
Dalam keadaan seperti ini jika Izana membiarkan Aria murung di rumah terus bisa bisa istrinya itu jadi gila. Dia putus kan akan membawa Aria untuk refresing ke tempat yang terkenal adem, yaitu Switzerland.
[Zin keadaan istriku tidak baik, kau uruslah perusahaan selama aku tidak ada. Aku memberimu kepercayaan penuh. Sementara waktu aku akan pergi ke Switzerland untuk refresing, jadi jangan hubungi aku jika tidak terdesak]
Zin membaca pesan dari Izana, dia langsung membalas pesan itu.
[Baik Pak, anda fokus saja pada nona Aria, terimakasih telah memberikan kepercayaan pada saya]
Kalau di tanya tentang perasaan, Zin juga sedih dia cukup lama menjadi sekretaris Ennie. Rasa kehilangan tentu saja ada.
“Semoga ibu tenang di alam sana” Gumamnya sambil menyenderkan leher ke kursi dengan kepala yang mendongak ke atas.
Di sini Izana mengemasi pakaian sendiri, Aria sedang tidur dia tidak mau mengganggu nya takut Aria murung lagi, biarkan otak itu istirahat.
“Apalagi ya yang perlu di bawa?” Pikir Izana setelah memasukkan beberapa pakaian miliknya dan juga Aria.
Datanglah Klara membawa beberapa kotak susu hamil Aria. “Tuan susu hamil nona tidak di bawa ya? mungkin di sana tidak ada merek yang seperti ini” Saran Klara.
“Ah benar juga, trimakasih Klara”
“I-itu tuan dan nona berapa lama di sana?”
“Mungkin sebulan”
“Terus bagaimana dengan saya? apa saya masih bisa bekerja di sini?”
“Iya, walaupun kami pergi rumah tetap harus di bersihkan setiap hari. Ini kunci apartemen kalau mau kau juga boleh tidur di sini”
“Terimakasih tuan, terus bagaimana dengan kamar anda? nona melarang saya masuk”
__ADS_1
“Tidak apa apa, kamar ku juga butuh di bersihkan juga”
Kebayang gak seberapa kotor kamar yang tidak di bersihkan sebulan? maka dari itu Izana biarkan saja Klara masuk dari pada saat dia pulang nanti kamar itu tidak bisa di tempati.
Klara mengangguk paham, dia pergi dari sana kerna gugup. “Huh~ untung lah aku masih bisa bekerja” Leganya.
...☀☀☀...
Besoknya Izana dan Aria berangkat di antar oleh taksinya Dika.
“Enak ya kawan jalan jalan ke luar negri, aku juga pingin mengajak istriku tapi masih ngumpulin uang” Dika tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.
“Hemm rajin rajinlah kau bekerja”
“Dia sedang tidak enak badan” Jawab Izana sambil menarik kepala istrinya untuk berbaring di pangkuannya.
“Oh begitu”
\>\>\>
Sampai lah mereka di bandara, Dika membantu mengangkat barang Izana ya walaupun hanya satu koper sih.
“Terimakasih Dik”
__ADS_1
“Iya sama sama, nanti pulang bawakan aku oleh oleh ya”
“Hmm”
Pengumuman keberangkatan pun terdengar, Izana dan Aria bergegas memasuki pesawat duduk di bangku First Class, ini jenis kelas paling mahal yang memiliki sekat dengan posisi penumpang lainnya. Sengaja Izana memilih itu kerna Aria sedang tidak ingin di lihat orang.
Aria itu cantik, siapa yang tidak akan terpaku padanya?. Itulah si suami posesif pikirkan.
“Mbak” Panggil Izana pada pramugari yang lewat.
“Iya, ada yang bisa kami bantu?”
“Tolong seduh susu ini ya untuk istri saya” Izana menyerahkan toples nya, dia seperti seorang ayah saja.
“Ini apa mas?”
“Susu hamil”
“Ok baiklah, tunggu sebentar ya mas”
Hari sudah siang, jadi memang sudah jadwalnya Aria menum susu. Terlebih makan wanita itu sedikit, setidaknya dia mendapatkan nutrisi dan gizi dari susu itu.
Tbc.
...Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu...
__ADS_1
...Author sangat berterimakasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar....