
Kerna sudah diterima Aria menyuruh maid itu masuk ke dalam.
“Saya langsung kerja ya Non?”
“Nanti, duduk dulu.” Ada beberapa peraturan yang harus Aria beritahukan. “Nama kamu siapa?”
“Klara.” Gadis ini menunduk, sepertinya dia memang tipe pemalu. Lihatlah bahkan dia mencekam ujung bajunya sendiri, dia grogi mengingat tadi sempat diusir.
“Ok Klara tugasmu membersihkan seluruh rumah kecuali kamarku, mencuci pakaian yang aku keluar kan dan juga memasak. Kamu datangnya jam enam pagi saja dan harus selesai masak jam 07.30 setelah itu bersih-bersih setelah suami ku berangkat kerja, kamu pulang setelah memasak makan malam.”
“Ba-baik Nona saya mengerti.”
“Ayo aku temani kau house tour.”
🪶🪶🪶
Setelah keliling rumah bersama Klara, Aria kembali ke kamar ternyata Izana sudah bangun bahkan mandi, dibuktikan dari handuk yang melilit di pinggangnya.
“Kenapa belum pakai baju?”
“Pilihkan.”
Aria menghela nafas, suaminya itu kebiasaan sekali baju harus diambilkan. Aria dulu pernah marah-marah karena Izana membuat lemari berantakan, mulai dari situlah Izana jarang mengambil baju sendiri.
“Abang jangan keluar hanya pakai kol*r lagi, ada orang lain di rumah kita.”
“Oh ibunya sudah datang?”
Aria membenahi suaminya sambil mengobrol. “Bukan ibu-ibu yang datang ternyata anak gadis.”
“Loh katanya ibu-ibu.”
Singkat waktu Aria menceritakan tentang Klara pada Izana. “Jadi begitu deh. Ingat ya Abang jangan macam-macam, Klara cukup manis tuh awas aja abang kepincut!”
“Enggalah Sayang, lagian dia punya trauma kan. Abang akan berbicara padanya kalau penting saja, kami jangan khawatir Abang ini sangat mencintaimu hingga ketulang tulang.”
__ADS_1
“Pegang ya ucapan Abang.”
“Iya, sini abang cium” Izana menarik Aria, pinggang Aria ditahan oleh Izana untuk mengikis jarak di antara mereka berdua.
Saat keluar kamar setelah pertempuran yang hanya mereka saja yang tahu, bau enak mengundang nafsu makan mereka. Asalnya dari dapur, Izana dan Aria pun pergi ke sana.
“Tuan, Nona masakan sudah siap.”
Berbagai macam menu sudah tersusun rapi di atas meja, semua tampak lezat dan wangi. “Klara masakanmu kelihatan enak.”
“Di coba nona, kalau ada yang kurang akan saya catat untuk perbaikan sesuai selera Anda.”
“Syukurlah kalau Nona suka, Tu-tuan bagaimana?” Klara menahan takut.
“Hmm.” Sahut Izana.
“Kau sudah makan, Klara?”
__ADS_1
“Saya akan makan setelah kalian selesai saja.”
“Baiklah, kalau begitu kau pergilah.” Tidak mungkin Aria membiarkan Klara berdiri hanya untuk menonton Aria dan Izana makan, dia tidak sekejam itu.
Siap makan Aria dan Izana langsung pergi, tentu saja ke kantor. Izana tidak bisa tenang membiarkan Aria tanpanya walaupun ada pembantu yang menemani Aria di rumah.
Pov Klara.
Gadis ini bernafas lega setelah majikannya pergi, dia membereskan sisa piring di meja untuk dibersihkan. Klara mengambil nasi untuk dia sendiri, dia makan dari lauk yang tersisa.
“Semoga majikanku kali ini tidak seperti majikanku yang sebelumnya,” gumamnya menangisi nasib.
Klara merupakan korban broken home, dia tinggal bersama ibu tiri dan juga ayah kandung. Namun ayah tidak melakukan perannya untuk melindungi Klara, malahan dia ikut melecehkan Klara.
Tbc.
Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu.
__ADS_1
Author sangat berterima kasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar.