Begal Terpaksa Menikah

Begal Terpaksa Menikah
Part 124


__ADS_3

Setelah cukup lama mengobrol dengan Izana, Samuel pun pamit pulang, ada pekerjaan lain yang harus dia selesaikan.


Saat melewati koridor bawah dia kembali melihat wanita cantik yang dia tabrak tadi. Wanita itu sedang berbicara dengan seorang laki-laki, dia menunjuk-nunjuk sebuah kertas di tangan laki-laki itu seperti menyuruh sesuatu, sayangnya Samuel tidak dapat mendengar apa yang dikatakan wanita itu.


“Karyawan seperti itu pasti populer,” ucapnya yakin.


“Jelaslah Pak cantik begitu, Bapak tertarik ya? Nanti saja Pak kita punya banyak pekerjaan yang belum diselesaikan,” saran sekretaris.


Ini bukan saatnya Samuel untuk bersantai dia harus pergi sekarang.


Sementara wanita yang dimaksud Samuel itu tengah menggerutu. “Zin suda kubilang kan manga yang ini. Imi gambarnya sudah jelas loh, kok kamu malah salah beli?” tunjuk Aria pada kertas yang menampilkan beberapa gambar sampul komik yang baru saja rilis.


“Maaf Nona, saya akan cari lagi.”


“Makanya dilihat contohnya baik-baik.”


”“Iya Nona, ayo kita kembali ke ruangan pak Izana, dia sudah selesai meeting tuh. Nanti Anda dimarahi karena terlalu lama ke luar.”


“Kamu tuh yang salah.”


“Jadi manga-manga ini mau diapakan, Nona?”


“Bawa saja aku akan tetap baca.”


(Manga adalah komik atau novel grafik yang dibuat di Jepang atau menggunakan bahasa Jepang, sesuai dengan gaya yang dikembangkan di sana pada akhir abad ke-19. [~Kopas goggle])


__ADS_1


Aria masuk kembali ke ruangan Izana bersama Zin yang membawa kardus, rupanya Izana sudah ada di dalam.



“Sudah selesai cek barangnya?” tanya Izana, dia mengizinkan Aria keluar karena ditemani Zin.



“Sudah, tapi Zin salah pesan.”



“Ya sudah tinggal pesan lagi.”



“Engga apa-apa deh, ini juga aku mau baca.”




“Zin kau pergilah istirahat di ruanganmu.”



“Baik, Pak.”

__ADS_1



Setelah Zin keluar, Izana berjalan untuk mengunci pintu. Barulah dia bisa tenang bekerja, biarkan saja Aria sibuk sendiri di sana yang penting tidak keluyuran kemana mana.



Sementara itu Samuel terus terbayang bayang oleh wajah cantik Aria. “Sial apa aku ini memang pandang fisik ya.”


Pertanyaan itu muncul karena perasaan Samuel juga muncul sebab kagum akan kecantikan Aria. Seandainya dia tahu kalau wanita yang dia bayangkan itu istri dari temanya Izana.


Apakah mereka akan bersaing dalam hal wanita juga? Tidak, Samuel sudah kalah sebelum memulai. Sepertinya julukannya yang tak pernah bisa menang dari Izana memang benar.


Tapi lelaki ini tidak tahu dan terus saja memuji bertapa cantiknya wanita tadi. “Aku akan tanyakan Izana tentang karyawan itu di pertemuan selanjutnya.”


“Pak Anda masih membayangkan wanita itu?”


“Iya.”


“Wanita secantik itu pasti sudah memiliki pacar.”


“Pepatah pernah mengatakan sebelum janur kuning melengkung, masih bisa ditikung. Iya enggak? Eheh.”


“Ya saya harap janur kuning masih lurus,” ucap datar sekretaris Samuel.


Samuel melupakan kalau bukan pertama kalinya dia bertemu wanita itu, hanya saja gayanya yang berbeda membuat asing.


Tbc.

__ADS_1


Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu.


Author sangat berterima kasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar.


__ADS_2