Begal Terpaksa Menikah

Begal Terpaksa Menikah
Part 78


__ADS_3

Mungkin sial atau apa, hari ini di saat Aria berbelanja bahan makanan ditemani Izana dia bertemu dengan putri. Bersembunyi? Sudah terhambat, Putri sangat jelas melihat mereka


“Izana.. akhirnya!”


Dia berlari dari sana langsung memeluk Izana, ya! Dia adalah orang yang pertama melihat Izana dan Aria. Sungguh Aria muak dengan Putri sejak cerita Izana tentang masa lalunya, dan seberapa jahatnya wanita itu.


“Lepaskan dirimu!” Aria menarik kasar tubuh putri yang menempel di Izana kemudian menggandeng tangan Izana posesif.


“Aria! Hai kita bertemu lagi tapi... kenapa kalian bareng?” Putri memasang wajah dengan senyum kikuk, perasaannya sudah gusar melihat kedekatan Aria dan Izana.


“Dia suamiku, kemarin aku diam saja karena menghargai perasaanmu tapi sekarang kau tahu kan?”


Tidak ada lagi raut mengenakan di wajah Putri, dia memandang Aria penuh kebencian. Sekarang Aria dapat melihat wajah asli wanita jahat itu, Izana menarik Aria ke belakangnya, sungguh dia takut sekarang, takut kejadian yang lalu terulang kembali.


“Belanjanya sudahkan? Ayo kita pulang,” ajak Izana menarik tangan Aria, namun terhenti ketika dengan cepat Putri berlari menghalangi jalan.


“Kau... Sama saja dengan Ella, aku kira kita bisa berteman ternyata tidak, mulai sekarang kau adalah musuhku!”


“Aku harap kau tak membunuhku seperti Ella,” sindir Aria, entah kenapa dia sekarang merasa jijik melihat Putri.


“Oh ternyata kau tahu ya, dasar wanita menjijikkan pengkhianat pertemanan kurang baikkah aku denganmu?”


Ada apa dengannya? Aku rasa dia memang tidak waras. Pandang Aria pada wanita yang seperti merasa bahwa dunia ini harus berjalan sesuai keinginannya.


Untuk saat ini lebih baik diabaikan karena Izana menyingkirkan Putri dari jalan.


“Mulai saat ini kau tidak boleh keluar sendiri, Putri adalah wanita gila.”


“Memangnya kapan aku keluar rumah dengan bebas?” jawab Aria, kemudian dia menoleh ke belakang, di sana masih ada Putri yang menatapnya tajam. Dasar wanita gila!




Selesai mengantar barang ke rumah Aria baru ingat kalau dia ingin mengecek kesehatan di rumah sakit, kalian pasti mengerti kan apa yang ingin di cek?


__ADS_1


“Bang ke rumah sakit yuk.”



“Untuk apa?”



“Kita periksa, sebenarnya kita ini bermasalah atau tidak.”



“Hais tidak selesai-selesai pembahasanmu tentang itu.”



“Enggak loh bang, aku cuman mau periksa biar tenang bukan untuk memaksa keadaan.”



Apa kalian tahu seberapa hancurnya Aria saat ini? Dia menangis deras setelah surat pernyataan dari rumah sakit keluar. Dia mandul! Tidak ada kata yang lebih buruk dari itu saat ini.




“Shutt sudah, bukankah hal ini sudah kita bicarakan kemarin?”



Izana mencoba menenangkan Aria walaupun jauh dalam lubuk hati terdalam merasa kecewa, siapa yang tidak ingin memiliki anak darah daging sendiri? Dia tidak bisa menyalahkan Aria, karena ini juga bukan keinginan Aria.



Izana mengelus punggung Aria pelan, perkataan saja tidak cukup menenangkan istrinya itu, dia perlu waktu.


__ADS_1


“Bang..”



“Iya?”



“Maaf ya, kau menikah dengan wanita cacat sepertiku.”



Deg. Seorang istri meminta maaf atas kekurangannya, adakah yang lebih menyedihkan dari itu? Lemas mendengarnya.



“Aria.”



“Hmm?”



“Jangan minta maaf, bukan salahmu.”



“Hihi sebagai seorang begal ternyata Abang cukup pengertian ya?” tawa Aria sembari menghapus air matanya.



Tbc.



Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu

__ADS_1



Author sangat berterima kasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar.


__ADS_2