
Sesuai kata Izana, Zin benar benar melakukan peran nya sebagai CEO sementara. Hari ini ada pertemuan di restoran bersama kolega yang sebelumnya.
Zin datang dengan sekretaris ke dua Izana. Para pria berdasi sudah ngumpul di meja yang sudah di pesan khusus oleh pak Vincent.
“Jadi pak Izana tidak bisa datang?”
“Iya, dia ada kesibukan lain untuk sementara saya akan menggantikan nya”
Banyak hal yang mereka bicarakan di sana hingga akhirnya selesai juga pembahasan itu, Zin mau pamit undur diri tapi malah di tahan oleh Samuel.
“Boleh minta waktunya sebentar?”
“Ada apa?”
“Duduklah dulu”
Zin memenuhi permintaan Samuel, mungkin ini penting.
“I-itu, siapa karyawan yang paling populer di kantor mu?”
“Dona”
“Apa dia cantik?”
“Iya lumayan”
“Kamarin aku ada melihat kau dengan seorang wanita cantik tengah bercakap, apa dia namanya Dona?”
Zin berpikir sebentar, dia memang ada bercakap dengan Dona, malahan sering kerna Dona adalah bendahara. “Iya, memang nya kenapa?”
“Aku tertarik dengan wanita itu, apa dia sudah punya pacar?”
“Aku enggak tau soal itu, kau tanyain sendiri deh”
“Mana nomor HP nya, aku boleh minta?”
“Baiklah aku akan berikan tapi jangan bilang ke dia ya, semoga sukses”
Setelah dapat nomor Dona, Samuel senyum senyum tidak jelas. Sedangkan Zin sudah pergi dia masih tetap di tempat.
“Hubungi sekarang gak ya? tapi mungkin dia sedang sibuk ini kan masih jam kerja” Samuel ragu untuk menghubungi, mungkin nanti malam saja di saat semua orang sedang istirahat.
Pukul delapan malam Samuel uring uringan melihat HP nya sendiri. “Ah aku gugup” Samuel telah menekan tombol hijau, tinggal menunggu di jawab saja.
“*Halo ini siapa*?”
Ah suaranya lembut banget, Samuel jadi semakin gugup. “Ini benar Dona?”
“*Iya*”
“A-aku Samuel”
__ADS_1
“*Samuel yang mana ya, kayaknya aku gak punya kenalan yang namanya Samuel*”
“Kemarin aku yang menabrak mu, ingat?”
“*Aku tidak ingat*”
“Baiklah, kalau ku katakan kalau aku Samuel anak pak Jakar apa kau tau?”
“*I-iya aku tau, belum lama anda datang ke kantor kami kan? ada keperluan apa pak menghubungi saya*?”
“Jangan formal begitu ini tidak ada urusannya dengan pekerjaan kah bisa santai saja”
“*Baiklah*”
“Kemarin aku ada lihat kau, sepertinya aku tertarik”
Mungkin di sebrang sana Dona jingkrak jingkrak kesenangan, dia sudah pernah melihat Samuel, tampang nya lumayan juga.
“Mau gak ketemuan”
“*Kapan*?”
“Malam besok kita makan malam bareng, kamu gak sibuk kan?”
“*Engga kok*”
“Yaudah besok di restoran B ya jam delapan”
“*Iya*”
__ADS_1
Setelah panggilan berakhir Samuel lompat lompat di atas kasur, dia begitu senang dan tidak sabar menunggu besok.
...\*\*\*...
Doenggg~~
Samuel berusaha menyembunyikan ekpresi kecewanya, kalian tau apa yang terjadi. Wanita yang sekarang duduk di hadapan nya ini bukan wanita yang dia inginkan, tapi kerna sudah terlanjur tidak mungkin dia mengusir nya, biarkan untuk malam ini dia makan bersama Dona.
“Ada apa pak? sepertinya anda kurang sehat”
Dona memang cantik tapi menor banget, gayanya juga terlihat ribet berbeda sekali dengan apa yang Samuel inginkan.
“Tunggu sebentar ya aku mau ke toilet”
\>\>\>
Sampai di toilet Samuel menghubungi Zin. “Zin bukan cewek ini yang ku maksud!”
“Yang mana dong? aku juga tidak tau”
“Hiss masa sih gak tau, padahal dia cantik banget loh. Kemarin aku ada lihat kau berbicara dengan dia”
“Yang mana sih? aku banyak bicara dengan orang. Ya mana ngerti aku dengan wanita yang kamu maksud”
“Ah sudahlah!”
Tut.
Samuel kesal, dia langsung mematikan HP dan kembali lagi ke Dona di depan sana.
Tbc
...Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu...
__ADS_1
...Author sangat berterimakasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar....