Begal Terpaksa Menikah

Begal Terpaksa Menikah
Part 85


__ADS_3

Izana benar-benar dapat bebas tanpa perlu bersusah payah, memang ya kekuasaan dan uang itu sangat mengerikan.


Sebelum membuka pintu Izana terlebih dahulu dipanggil oleh tetangga.


“Izana.”


“Iya?” Izana berbalik untuk melihat siapa yang barusan memanggil.


Seorang ibu-ibu dengan langkah yang sedikit cepat berjalan ke arah Izana. “Aria kenapa? Semalam setelah bapak-bapak keluar dari rumah ini ibu datang mau kasih rendang tapi enggak dibukakan pintu sama dia, padahal ibu tahu dia ada di dalam loh, tanyai ya sama Aria memangnya ibu salah apa hingga Aria enggak mau buka pintu buat ibu, mana tahu kan ada salah kata yang buat dia tersinggung.”


“Tunggu! Bapak-bapak ada datang Buk?”


“Iya, pakai mobil mewah dia. Tapi semalam kayanya dia diusir sama Aria, didorong keluar bapak itu. Jadi bahan gosip loh sama tetangga lain.”


Nih ibu-ibu mau kasi rendang pasti niatnya mau kepo, tapi bukan itu yang Izana pikirkan dia mengeluarkan kunci dan membuka pintu rumah bersama si ibu yang ingin masuk tapi tidak sempat karena Izana menutup pintu terlebih dahulu.


“Sayang.”


“Dari mana aja?” Aria menjawab dengan wajah yang disembunyikan di bantal.


“Hmm tetangga bilang ada bapak-bapak yang datang semalam, siapa?”


“Pak Adam.”

__ADS_1


“Kok kamu bukai pintu sih?”


“Theo datangnya telat, aku juga tidak tahu.”


Izana menarik Aria agar bisa melihat wajah yang disembunyikan itu, tampak cantik tapi matanya basah. “Apa yang dia katakan semalam?”


Jika seperti ini Aria tidak bisa berbohong, sambil terisak Aria menceritakan semua, dari awal Adam datang hingga berakhir diusir.


“Kita pindah rumah ya,” saran Izana, biasanya Putri akan bertindak sendiri jika Adam membawa tangan kosong, sebelum itu terjadi lebih baik pergi.


“Kenapa harus pindah rumah?”


“Mereka sudah tahu alamat ini, ke depannya pasti akan datang lagi.”


“Tapi aku tidak mau.”


“Kau mau Putri berbuat jahat padamu?”


“Di sini berdekatan dengan tetangga, Putri tidak berani macam-macam dengan ku di daerah.”


Memang sih orang daerah ini sudah banyak mengenal Aria dan Izana, kalau mereka pindah mungkin tetangga baru tidak akan peduli pada orang yang baru dikenali mereka.


“Baiklah tapi nanti walaupun keluar hanya untuk belanja di warung buk Emi kau harus Izin dengan ku terlebih dahulu.”

__ADS_1


“Hah? Warung buk Emi kan dekat.”


“Iya atau tidak?!” tegasnya.


Aria menelan ludahnya kasar. Tapi masa sih hanya ke warung buk Emi ditemani Izana? Kalau enggak seperti itu Izana pasti memutuskan untuk pindah saja, mungkin ke hutan atau ke kutub utara, jauh dari peradaban manusia.


“I-iya.”


“Janji?”


“Janji.”


“Ingat ya hanya boleh keluar dengan aku aja, walaupun dengan Sari tidak boleh. Kalau mau main, main di sini saja enggak usah ke mana-mana.”


“Memangnya aku anak kecil apa?” batin Aria yang tidak berani bersuara.


“Dah cepat buka baju.”


“Hah! Buat apa?”


“Biasalah kayak engga ngerti aja, abang mandi dulu kamu tunggu ya jangan beralasan mengantuk lagi.”


Tbc.

__ADS_1


Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu


Author sangat berterima kasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar.


__ADS_2