Begal Terpaksa Menikah

Begal Terpaksa Menikah
Part 102


__ADS_3

Bagai roda kehidupan yang berputar, Adam kini berada di bawah. Hidup di rumah kecil dengan uang yang sangat terbatas, semua kekayaan sudah kembali pada tuan asli.


Putri terus terusan merengek tidak Terima, mereka sempat datang ke rumah bak istana yang pernah menjadi tempat berlindung untuk meminta kesempatan pada seseorang yang mengusir mereka. Tapi rumah itu ditempati orang lain, yang artinya Izana menjual rumah itu.


“Aku akan membujuk Izana sekali lagi” Kata Adam.


“Sudahlah, kau sudah cukup mempermalukan dirimu sendiri di hadapan anak itu. Hidup seperti ini juga tidak buruk, kita masih bisa makan dengan gaji kecilmu,” ujar Amik, dia tidak begitu mempersalahkan hidup miskin.


Adam melirik Putri yang tengah merajuk, dia merasa kepanasan di sini, tidak ada AC yang ada hanya satu kipas angin kecil.


“Putri.”


“Cih Papa tidak berguna,” hinanya.


Plak!


“Amik!” Adam panas melihat Putri ditampar Amik, tapi menurut Amik Putrilah yang keterlaluan.


“Adam kau diam dulu! Nih anak memang perlu di kasari. Putri kau anak yang tak tahu diuntung, ini semua gara-gara kau! Izana sebenarnya tidak tertarik dengan harta tapi melihat kalian yang terus bertingkah, dia menarik semua miliknya, tahu rasa kalian!”


“Hiks IBU TIDAK MENGERTI AKU!”


Plak plak! .. Dua tamparan lagi tertanam di pipi Putri. “Kau berani membentak ku ya! Papamu sudah tidak punya apa-apa untuk sok berkuasa denganku, kau jangan macam-macam ya, Putri.”

__ADS_1


“Amik hentikan!”


“Adam aku ini masih cantik, bisa saja aku meninggalkan mencari pria lain.”


Adam tidak berkutik, Amik bertahan selama tiga bulan ini saja sudah seharusnya dia bersyukur. Selama menjadi nyonya Amik tidak pernah memasak, tapi kini dia harus mencari ide masakan yang hemat tapi tetap enak.


“Ibu jahat.” Putri lari ke kamar. Dia menangis beberapa menit kemudian membuka HP mencari hiburan.


“Gelang ini cantik banget,” gumamnya melihat online shop barang brandit. “Aku harus apa biar bisa punya banyak uang?”


.


.


Satu jam kemudian Putri keluar dari kamar dengan penampilan rapi. “Mau ke mana kau Putri?” tanya Amik sedangkan Adam sudah pergi bekerja.


Amik biarkan saja, karena anak itu sudah terbiasa seperti itu. Dia terlampau bebas, sampai Amik merasa kalau melarang Putri rasanya seperti mengekang Putri.


“Dasar anak liar,” gumam Amik menatap punggung Putri.


>>>


Sesampainya Putri di depan sebuah bangunan, dia masuk tanpa ragu.

__ADS_1


“Permisi aku Putri yang ingin mendaftarkan melalui chat tadi.” Putri mendekati bartender.


“Kau yakin mau Nona?”


“Iya aku yakin.”


“Perawan?”


“Enggak.”


“Baiklah sepertinya kau pengalaman, ayo ikut aku.”


Sudah bisa menebak apa yang ingin Putri lakukan? Dua kata yaitu Open B0. Ini salah satu cara cepat mendapatkan uang tanpa menunggu bulanan.


Saat Putri berada di suatu ruangan, dia melihat seorang pria yang mungkin berumur 40an tengah bersama wanita yang dikenal.


“Kenapa ke sini mbak sudah jatuh miskin ya? Ahahah, aku liat profilmu makanya aku datang ke sini untuk memastikan, ternyata benar yang mendaftar itu kau.”


“Kenapa kau di sini Sesil?”


“Oh ini aku sedang menemani pacarku, iya kan sayang.” Sesil memeluk lengan pria yang hampir setengah abad itu. Namanya juga Sesil, dia koleksi pria kaya dari berbagai macam daerah.


Tbc.

__ADS_1


Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu.


Author sangat berterima kasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar.


__ADS_2