Begal Terpaksa Menikah

Begal Terpaksa Menikah
Part 109


__ADS_3

Entah tertimpa setan malas atau apa tapi mood Aria hari ini sangat jelek, dia benar-benar menjadi wanita pemalas tiba-tiba. Kepikiran tentang suami yang bentar lagi akan pulang, namun Aria belum memasak apa pun untuk makan malam.


“Astaga kenapa badanku rasanya berat banget mau gerak.”


Brugh.


Seseorang memeluk Aria hingga Aria merasa tubuhnya semakin berat, siapa lagi pelakunya kalau bukan Izana? “Is awas!”


Bugh!


Izana jatuh dari sofa karena dorongan kasar dari Aria. Tidak apa-apa, dia kembali duduk memeluk Aria sambil meraba raba area sensitif.


Plak!


Malah tamparan yang Izana dapat, mata Aria terlihat sangat marah menatap kesal Izana.


“Kau melecehkanku!”


“Melecehkan?” ulang Izana.


“Aku akan melaporkanmu ke polisi.”


“Sayang kau bercanda ya ahaha, aku ini suami kamu.”


“Terus? Kau bisa seenaknya gitu! Jangan sentuh-sentuh aku bajingan!”

__ADS_1


Perkataan Aria tidak seperti orang yang tengah bercanda, bahkan dorongan serta tamparan tadi seolah memiliki dendam tersembunyi. Izana mencoba sabar, mungkin ada kesalahpahaman lagi.


Izana duduk di samping Aria tanpa menyentuh, dia harus menyelesaikan sesuatu yang mungkin sebuah kesalahpahaman. “Coba katakan apalagi salahku?”


“Engga tahu! Muak aja liat kamu.”


“Aria ayo selesaikan ini jangan membuatku bingung.”


Tangan Izana mau menyentuh pundak Aria namun Aria langsung menjaga jarak. Izana kesal! Dia pun berdiri dan pergi menenangkan diri ke dapur dari pada melampiaskan emosi pada Aria.


Makan adalah solusi terbaik untuk meredakan emosi. Saat Izana membuka tudung saji dia tidak mendapati apa-apa di situ. Tangannya mengepal, cepek capek kerja sekali pulang dalam keadaan lapar istri tidak masak, apa reaksi kalian jika berada di posisi itu?


Izana kembali menghadap Aria. “Kenapa kau tidak masak?”


“Malas.”


“Aku lapar loh sayang~”


“Makan di luar aja.”


Hari ini Aria sangat menjengkelkan, Izana membuka jasnya lalu melempar sembarang Arah.


Brak!


Izana keluar rumah padahal baru saja pulang, dia membanting pintu keras.

__ADS_1


>>>


Jam sepuluh malam Izana kembali pulang, dia sudah makan. Sekarang dia sangat mengantuk dan ingin mandi lalu tidur, tapi saat ingin membuka pintu kamar, ternyata dikunci dari dalam oleh Aria.


“Sayang buka pintunya, kenapa kamu kunci aku kan belum masuk.”


Pintu dibuka..


“Malam ini aku enggak mau tidur sama Abang, tidur di kamar lain aja sana,” kata Aria, rautnya menggambarkan permusuhan.


“Kenapa?”


“Kerna Abang bauk!”


“Hah! Apa maksudmu?”


“Aku mau muntah cium bauk Abang.”


Izana mengendus-endus dirinya sendiri, tidak bau, malahan wangi parfum masih belum hilang di tubuhnya. “Ya sudah anggap aja aku bauk, kalau begitu biarkan aku mandi di dalam.”


“Mandi di tempat lain aja jangan di kamar ini, aku sedang malas melihat Abang.”


Pintu kembali tertutup. Izana mematung di depan pintu, kemudian kembali mengendus-endus diri. “Engga bau pun, atau hanya aku saja yang tak tercium? Sebau apa aku hingga dia tidak mau tidur dengan ku, biasanya tidur lengket dengan ketek ini,” gumam Izana sendiri, dia tiba-tiba jadi turun kepercayaan diri karena Aria mengatainya bau.


Tbc.

__ADS_1


Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu.


Author sangat berterima kasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar.


__ADS_2