Begal Terpaksa Menikah

Begal Terpaksa Menikah
Part 114


__ADS_3

Bangun tidur Aria sudah disambut Izana dengan membawa masuk nampan ke kamar. Tak biasanya Izana bangun lebih dulu dari Aria, ini adalah efek kebahagiaan yang tiada tara atas kehadiran calon dedek bayi.


“Tara~ silakan makan.”


“Abang masak?”


“Enggak, abang pesan. Kamu kan enggak bisa cium bawang, jadi kita pesan aja kalau mau makan.”


“Hmm ok, aku sikat gigi dulu.” Aria beranjak dari kasur untuk membersihkan apa yang perlu dibersihkan sebelum makan.


>>>


Mereka makan sepiring berdua di dalam kamar. Perhatian Izana berdoble tambah posesif, dia memperhatikan setiap gerak gerik Aria bahkan saat wanita itu hanya berjalan.


“Mengapa sih Bang liat aku terus?”


“Hati-hati dalam melangkah, nanti kau jatuh.” Izana sangat ingat kaki Aria tidak begitu kuat akibat kecelakaan lalu.


“Aku cuman jalan.”


“Engga bisa dibiarkan ini, aku takut banget. Nanti kamu ikut abang ke kantor ya.”


“Ok tapi aku mau emmm~~~”


Izana mengerti, memang dari semalam Aria meminta tapi semalam Izana masih mengambek jadi dicuekin aja walaupun juga mau. Izana terlebih dahulu menghubungi seseorang, dia akan terlambat hari ini.

__ADS_1


“Zin rapatnya diundur habis makan siang aja, aku ada urusan penting.”


“Baik, Pak.”


Habis mematikan telepon Izana mendekati Aria sambil menanggal seluruh pakaiannya. “Ayok,” ajaknya membawa Aria untuk berbaring, kalau pelan-pelan saja tidak apa-apa kan?


18+ Area.


YANG PUASA SKIPP!


Bibir Aria dilahap oleh Izana sebagai tahap permulaan, santai saja jangan terburu buru, begitulah cara Izana pemanasan. Dia menyesap dengan sangat lembut, saat dia lidah itu beradu tangan Izana tak akan tinggal diam.


Izana menurunkan tali piama tipis Aria yang menjadi satu satunya penahan agar baju itu tidak lepas. Saat terbuka Izana langsung disambut dengan dada Aria. “Ini sudah ada susunya belum ya?” kata Izana sambil memilin tonjolan itu.


“Belumlah.”


“Habis lahiran enggak sih?”


Izana memasukkan tonjolan itu ke dalam mulutnya, ukuran yang semakin bertambah membuatnya semakin puas.


“Ah shh,” de*ah Aria mengelus surai Izana.


Puas bermain di dada Izana turun semakin turun hingga sampai ke kain segi tiga. Izana mengintip dengan menepikan kain itu.


“Hmm ahh.” Jari Aria mengelus elus kacang tengahnya, dia tersenyum nakal di bawah sana.

__ADS_1


“Berkedut,” ejek Izana mencubit milik Aria.


“Hmm makanya cepat.” Aria menurunkan sendiri kain segitiga itu, lalu dia melebarkan pahanya untuk semakin jelas Izana melihat. Dengan senang hati Izana menenggelamkan kepala di antara ke dua paha itu.


Lidah Izana sangat mahir serta tangannya yang juga ikut masuk, tubuh Aria sudah menggeliat seperti kaki gurita. Sungguh itu nikmat membawanya terbang ke angkasa.


“Abang masukan sekarang ya.”


“Iya, ingat ada bayi di dalam sini. Jangan sampai dia jungkir balik karena entakkanmu, Bang.”


Izana terkekeh kemudian dia mencium perut yang masih rata itu. “Kau kuat kan Nak, tenang saja papa tidak akan membuatmu jungkir balik, paling gempa sedikit.”


Izana memasukkan secara pelan-pelan pusakanya. Dia berusaha semaksimal mungkin agar dia nyaman Aria nyaman dan juga dedek bayi aman.


“Ah ah sayang, emmm punyaku terjepit ah.”


“Lebih cepat Bang engg.”


>>>


Kalau sudah bercinta semua akan lupa, mereka berdua menggila dengan berbagai posisi, tolong ingat kan mereka kalau ada kehidupan di dalam perut itu.


Tbc.


Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu.

__ADS_1


Author sangat berterima kasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar.


__ADS_2