Begal Terpaksa Menikah

Begal Terpaksa Menikah
Part 89


__ADS_3

Di tempat lain tepatnya di rumah Adam, anak tirinya tak henti-henti merengek hingga membuat pria ini pusing. Sudah beberapa kali diperingati namun Putri tak mau mengerti.


Keras kepala dan tak tahu diri, kata itu sangat cocok menggambarkan Putri yang hanya anak tiri namun berlagak bak tuan Putri.


“Papa lakukan sesuatu pada Aria!”


“Tidak bisa Nak, banyak pria di Dunia kau cari yang lain saja.”


“Tapi perusahaan atas nama Izana, mana bisa ku biarkan abang tiriku itu begitu saja. Aku adalah Putri hanya aku yang cocok jadi tuan putri bukan Aria!”


“Kerna kekayaan ini atas nama Izana, kita tidak bisa apa-apa, lebih baik kita diam dari pada membuat Izana marah, kau mau kita diusir!”


Putri menangis sedangkan mamanya hanya bisa gelang geleng kepala saja melihat kelakuan Putri yang terus terusan membuat masalah. Sayangnya Amik tidak bisa apa-apa, memarahi Putri sama dengan mencari ribut dengan Adam.


“Putri kamu masuk ke dalam kamar, biar mama yang bicara dengan papa”


Putri mengentakkan kaki kuat tanda dia marah lalu kemudian masuk ke dalam kamar membiarkan kedua orang tua berbicara empat mata.


“Ini salah kamu Pah,” ujar Amik langsung.


“Maksudmu?”

__ADS_1


“Sudah kubilang kan anak itu jangan terlalu dimanjakan, lihatlah bertapa bodohnya anak itu. Masukan aja dia ke dalam penjara biar tahu kalau dunia ini memiliki aturan bukan berjalan sesuai kehendak dia.”


“Amik lebih baik kau diam!”


“Terus saja kau bilang begitu, awas saja kalau sampai satu nyawa lagi hilang karena anak bodoh itu, aku tak segan-segan melaporkannya ke polisi berserta kematian Ella yang lalu.”


Plak!


Amik mendapat tamparan keras. Lihat kan? Selama ini Amik diam saja atas kelakuan Putri karena Adam yang akan main tangan jika Amik memarahi Putri.


“Kau sebegitunya merasa bersalah dengan putri kandungmu Zara, kan? Tapi Putri bukanlah Zara dia adalah Putri! Berhentilah memanjakan anak itu seolah Putri adalah bentuk penebusan dosamu!”


Plak!


“Kau tahu Adam, gara-gara kau aku membenci anak ku sendiri.” Amik pergi berlalu meninggalkan Adam sendiri.


Salahkah dia membenci anak sendiri? Dia benci karena anak itu selalu membuatnya sakit. Amik tak pernah menunjukkan bertapa bencinya ia pada Putri di hadapan anak bodoh itu.


“Putri,” panggil Amik memasuki kamar Putri.


“Mama, jadi apa kata ayah.”

__ADS_1


“Kau lihat pipi mama?”


“Merah? Papa menampar mama?”


“Iya.”


Putri memeluk Amik. “Maaf ya mah, karena membela aku Mama jadi ditampar papa.”


Membela? Sangat jauh dari kenyataan, biarkan Putri hidup dalam kebohongan Amik yang sebenarnya membenci Putri.


“Kamu cari cowok lain enggak bisa ya?”


“Engga bisa Mah, aku harus mendapatkan Izana agar hidup enak. Mama tahu kan aku juga memandang fisik, kalau kaya juga banyak tapi enggak masuk kriteria aku, bikin malu aja nanti kalau mengumpul bareng teman.”


“Dasar anak setan!” batin Amik dengan senyuman yang dilempar ke Putri.


Tbc.


Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu.


Author sangat berterima kasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar.

__ADS_1


__ADS_2