujuan dia menerima perjodohan ya kata uang sedangkan Adam dulu hanya tertarik dengan kecantikan Minah hingga dia tanpa pikir panjang menerima pernikahan yang membawanya ke neraka.


Saat Minah berbalik badan dia melihat Izana di ujung sana. “Izana kau mengintip lagi?”


“Mama pembohong.” Izana berlari menghampiri Adam. “Pa, Papa tidak apa-apa?”


“Iya tidak apa-apa, Nak.”


“Izana ayo sini akut mama, hari ini seperti biasa latihan bela dirimu, mama tidak mau kau jadi pria lemah seperti papamu.” Minah menarik tangan Izana agar menjauh dari Adam, dia tidak rela anaknya membela Adam.




Hari-hari terus berjalan seperti itu tibalah saatnya Adam membalas dendam dengan cara yang siapa pun akan menyumpahinya jika mendengar apa yang Adam lakukan.



Zara.



Adiknya Izana mati di tangan papanya sendiri, Adam sudah kehabisan akal bagaimana cara memisahkan diri dari Minah hingga anaklah yang menjadi jalan keluar mengingat Minah sangat menyayangi anaknya.


__ADS_1


“Za-Zara.” Seketika Minah lemas tersungkur di lantai, anak perempuan yang tergantung sudah tidak bernapas itu membuatnya berteriak frustrasi.



Dia menurunkan Zara yang tergantung itu dan memeluknya erat dan menciumi seluruh wajah yang dingin pucat Zara.



“Mama, Zara masih hidup kan?” Sebagai seorang abang yang selalu menjaga adiknya sejak kecil Izana juga merasa terpukul.



Suara tepukan tangan terdengar nyaring, ternyata Adam yang tertawa dengan Air mata yang banjir sudah berada di belakang mereka.



“Bagaimana Minah apa hatimu hancur melihat Zara meninggal? Huhuhu putriku meninggal gara-gara kau,” ucapnya sambil menangis.




“Kalau kau melepaskan aku, aku juga tidak akan senekat ini,” kata Adam dengan dibarengi suara isakan.



“ADAAAM!” Minah berlari langsung mencekik Adam, tangisan seorang ibu terdengar begitu iba. Tangan itu sudah siap jika harus melenyapkan sampah seperti Adam.



Dor!


__ADS_1


Suara tembakan dengan sekumpulan polisi yang datang, mereka menangkap Minah atas laporan Adam yang mengatakan Minah menggantung anak perempuannya.



“Bukan aku, dia yang membunuh putriku!”



“Diam! Anda sudah terciduk mencekik suami Anda sendiri, masih mau menyangkal!”



“Mamaaaa.. Pak polisi mama tidak sal-” Izana mau memberikan kesaksian tapi Adam terlebih dahulu memeluk Izana sambil membekap mulut Izana.



“Tidak apa-apa Izana, Papa di sini tidak ada yang akan menyakitimu.” Aktingnya.



“Hmmmp emmmmm!” Izana berusaha memberontak tapi tidak ada yang melihat.



“Adam! Jangan kau sakiti putra ku juga! Aku bersumpah akan membunuhmu!” teriak Minah ketika melihat Izana dibekap oleh Adam.



Pada akhirnya Minah di penjara menangisi nasib anak anaknya, dia tidak hadir di pemakaman Zara bahkan tidak tahu bagaimana keadaan Izana sekarang.



Setiap harinya dia memberontak seperti orang gila, hingga akhirnya dia ditahan di rumah sakit jiwa karena dikira gila.

__ADS_1



Tbc.


__ADS_2