
Tibalah malam di mana mereka menghadiri pesta ulang tahun perusahaan pak Jakar. Aria dan Izana baru saja sampai membuat semua tatapan tertuju pada pasangan muda yang tampak sempurna itu.
Aria begitu cantik dengan balutan dress hitam yang semakin menonjolkan kulit putih nya di tambah rambut yang di ikat menampakan leher jenjang nya. Sedangkan Izana jangan di tanya lagi, pria itu menggunakan jas yang serasi dengan istrinya.
Izana membawa Aria untuk berkenalan dengan pak Jakar. “Halo pak”
Pak Jakar terpaku pada wanita yang di samping Izana, Aria adalah wanita yang dulu sangat di inginkan Dendy namun sekarang siapa sangka kalau dia merupakan istri rekan bisnis nya.
“Pak?”
“Oh iya maafkan saya, kalian tampak sempurna aku sangat kagum”
“Terimakasih, selamat untuk ulang tahun perusahaan bapak”
“Terimakasih, saya senang sekali anda datang”
“Oh iya Samuel di mana?”
“Dia pergi sebentar tadi, paling bentar lagi sampai”
Setelah bercakap cakap bentar dengan pak Jakar, Izana membawa Aria duduk di salah satu meja yang kosong.
“Sayang kamu duduk di sini saja menikmati hidangan, abang mau nyapa yang laiinya”
Aria melihat kanan kiri, memang banyak pria berdasi yang tengah bercakap cakap tapi mereka di dampingi oleh wanita masing masing.
“Mereka bawa istri loh bang di samping mereka” Ujar Aria.
“Iya, lihatlah bertapa lamanya mereka berdiri, kamu hamil tak baik berdiri terlalu lama. Gak apa apa abang sendiri”
“Oh iya pergi sana”
Izana pergi tinggalah Aria sendiri di meja ini, dari pada bosan lebih baik dia mengambil beberapa dessert dan berbagai macam jamuan yang banyak sekali macam nya.
__ADS_1
Samuel baru saja sampai selepas menjemput adiknya yang bocor ban di jalan. Orang orang sudah ramai acara pembukaan sebentar lagi juga akan di mulai.
Ia heran kenapa Dendy tiba tiba berhenti terpaku pada satu arah. “Apa yang kau lihat lagi, kita sudah di tunggu oleh papa lima menit lagi akan di mulai”
“I-itu bidadari ku bang, Aria” Tunjuk Dendy, Samuel pun mengikuti arah telunjuknya itu.
Seketika matanya membulat melihat wanita yang juga di sukai nya. “*Ah sial kenapa aku baru sadar kalau gadis itu pernah kerja di kafe Sesil, parahnya lagi itu adalah wanita yang juga di inginkan Dendy*” Ucap Samuel dalam hati, dia menepuk kepala nya sendiri.
Penampilan Aria semasa kerja di kafe Sesil itu kuno kerja dia memakai pakaian almarhum istri pak Iky tapi sekarang dia begitu glamour. Ingat pak Iky? dia orang yang pernah di gebukin Izana dan juga orang yang memungut Aria di saat wanita itu tidak punya tempat untuk berlindung.
“Aku akan menghampiri nya bang”
“Kenapa?”
“Ingat dia sudah menikah kan? itu berarti dia ke sini dengan suaminya” Samuel sebenarnya menahan sesak.
“Siapa sih suaminya!”
Tiba tiba seorang pria mendatangi Aria, dia adalah Izana. Melihat perlakuan Izana yang mencium kening Aria semakin membuat dua bersaudara itu tertampar kenyataan.
__ADS_1
“Si-siapa pria itu! berani berani nya!” Kesal Dendy.
“Jadi wanita itu milik Izana” Sendu Samuel.
“Perduli setan aku akan menyingkirkan pria itu, lihat saja akan ku tonjok dia”
“Dendy kau tidak akan sanggup, lebih baik menyerah”
“Bang wanita manapun pasti akan lebih tertarik dengan harta, aku pasti bisa menang”
“Kau pikir ngapain mereka ke sini? hanya para pebisnis saja yang menjadi tamu undangan. Dari segi harta pun kau tak akan mampu menyaingi Izana apalagi segi fisik, kau akan bonyok di buatnya”
*Lagi lagi aku kalah dari Izana, kenapa selalu begini ya tahun. Hati ku sakit sekali*. Batin Samuel memendam rasa begitu sulit dan menyakitkan.
Tbc.
...Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu...
...Author sangat berterimakasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar....
__ADS_1