Begal Terpaksa Menikah

Begal Terpaksa Menikah
Part 129


__ADS_3

Pov Klara.


Pukul delapan malam setelah melipat pakaian, Klara memutuskan untuk pulang. Dia memastikan pintu terkunci dengan benar sebelum akhirnya bisa pergi.


Malam ini begitu dingin, bulu kuduk Klara merinding dengan kulit yang mengeluarkan bintik bintik kecil. “Apa akan ada badai malam ini?” Matanya melihat awan yang bergerak cepat melawati bulan.


Sesampainya di rumah dia suda di tunggu oleh ibu tirinya. “Mana uang?” Tangannya menadah.


“Buk aku kan belum gajian”


“Mintak lah dulu gaji mu!”


“Aku baru kerja seminggu buk”


“Kata Winda gaji mu 3jt perbulan. 3jt bagi 30 sama dengan seratus, berarti gaji mu sehari 100 ribu. Kalau seminggu udah 700 ribu kan. Sana mintakin gaji mu yang seminggu dulu” Soal hitung hitungan ibu tiri Klara memang cepat.


“Ta-tapi aku enggak enak buk, nunggu tiga minggu lagi ya”


“Hiiis!” Ibu tiri menyeret Klara ke luar. “Kalau belum dapat uang nya, jangan pulang!”


Brak!


Klara menatap sendu pintu yang sudah tertutup itu. “Tidur di mana aku malam ini?” Gumamya sendiri, tidak mungkin kan dia minta kirimkan uang dengan Izana yang sedang di luar negri.


Bolehkah dia memanfaatkan fasilitas majikannya di apartemen, lagian dia sudah dapat izin. Klara kehujanan di jalan, dia masih mengayuh sepedah nya walaupun mata perih di serang butiran air.


Di depan apartemen Klara agak ragu. “Nona tuan maafkan aku, aku akan menginap di sini untuk sementara waktu. Terimakasih atas kebaikan kalian”


Klara masuk tapi bajunya basah sedangkan dia sendiri tidak membawa baju. “Gimana ini?”


Ada niat untuk meminjam baju Aria tapi dia takut, itu tidak sopan! Klara pun membiarkan dirinya memakai pakaian basah hingga pagi.


...***...

__ADS_1


Pagi pagi suara bel berbunyi, Klara terbangun dan mengecek siapa yang datang.


“Kak Winda?”


“Enak ya kamu ternyata tidur di sini ketimbang minta gaji sama majikan. Mana majikan kamu”


“Se-sedang pergi sebentar” Sengaja Klara berbohong, jika dia bilang majikan pergi keluar negri untuk waktu yang tidak sebentar, bisa saja Winda datang seenak jidatnya saja.


“Gimana sih rupa majikan mu itu, aku penasaran”


“Kaka ada urusan apa ke sini?”


“Ayo ikut aku!” Winda main tarik saja tangan Klara, padahal gadis itu bau hapak akibat baju kering di badan.


“Tunggu kak aku belum kunci pintu, lagian aku bau gini kaka mau bawa kemana?”


Winda berhenti, dia mengendus ngendua Klara yang memang bau. “Iwww sana mandi!”


“Aku tidak bawa baju”


“Enggak boleh kak”


“Pinjam aja dia lagi gak ada juga”


“Tapi ada CCTV”


“Iss majikan mu itu lebay banget, yaudah ayok aku pinjamkan baju temanku yang tinggal di daerah sini juga”




Klara memandang penampilan nya di cermin, sangat terbuka dengan kain yang tipis. “Kak baju ini-”

__ADS_1



“Diam! ayo ikut aku”



\>\>\>


Mata Klara membulat, ada sekumpulan laki laki yang memandang nya lapar. Winda menjual nya dengan orang orang itu untuk di pakai sehari.



Ini berbeda dari sebelumnya, dulu Winda menjual Klara dengan majikan rumah tapi kini makin menjadi menjual Klara di sembarangan laki laki.



Hari itu Klara di gilir, sedangkan Winda mandi uang bersama ibunya.



Subuh hari Klara balik ke apartemen dia mengunci pintu dan meringkuk di belakangnya. “Hiks ibuu~”



Hanya kata itu yang keluar, nasibnya begitu buruk hingga hanya itu yang sanggup ia ucapkan.



Tbc.



...Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu...

__ADS_1



...Author sangat berterimakasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar....


__ADS_2