
Klara merupakan korban broken home, dia tinggal bersama ibu tiri dan juga ayah kandung. Namun ayah tidak melakukan perannya untuk melindungi Klara, malahan dia ikut melecehkan Klara.
Drrt.. drrt
Baru saja selesai makan HP Klara berdering. Arawinda, nama yang tertara di layar. Arawinda adalah kakak tiri Klara yang menyebalkan.
“Ha-halo Kak?”
“Di mana apartemen tempatmu bekerja? aku mau datang.”
Klara gemetaran, kadang Arawinda atau sebut saja Winda akan datang untuk mengusik Klara, lebih tepatnya dia akan sok dekat dengan majikan Klara lalu lama kelamaan dia akan menjual Klara untuk disentuh.
“Kak kumohon kali ini jangan.”
“Berisik kau! Kirim saja alamatnya atau ku suruh ayah mengusirmu dari rumah, ingat kan kuburan ibumu di belakang rumah. Kau tidak akan bisa ke sana lagi kalau sudah diusir.”
“Ba-baiklah akan kukirim.”
Klara menangis dalam diam, satu satunya harapan agar majikannya Izana adalah bukan seorang bajingan yang akan terima begitu saja tawaran Winda.
Benar saja, dua puluh menit kemudian Winda datang. “Di sini kau kerja?!”
“I-iya.”
“Ku kira apartemennya akan besar. Apa majikanmu itu hanya punya uang pas-pasan?”
__ADS_1
“A-aku tidak tahu Kak.”
Winda masuk seenak jidatnya saja, kemudian dia duduk di sofa tamu dengan mata yang melirik ke sana kemari. “Berapa gajimu?” tanyanya tiba-tiba.
“Tiga juta sebulan.”
“Waw itu lebih besar dari gajimu yang sebelumnya, padahal apartemennya tidak begitu besar kenapa membayar begitu mahal?”
Yang menikmati gaji Klara ialah ibu tiri dan juga Winda, Klara hanya tahu kerja kerja dan kerja dari sejak umur 16 tahun bahkan Klara hanya tamatan SD.
Kalian ingat kan Izana pernah menyebarkan CCTV di beberapa sudut rumah untuk mengawasi Aria? kini Aria lah yang menonton rekaman yang terjadi di rumahnya.
Kembali lagi ke Klara, gadis itu tengah membuat kan jus untuk Winda yang tengah duduk santai bakal bos sambil menonton TV.
Merasa getaran di sakunya, Klara pun menjawab panggilan yang tidak tahu dari siapa. “Halo ini siapa?”
“Berani ya kamu bawa tamu tanpa Izin saya! aku enggak mau tahu, suruh tamumu pulang!”
Tut.
Seram juga ya Aria jadi majikan.
Telepon langsung dimatikan, dari suaranya Klara tahu itu majikannya. “Ah mampus aku.” Klara lari ke depan menghampiri Winda. “Kak pergilah dari rumah ini.”
“Berani ya kami mengusir aku!” Jari Winda menunjuk wajah Klara.
__ADS_1
“Tapi kak majikanku tahu kau ada di rumahnya, dia marah dan menyuruhku untuk mengusirmu.”
“Di rumah ini ada CCTV ya?” Setelah mendongak ke langit-langit dan sudut ruangan, Winda menemukan CCTV. Dia pun melambaikan tangannya sambil tersenyum lebar.
“Telepon majikanmu aku mau bicara.”
“Tapi-”
“Telepon saja.”
Panggilan masuk, HP diserahkan ke Winda, Winda siap berbicara menghadap CCTV.
“Halo.”
“Aku dapat melihatmu dari sini, pergi dari rumahku!”
“Nyonya aku kakaknya Klara.”
“Memang kenapa? Jadi kalau adikmu kerja di rumahku kau berhak berlaku seperti bos di rumahku gitu?”
“Bukan begitu Anda salah paham.”
“Sialan! kau pergi dari rumahku atau aku panggil satpam untuk menyeretmu. SEKARANG!”
Tut.
Winda ternganga, kali ini sepertinya akan sulit mendekati majikan Klara, galak banget.
“Klara, kau ada nomor suaminya?”
“Enggak ada, itu saja aku baru dapat nomor nona Aria.”
Winda mendengus kesal dia penasaran seperti apa rupa di balik majikan galak itu. Dari pada diseret satpam dia pun memilih untuk pergi sendiri.
Tbc.
__ADS_1
Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu
Author sangat berterima kasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar.