Begal Terpaksa Menikah

Begal Terpaksa Menikah
Part 117


__ADS_3

Yang hamil siapa yang minum susu siapa? Izana dan Aria berada di pantry mencoba semua susu yang mereka beli, tapi sudah dipercobaan ke empat Aria malah mual tidak menemukan yang cocok.


Izana meminum susu yang Aria coba, anehnya malah Izana keenakan minum susu hingga dia terus meminum bekas Aria.


“Tidak ada yang cocok ya Sayang? Perutku sudah gembung nih.”


“Lagian kenapa Abang minum semua?”


“Sayang dibuang, lagian enak.”


Aria menghela nafas, rasanya malas mencoba sisa merek yang lain. Takut mual lagi.


“Sudahlah Bang, besok aja lagi dicoba.”


“Itu masih ada empat yang belum dicobai, lebih cepat menemukan susu yang tepat lebih baik.”


“Pening kepalaku!”


“Nanti abang pijit, yuk coba nanggung ni.”


Melihat Aria dan Izana yang berduaan di pantry membuat karyawan berputar balik mencari pantry lain. Jangan sampai mereka mengganggu bos yang lagi bersama istri, dilihat dari sisi mana pun Izana tampak sangat mencintai Aria.


“Woi jangan ke sena, ada pak Izana sama nona Aria.”


pringat karyawan itu pada rekannya yang hendak pergi ke pantry.


“Mengapai mereka?”


“Engga tahu, kayanya tadi banyak kotak susu hamil deh di meja pantry.”


“Oh berarti lagi pengetesan mungkin.”


“Widih bentar lagi berarti ada tuan/nona muda nih.”

__ADS_1


Mereka yang tadinya ingin ke pantry putar balik mencari tempat lain. Pantas saja dari tadi Aria dan Izana tidak ada melihat orang yang datang, ternyata itu alasannya.


>>>


“Ini enak, aku suka yang ini,” girang Aria. Izana jadi tenang setidaknya tidak perlu memborong di indomaret lain untuk mencari yang cocok untuk Aria.


“Ok ke depannya kita beli merk itu.”


.


.


Sudah pukul tiga belas, Zin sibuk ke sana ke mari mencari bosnya, sebentar lagi rapat dimulai tapi Izana tak kunjung menampakkan batang hidungnya.


Kata orang Izana ada di pantry bawah, bergegas Zin menyusul.


Upps. Baru saja masuk dia mendapat pandangan dua orang yang tengah berciuman, siapa lagi kalau bukan bosnya.


Aria yang terduduk di meja menghadap Izana dapat melihat Zin di sana, dia sedikit mendorong Izana. “Bang ada Zin tuh,” tunjuk Aria.


“Klien sudah menunggu Pak.”


“Hmm, ini kau bawa susu ini, terserah mau diapakan.”


“Untuk saya?”


“Ya terserah, kalau kamu ambil saja.” Izana menggandeng Aria untuk pergi, tinggalan Zin yang kebingungan mau diapakan semua susu hamil itu.


Eh tunggu? Susu hamil? Berarti Aria hamil. Zin terharu, seandainya Ennie bangun pasti dia juga ikut senang.


Zin mengambil susu itu, dia akan mencari karyawan yang hamil atau istri mereka yang hamil untuk diberikan susu. Hanya terpakai sesendok untuk masing-masing merek, tidak apa-apa kan?


__ADS_1



“Sayang kamu tunggu di sini ya, jangan keluar,” Peringat Izana, dia mau pergi ke ruang rapat.



“Mana ipadmu Bang, aku mau nonton.”



“Tunggu abang ambilkan.”



Ipad diberikan. “Jangan keluar, kalau bisa jangan jalan sekalian, tunggu aku saja.”



“Astaga kau tambah posesif!”



“Harus,” timpalnya lalu kemudian berjalan pergi. Pintu ruangan ditutup tak membiarkan orang lain mengintip istrinya. Biasalah, Aria kalau nonton banyak banget gaya dia sampai enggak peduli dress yang tersingkap.



Tbc.



Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu.


__ADS_1


Author sangat berterima kasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar.


__ADS_2