
Masa kehamilan Aria selalu di temani oleh sikap manis Izana yang tidak pernah di lakukan pada siapapun. Bahkan Klara yang sudah berkerja selama delapan bulan di sini merasa iri.
Iya delapan bulan, itu artinya kandungan Aria sudah sembilan bulan. Waktu kehamilan empat bulan Aria USG jenis kelamin bayi, kata dokter perempuan. Bahkan hingga detik ini Aria dan Izana masih berdebat soal nama.
Perdebatan yang lucu, soal nama tidak selesai selesai tapi perlengkapan bayi perempuan sudah bagai gunung yang bertumpuk di satu ruangan.
“Sayang bentar lagi kamu lahiran, nama bayi nya Clemira aja ya. Clemira bagus kan? itu artinya putri yang cemerlang”
“Enggak!”
“His kan di tolak lagi”
“Aku maunya Raniah yang artinya mempesona”
“Itu benih abang jadi nama nya pake pilihan abang”
“Cuman benih! aku yang mengandung nya!”
Klara di buat pusing mereka tidak pernah berhenti memperdebatkan soal nama sejak mengetahui jenis kelamin anak mereka.
“Nona tuan stok makanan di rumah habis, kapan kita pergi beli”
Soal restock biasanya Aria yang memilih sedangkan Izana juga ikut untuk mengangkut barang. Mereka sering pergi bertiga bersama Klara.
>>>
Skip memilih bahan, kini tinggal mengangkat barang ke mobil, biarkan Izana yang melakukan nya sedangkan Aria bersender di depan mobil sambil memainkan HP bersama Klara yang menemani di samping.
__ADS_1
“Astaga aku lupa”
“Ada apa nona?”
“Klara kau kembali lagi sana beli buah naga, aku pingin buat jus buah naga nanti di rumah”
“Baik nona”
Klara pergi sedangkan Izana menyusun barang di bagasi belakang, itu artinya Aria sendiri di depan sibuk membaca komentar di sosial media pada postingan nya.
Klara baru mau masuk ke super market baru mau menyentuh pintu kaca itu, dia dapat melihat bayangan seorang wanita yang berjalan perlahan mendekati Aria dari samping dengan pisau di tangan nya.
“No-nona” Lidah Klara tercekat ingin berteriak untuk menyadarkan Izana ada orang lain yang ingin berbuat jahat pada istri nya.
Kerna kesulitan berteriak Klara berlari sekenceng mungkin.
Klara memeluk Aria menghadang pisau yang ingin di tusukan pada Aria, imbasnya dia lah yang kena tusukan dalam itu. “Uhuk no-nona anda tidak apa apa?”
“BANG!” Teriak Aria.
Izana langsung berhenti menyusun barang setelah mendengar teriakan Aria. Wanita yang memegang pisau itu langsung panik dia berlari melihat Izana yang mendekat.
“Sayang sayang! kamu tidak apa apa!”
“Lihat Klara bang!”
Di pangkuan Aria Klara terbatuk darah dengan tangan Aria yang menutup lubang di perut Klara.
__ADS_1
“Apa yang terjadi!”
“Wanita itu menusuk Klara huhuhu” Tunjuk Aria pada wanita yang tengah berlari ingin menyebrang jalan yang tengah ramai.
Tapi naas belum turun lagi telunjuk Aria, wanita yang menusuk tadi...
BRAK!
Di tabrak mobil.
“Hah?” Cengeng mereka.
“Ahkkh perut ku!” Aria meringis kesakitan, ketuban nya pecah, itu artinya dia ingin lahiran. Izana semakin pening.
Para pengunjung supermarket menyadari kejanggalan, mereka pun menghampiri membantu Izana.
Izana menggendong Aria sedangkan Klara di bawa orang lain, mereka masuk rumah sakit yang sama bersamaan dengan palaku yang juga di bawa ke rumah sakit kerna mengalami luka parah.
Tiga kejadian di waktu yang sama.
Tbc.
Siapa kemarin yang soundzon sama Klara? 🧐
Author sengaja menghadirkan Klara untuk tumbal doang. Maaf ya Klara, ini demi pemeran utama.
...Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu...
__ADS_1
...Author sangat berterimakasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar....