Begal Terpaksa Menikah

Begal Terpaksa Menikah
Part 107


__ADS_3

Zin pun undur diri, tinggallah Aria dan Izana berdua saja. Aria melonggarkan pelukannya ingin lepas tapi ditahan kembali oleh Izana.


“Begini saja dulu.”


“Aku lapar.”


Izana melepaskan pelukannya membiarkan Aria menyajikan bekal siang di atas meja dekat sofa tamu. “Sudah siap, ayo bang makan.”


Izana berjalan kemudian duduk dekat Aria, wanginya sangat enak membuat cacing di perut Izana langsung demo. Kruuuk~ Aria langsung memandang arah perut Izana sedangkan orangnya malah tertawa.


“Sayang suapi, ya.”


“Suap sendiri, aku juga mau makan.”


“Sepiring berdua loh sayang biar romantis.”


“Ya elah bang, ya sudah nih nganga.”


>>>


Selesai makan Izana bersendawa tanda dia kekenyangan, dia terguling di atas sofa seperti pacat gemuk.


“Ahh makan disuapi istri memang yang paling the best.”


“Jadi.. bagaimana dengan Cindy?”


“Apanya?”


“Gadis itu bilang, semalam Abang mengambilkan lipstiknya yang jatuh, bahkan kalian bersentuhan tangan kayak yang di drama.”


“Oh itu abang enggak sengaja.”

__ADS_1


“Apakah kalian saling jatuh cinta?”


“Astaga apa-apaan itu, ya enggaklah!”


“Tapi di drama kayak begitu.”


“Sayang itu kan drama, kamu kebanyakan nonton drakor.”


Bagaimana enggak banyak menonton kalau Aria hanya berdiam diri saja di rumah. Keluar pun hanya ke rumah sakit kalau enggak itu harus pergi sama Izana.


“Dia menyukaimu, Bang.”


Huh~ Izana menghembus napas pelan. “Sayang abang enggak bisa melarang orang suka sama abang itu hak mereka dan perasaan mereka. Yang penting tuh abang setia sama kamu.”


“Kayak omongan buaya darat.”


“Cemburu ya? Duh istriku cemburu bagaimana ini, mau bercinta?” Izana duduk menatap mata sama mata dengan Aria.


Aria menampar Izana pelan. “Ini di kantor ya, jangan macam-macam!”


“Engga apa-apa pintunya kan bisa dikunci”


“Enggak mau.”


“Ayolah bentar aja.” Izana menahan tangan Aria yang ingin berdiri, ditariknya hingga Aria jatuh di atas tubuhnya lalu didekap hingga enggak bisa terlepas lagi.


“Bang di rumah aja nanti.”


“Di rumah sudah sering di sini belum.”


“Padahal aku baru pertama kali loh datang ke sini, biarkan aku perkenalan dulu.”

__ADS_1


“Ya sudah cium aja dulu ok.”


“Hmm.”


Aria ******* bibir Izana, ingat posisinya di atas dengan tangan Izana yang memeluk pinggangnya. Kemudian Izana membalik posisi jadi Aria yang di bawah, Aria menggulungkan tangan di leher Izana.


Mereka hanya sekedar ciuman saja tidak lebih, kalau lebih pun tangan Izana yang meremas squishy kembar yang lembut.


“Kok rasanya tambah besar ya?”


“Abang tiap hari ngempengin ya jelas lah. Ahh is, bang sudah jangan diremas lagi.”


“Enak banget jadi lebih besar empuk begitu, tapi kok tonjolannya lebih menonjol jadi agak gelap begini, biasanya pink.”


“Enggak tahu akhir-akhir ini jadi gatal juga. Sudah ah Bang nanti ada yang masuk liat dadaku bagaimana?”


Reflek Izana menurunkan dress Aria yang tersingkap, dia lupa mengunci pintu tadi untunglah tidak ada yang masuk, bisa mati tuh orang kalau lihat aset berharganya.


“Nanti pulangnya serempak abang aja.”


“Sore dong?”


“Iya, nih ipad buat nonton biar enggak bosan.”


Aria menerima ipad itu, dia memang mau nonton sepulang dari sini, karena tidak pulang jadi nonton saja di sini selagi Izana kerja. Agar tidak mengganggu Izana, Aria menggunakan headset.


Tbc.


Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu.


Author sangat berterima kasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar.

__ADS_1


__ADS_2