Begal Terpaksa Menikah

Begal Terpaksa Menikah
Part 127


__ADS_3

Dia kira ibunya selamat nyatanya tidak, Ennie sudah di makamkan. Suara tangisan Aria begitu pilu dan menyesakkan.


Aria berlari ke kuburan Roni yang jarak nya tidak jauh. “KAU SIALAN! KENAPA KAU MATI MEMBAWA IBU KU HAH!” Aria mengamuk lompat lompat di atas kuburan baru itu juga menendang nisannya hingga terpelanting.


Izana mau mengejar Aria tapi tali tambang yang biasa di gunakan untuk menaruh peti masuk ke lubang melilit kakinya. “Ah!” Kesal Izana berusaha melepas lilitan tali itu.


Tukang gali kuburan menangkap Aria, entah dapat kekuatan dari mana Aria dapat mendorong mereka semua. Kemudian Aria kembali berlari mengambil botol bensin yang entah punya siapa, dia mengiram bensin di atas kuburan Roni lalu merebut korek dari bapak bapak yang merokok.


Blar!


Semua orang menganga menyaksikan Aria membakar kuburan itu.


“Ahaha mampus kau ahahah” Tawa Aria, itu bukanlah suara kebahagiaan lihat lah air mata yang tidak berhenti walaupun dia sedang tertawa.


Di dekat kuburan Ennie, Izana menangis pilu melihat istrinya yang seperti itu. Dia memukul mukul tanah merasakan sakit menyaksikan istrinya yang begitu hancur.


Orang orang sibuk mencari air untuk memadamkan api itu, Aria masih dengan tawa penderitaan nya.


Srak!


Izana berhasil melepas tali yang melilit kakinya, dengan langkah yang lemah dia datang memeluk Aria yang duduk di tanah dari belakang.


“Sayang ku mohon jangan begini”


“Haha bang lihat lah kuburan sialan itu mengeluarkan api seperti sinetron azab”


“Kita pulang ya”


“Huhuhu ibuuu~” Aria berbalik memeluk Izana, Izana menggendong tubuh yang sudah kotor itu untuk di bawa pulang. Dia tidak memperdulikan bagaimana sibuknya orang bolak balik mengambil air.


Sudahlah biarkan saja mereka, Aria lebih penting.

__ADS_1


...***...


Terhitung dua hari sudah sejak kepergian Ennie, Aria banyak murung membuat Izana khawatir. Emosinya tidak stabil apalagi dalam keadaan hamil seperti itu.


Dulu Aria murung kerna mendapati diri mandul tapi sekarang kerna kehilangan ibu.


“Sayang mau makan apa?”


Aria tidak menjawab, menghadapi Aria yang termurung lagi seperti ini membuat dia prustasi. Bahkan dua hari ini Izana tidak masuk kantor kerna tidak fokus memikirkan istrinya terus.


“Jangan gitu, ada bayi loh dalam perut kamu”


“Aku tidak berselera makan bang”


“Dari kemarin bilang gitu terus, kau tidak khawatir dengan anak kita? dia butuh nutrisi untuk tumbuh”


“Na-nanti aku makan”


Mau tidak mau Aria makan, dia sudah kehilangan ibu jangan sampai kehilangan anak juga kerna perasaan sedih ini.


“Klara buatin susu hamil Aria” Printah Izana.


“I-iya tuan”


Baru tiga suapan Aria rasanya sudah tak sanggup menelan lagi. “Udah bang, aku udah kenyang”


“Terlalu sedikit sayang”


“Tapi kalau di teruskan aku bisa muntah”


“Yaudah nanti di lanjutkan lagi”

__ADS_1


Dua menit kemudian Klara datang membawa segelas susu. “Ini tuan susunya” Klara menyerahkan susu pada Izana dengan sedikit takut.


“Susu ini harus habis ya” Tawar Izana pada Aria.




“Kasihan banget nona Aria” Batin Klara, dia juga pernah merasakan kehilangan ibu. Ibu Klara dulu meninggal kerna sakit berbeda dengan Aria yang ibunya meninggal kerna di bunuh.



Pasti dendam itu begitu besar tapi tidak bisa membalas mengingat pelaku juga sudah meninggal.



Walaupun sama sama kehilangan ibu tapi kasusnya berbeda dan tentu saja perasaan nya juga berbeda. Klara iklas ibu nya pergi dari pada merasakan sakit lebih lama, sedangkan Aria? bagaimana cara dia ikhlas sedangkan Ennie masih memiliki kesempatan hidup yang besar jika saja Roni tidak meracuninya.



Dendam yang tersimpan itu menjadikan Aria murung seperti ini.



Tbc.



...Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu...


__ADS_1


...Author sangat berterimakasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar....


__ADS_2