
Setelah menyelesaikan kerusakan mesin mobil di tempat kerjanya, Izana mengecek HP ternyata ada beberapa panggilan tak terjawab dari Ella. Dia pun menghubungi kembali namun ponselnya tidak aktif.
“Sudah tidurkah?” pikirnya sendiri.
Izana tidak punya rumah, dia tidur di bengkel. Habis selesai kerja dia mandi dan istirahat, tapi matanya tidak ingin tidur, ada sesuatu yang membuatnya resah tapi tidak tahu apa itu.
Hingga pagi Izana hanya tidur ayam. Dia sudah siap kerja pagi ini, baru mau mengambil perkakas dia di sambut langsung oleh paman Ella.
“Izana kau tahu di mana Ella sekarang?”
“Tidak Laman, memangnya kenapa?”
“Ayah Ella ada telepon katanya Ella tidak ada pulang semalaman. Kamu pergi cari gih, tanya temannya atau bagaimana terserahlah, ini motor biar paman yang selesai kan.”
“Iya, Paman.”
“Bawa saja motor paman, kuncinya ada di situ.”
Demi menemukan Ella, Izana menurunkan harga dirinya untuk bertanya dengan Putri. Dia kembali menginjak halaman yang sudah lama ia tinggalkan, namun ternyata tidak perlu sampai masuk dalam, di pintu masuk terlihat Putri yang berbicara dengan lima orang pria.
“Jadi kalian gantung dia ya? Malang sekali nasib sahabatku aku sedih sekali, Ella maafkan aku.”
“Nona jasadnya mau diapakan?”
__ADS_1
“Biarkan. Anggap saja dia bunuh diri.”
Lemas sudah kaki Izana, dia masih ingin memastikan apakah yang di katakan mereka itu benar. Izana melangkah mendekati sekumpulan orang itu, raut mereka tampak terkejut melihat kehadiran Izana.
“Kalian membunuh Ella?”
“Ti-tidak kau salah dengar, Izana.”
“KALIAN MEMBUNUH ELLA!”
Tubuh Putri merosot ke bawah, bentakan Izana barusan sukses membuatnya ciut. Mata Izana seolah menampakkan api, para preman itu bersiap ingin menghabisi orang mengetahui rahasia mereka.
BUGH BUGH BUGH
“Katakan padaku di mana jasadnya!” Izana mengarahkan tongkatnya ke kepala Putri, jika mereka tidak mau mengaku Izana siap menghantam kepala itu.
“Apa yang kau katakan, jasad apa?” kata Putri pura-pura tidak tahu.
BUAKH!
Ancaman Izana bukan omong kosong belaka, dengan keras dia memukul kepala Putri seolah kepala itu adalah bola baseball. Putri sudah tak sadarkan diri dengan kepala yang sudah mengeluarkan darah, dia mengalami geger otak.
Tapi Adam yang baru saja tiba dari mana entah melihat apa yang terjadi.
__ADS_1
“Putri!” teriaknya, namun tongkat itu beralih pada Adam yang ingin mendekati Putri.
“Suruh mereka mengatakan di mana jasad Ella, atau kepala anak tirimu ini akan terpisah dari otaknya,” ancam Izana. Adam tidak punya pilihan lain selain menuruti Izana jika ingin Putri hidup.
“Beritahu dia,” lemas Adam, dia tidak mengira kejahatan Putri akan terbongkar secepat ini.
Sebelum pergi Izana mengirim pesan pada paman bengkel, serta menghidupi GPS di ponselnya.
Sampailah mereka di mana ada Ella yang telanj*ng tergantung di pohon dengan lidah yang keluar, dia sudah tak bernyawa lagi. Izana terpaku di tempat hingga sekumpulan preman itu menyerangnya, Izana tidak melawan sama sekali dengan pemikiran yang sudah kosong.
DOR!
“Jangan bergerak.”
Nyawa Izana terselamatkan berkat paman bengkel yang datang bersama polisi, Izana sudah tidak sadar dia di amankan oleh polisi.
Selanjutnya Izana tidak tahu apa apalagi mengenai Ella, dia berhenti kerja kembali ke posisi semula sebagai begal.
Mengenai Putri dia di rawat di rumah sakit, akibat geger otak yang cukup parah hingga detik ini dia memiliki masalah seakan memiliki kepribadian ganda namun nyatanya tidak seperti itu. Kadang dia menyesal telah kehilangan Ella namun setelahnya dia bahagia dengan perbuatannya sendiri.
Cukup banyak uang yang Adam keluarkan untuk menutupi kasus itu, bahkan sampai detik ini Izana tidak tahu di mana kuburan Ella yang di rahasiakan. Izana pindah ke kota sebelah untuk melupakan semua kenangannya dan memulai hidup baru.
FLASHBACK END
__ADS_1