Begal Terpaksa Menikah

Begal Terpaksa Menikah
Part 56.


__ADS_3

Guyuran air membasahi Winda yang tengah mandi sambil bernyanyi lagu asal yang diciptakan sendiri.


“Aturan adalah hal yang harus dituruti 🎶 selama aku jalan di jalan kebenaran ibu akan bangga 🎶 ayah apa kau disiksa di neraka panas setelah membunuh ibu 🎶 oh Tuhan aku adalah anak yang baik membalaskan dendam ibu 🎶 berikanlah aku berkat dalam hidup ini 🎶”


BUGH... BUGH BUGH.


Belum selesai Winda bernyanyi dia mendapatkan serangan dari belakang menggunakan centong air. BUGH... BUGH Pukulan itu membabi buta tidak memberi jeda hingga alat yang digunakan pecah.


SRAK!


“AW TOLONG!!!”


Pecahan dari centong itu digunakan pelaku untuk menusuk mata Winda hingga wanita itu terjerit.


“TATI KAU GILA!”


Winda memegang sebelah matanya yang sudah tidak bisa digunakan untuk melihat, dia semakin terkejut ketika menyadari Tati sudah mencopot keran air bersiap memukulnya.

__ADS_1


“Mati kau mati kau, MATIIIIII!”


Penganiayaan itu terhenti saat petugas datang, Tati ditahan sedangkan Winda dilarikan ke bidang perawatan dan kesehatan tahanan.


.


.


“Eh dengar enggak sih si Winda?”


“Kenapa dia?”


“Ih Tati seram ya, dengar-dengar dia mendorong temannya sendiri agar ditabrak mobil maka dari itu dia di penjara.”


Kejadian pagi itu menjadi gosip hangat bagi narapidana, tidak hanya di tahanan wanita namun juga di tahanan pria ikut menggosip di waktu makan siang.


Di sisi lain Tati mendapat hukuman dikurung di ruang isolasi setidaknya selama satu bulan ke depan. Bagi tahanan hukuman ini adalah hukuman yang paling mengerikan, sebuah ruangan sempit yang bahkan untuk meluruskan kaki saja tidak bisa. Satu ruangan dengan kloset dan bahkan tidur di dekatnya, di dalam ruangan itu siang ataupun malam jadi pertanyaan.

__ADS_1


“Sempit, borgolnya enggak dibuka dan untuk apa mereka mengawasi ku lewat CCTV itu? Apa mereka juga akan mengintip ku berak?. Ah sudahlah, di sini akan lebih baik dari pada di luar, Winda pasti akan membunuh ku pasti. Setidaknya selama satu bulan ini aku aman. Eh noda apa ini didinding” Pandangan Tati terpaku pada dinding kotor yang berbecak-bercak.


Tiga hari kemudian....


“KELUARKAN AKUUUU!”


Tati merasa kacau, dia tidak tahu ini siang atau malam, bahkan saat gatal pun dia tidak bisa menggaruk karena borgol, kaki tidak bisa diluruskan, parahnya dia harus mencium bau kotorannya sendiri dan tidur dengan tubuh yang terlipat, benar-benar menyiksa, hanya duduk diam saja sepanjang hari yang bisa ia lakukan tanpa mengapa-ngapai.


Seminggu..


Dua minggu....


Kekacauan pun terjadi, Tati menggila ingin mengakhiri hidupnya sendiri. Dia mengantuk-antukkan kepalanya di dinding, sekarang dia mengerti apa arti noda kotor yang tertempel itu. Darah, itu adalah darah tahanan yang sudah kehilangan akal sehat sekarang Tati melakukan hal yang sama.


Saking kacaunya Tati menarik rambut sendiri hingga petugas datang membotak kepala Tati, tangannya diborgol ke belakang dan hukuman ditambah karena mencoba bunuh diri.


Dia meringkuk tidak berdaya sambil bergumam pelan. “Aria maaf? Aku tidak ada niat untuk mendorongmu waktu itu. Tolong jemput aku selamat kan aku dari sini, kau gadis yang baik kan? Kau pasti akan memaafkanku.”

__ADS_1


tangisan Tati terdengar begitu pilu, dia benar-benar sudah hampir gila.


Tbc.


__ADS_2