Begal Terpaksa Menikah

Begal Terpaksa Menikah
Part 69


__ADS_3

Suasana di lapangan sangat ramai, berbagai macam cosplayer dikerubungi oleh penonton untuk berfoto. Berbeda dengan Aria yang tampak senang Izana tampak biasa saja, sejatinya dia tahu anime tapi hanya sekedar tamu.


“Ganteng banget aku mau foto.”


“Enggak! Gantengan juga aku. Mereka cuman sekumpulan orang ber make-up, sini yuk foto sama abang aja.”


“Abang apaan sih namanya juga cosplay, kalau Abang aku setiap hari juga liat. Itu aku mau foto sama Orochimaru!”


Aria berlari bergabung dengan sekumpulan cewek yang minta foto.


Plak


Izana menepuk jidatnya sendiri melihat kelakuan Aria yang sama seperti sekumpulan cewek di sana.


“Orochimaru aku juga mau foto boleh?”


“Cewek-cewek minggir dulu, nona telinga Panda ini duluan ya,” katanya memprioritaskan terlebih dahulu Aria.


“Bang foto in aku dulu,” panggil Aria pada Izana yang melihat di sana, fokus cewek-cewek yang mengantre pun tertuju pada Izana. Tiba-tiba...


“Aaa ganteng banget aku mau foto sama dia sajalah.”


“Aku juga.”

__ADS_1


“A-apa! Jangan itu suamiku!” Aria berlari mencoba menyelamatkan Izana yang dikerubungi cewek-cewek. Dada mereka menempel di lengan Izana, membuat Aria cemburu buta.


“Jadi fotonya enggak,” tanya si cosplayer memegang tangan Aria yang mencoba menyingkirkan para cewek dari suaminya.


“Lepaskan! Bantu aku menghalau para lebah ini.”


Izana menahan tawanya melihat Aria sibuk sendiri mendorong para gadis untuk menjauh, dia pun semakin menikmati bagaimana istrinya itu berusaha menyelamatkannya.


Dengan sengaja Izana merangkul pinggang salah satu dari mereka guna membuat Aria cemburu.


“Bang! Apa-apaan tanganmu itu!”


Sungguh hal mana lagi yang lebih menyenangkan dibandingkan melihat istri cemburu? Izana bersyukur dia datang ke sini.


Srek


Dengan santai Aria membuka resleting jaketnya lalu membuangnya ke sembarang arah, tanktop crop putih menjadi satu satunya penutup bagian atas tubuh Aria.


Bahu sempit putih mulus dihiasi rambut panjang sampai pinggang, tulang selangka yang menonjol indah bahkan pinggang ramping impian setiap cewek adalah gambaran Aria saat ini.


Izana jadi gelagapan berlari memungut jaket Aria lalu langsung memasangkannya dengan nafas yang terengah-engah.


“Aww,” pekik Aria ketika tangannya ditarik kasar oleh Izana, pria itu tampak menahan emosi yang bisa meledak kapan saja.

__ADS_1


“Bang lepasi aku belum mau pulang!”


Tidak ada jawaban dari Izana hingga dia mengangkat tubuh Aria untuk naik di atas motor, posisinya bukan Aria di belakang melainkan di depan berhadapan dengan Izana duduk di pangkuannya, bisa kalian bayangkan? Dalam posisi itu Aria tidak mungkin bisa lepas, ingat motor mereka motor sport.


“Hiks Bang aku belum mau pulang. Aku minta maaf, abang sih tadi yang duluan” Rengeknya namun motor sudah menyala tanda Izana tidak mau mendengar alasan apa pun.


“Selalu saja begini, Abang bersikap sesuka abang tapi aku tidak boleh ini itu.” Suara Aria terdengar gemetar, dia menangis menyembunyikan kepalanya di dada Izana.


Bunyi motor tidak terdengar, itu artinya Izana mematikan motornya. “Jangan lakukan itu lagi.”


“Emm.”


“Janji tidak mengabaikanku?”


“Iya.”


“Foto sama cosplayer boleh tapi jangan menempel-nempel, sisakan jarak untuk mobil lewat.”


“Hah!”


“Bercanda, yang jelas jangan bersentuhan saja.” Izana menghapus air mata Aria, lalu kemudian menurunkan Aria dari pangkuannya, mereka siap untuk jalan kembali.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2