
Pernahkah kalian melihat laki-laki yang terus bergonta-ganti pasangan dengan bebasnya walaupun punya istri? Di sini pagi-pagi Dendy si pemuda berusia 24 tahun sudah berada di dalam kafe menikmati secangkir kopi hangat dan juga roti sandwich sebagai serapan.
Matanya melirik ke sana kemari mencari sosok yang menjadi alasan dia datang ke sini.
"Ehem permisi," ujarnya, Moon yang dipanggil pun datang menghampiri.
"Iya?"
"Itu karyawan yang satu lagi mana?"
"Maksudnya Aria?"
"Iya itu."
"Dia sudah berhenti dua hari yang lalu."
"Hah kenapa?" ucapnya yang tanpa sadar menggobrak meja.
Kerna mendengar suara keras Sesil pun datang takut ada keributan di kafe nya. "Ada apa Moon?"
"D-dia mencari Aria."
Sesil melirik Dendy dari atas sampe kebawah, rasanya dia mencium bau-bau uang namun ada aroma busuk seorang hidung belang juga.
"Cocok nih dipelorotin," batinnya berucap menargetkan mangsa baru.
__ADS_1
"Siapa namamu? Aku Sesil." Gelagat Sesil tiba tiba berubah jadi centil. Yang pada dasarnya udah hidung belang tentu saja kegirangan jika melihat wanita yang seperti tertarik dengannya.
"Aku Dandy, boleh aku minta no WA-mu?"
"Emm boleh, kita ngobrol ngobrol dulu yuk mana tahu cocok hehe."
Sesil membawa Dendy ke dalam ruang privasinya, sedangkan di sini Moon hanya bisa menggelengkan kepala saja. Dia sudah tahu tujuan buaya betina itu, penampilan Sesil memang menarik dia lumayan cantik dan manis hanya saja wanita itu adalah wanita nakal, itu menjadi hal minus bagi Sesil yang bahkan bisa membuka lapangan kerja sendiri.
***
Pasutri baru ini tengah malas-malasan di teras rumah, cuaca hari ini panas namun anginnya menyejukan. Hal itulah yang membuat Aria dan Izana nyaman bersantai di luar.
"Bosan benget, bang enaknya kita ngapain?"
"Bercinta,” jawab Izana.
"Sini tidur siang," ajaknya melebarkan kedua tangan. Langsung saja Aria masuk ke dalam dekapan itu tidak perduli siapa yang akan melihat mereka nanti.
"Ehem permisi~"
Lagi enak-enaknya bermesraan suara itu mengganggu mereka, Aria keluar dari dekapan Izana untuk menyambut tamu tak undang itu.
"Oh Sari, ada apa Sar?" ujar Aria, namun kemudian dia salfok dengan penampilan Sari yang terlampau terbuka.
"Aku ke sini kerna bosan, sekalian mau main denganmu, Aria."
"Wow pakainmu terbuka banget."
__ADS_1
Sari menggunakan celana Jeans pendek dengan baju yang sedikit terbuka di bagian dadanya. Tubuhnya bagus dan kulit eksotis nya juga keren, dia memakai kacamata hitam di matanya, vibesnya memang kaya orang barat.
"Hari ini panas banget gak sih, aku gerah aja."
"Tapi kau tampak bergaya."
"Benarkah? Ini aku pakai kacamata kerna silau, mataku jadi berair."
"Oh iya juga sih hari ini teriknya luar biasa iya kan Bang?" Seketika mata Aria melotot melihat saat ia menoleh ke Izana ternyata suaminya itu menatap dada Sari yang basar.
Plak!
Aria menampar Izana pelan. "Mata aobang ke mana sih!?"
"I-itu ada taik cicak tadi."
"Alasan aja, mana ada taik cicak. Maaf ya Sari, biasalah laki-laki kalau liat dada otaknya ikutan lembek."
"Iya gak apa-apa."
Sebenarnya dalam hati Sari kesenangan, dia memang sengaja berpakaian minim seperti ini untuk Izana, untung lah dilirik kalau tidak akan sia-sia saja dirinya yang sudah bergaya.
Tbc.
...Like dan Vote sebelum lanjut.....
__ADS_1