Begal Terpaksa Menikah

Begal Terpaksa Menikah
Part 79


__ADS_3

Apa kalian pikir Aria akan baik-baik saja sekarang? Tidak! Dia bahkan tampak lebih buruk, kondisi ini benar-benar mengganggunya. Terhitung tiga hari Aria banyak diam tidak seperti biasa, dia kehilangan semangat.


Kata orang waktu bisa menyembuhkan luka yang tidak mengeluarkan darah, tapi sampai kapan? Merasakan suasana sepi seperti ini saja Izana sudah merasa sangat kehilangan meskipun Aria masih tetap di situ.


“Sayang sampai kapan kau seperti ini?” tutur Izana memeluk tubuh Aria yang tadinya gadis itu hanya melamun.


“Apanya, Bang?”


Dia memang selalu menjawab jika ditanya namun di balik itu dia mencoba untuk terlihat baik-baik saja, senyumnya itu palsu!


“Ah sudahlah, mau jalan-jalan?”


“Enggak deh aku mau di rumah saja.”


Lihat kan? Kesedihannya tampak begitu jelas, tidak cukup disembunyikan dengan senyum. Di mana Aria yang biasanya menuntut untuk jalan-jalan keluar?


“Abang mengerti, abang keluar dulu ya.”


“Iya jangan pulang larut malam”


“Kamu mau titip apa?”


“Enggak ada.”


Izana tersenyum tipis menanggapi, seperti biasa sebelum keluar terlebih dahulu dia mengecup kening Aria.


Cup


“Bang?”


“Iya.”


“Badan Abang panas, Abang demam ya?” Tangan Aria terulur mengecek kening Izana, dia merasakan hawa panas dari bibirnya Izana tadi.


“Enggak, memang sedikit panas saja.”


“Tapi panas banget loh, Bang.”


“Enggak apa-apa kok.”


Begitulah, Izana tidak mau mengakui kalau dia memang sedang sakit. Dia ingin terlihat kuat di saat istrinya sedang rapuh.



__ADS_1


Sore itu Izana mencari sesuatu yang biasa bikin wanita bahagia, Uang? Ya itu, tapi dipercantik lagi. Sesuatu yang berkilau akan lebih baik, perhiasan mungkin?



Izana pergi ke toko perhiasan, ada satu kalung yang menarik perhatiannya tapi harganya.. mahal!



“Benaran nih Mbak?”



“Iya Bang, atau Abang mau yang lebih mahal lagi?”



Tampang Izana tidak membiarkan orang berpikir kalau dia miskin, mbak penjaga toko sangat yakin Izana punya uang maka dari itu dia mengeluarkan beberapa koleksi terbaik mereka.



“20 juta yang benar saja? Uangku mana cukup” Tapi Izana sangat menginginkan kalung dengan berlian kecil itu sebagai hadiah. “Tinggalkan ini untuk saya Mbak, nanti saya balik lagi.”



Baiklah! Dia akan merampas lagi malam ini.


.


.



Kali ini caranya sedikit kasar, karna kepala Izana sudah cukup berat untuk membuang banyak waktu.



“Awww,” rintih si korban meraba kepalanya yang benjol. Barusan sesuatu mengganggu roda motor yang tengah berputar, akibatnya dia yang jatuh.



“Kayu? Kenapa ada kayu di banku?” Dia menarik kayu yang mengganggu perputaran roda.



Izana datang mendirikan kembali motor itu.

__ADS_1



“Terima kasih ya dek sudah bantu.”



“Pergi sana, sekarang motor ini milikku.”



“Hah a-apa!” Kaget si korban, tadi dia sempat mengira Izana berniat membantunya namun ternyata salah, malahan Izana lah yang melemparkan kayu pada ban motor.



Brum~



“Tolong maliiiing!” teriaknya. Memang ada orang ya di sekitar sini? Izana adalah si begal dengan rencana matang dia tidak akan selalai itu, tingkat ketelitiannya sangat tinggi.



Namun....




Izana jatuh, bukan karena disergap orang ataupun menabrak sesuatu. Tapi Izana pingsan karena kepalanya pusing dan tubuhnya menggigil, ingat dia sakitkan? Izana terlalu memaksakan diri.



Apa ya reaksi si korban? Apa dia tengah tertawa sekarang?



Tbc.



Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu



Author sangat berterima kasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar.

__ADS_1


__ADS_2