Begal Terpaksa Menikah

Begal Terpaksa Menikah
Part 46


__ADS_3

Kembali lagi Izana terjebak macet padahal dia baru saja lepas dari kemacetan sebelumnya.


Pak!


Izana menampar motornya sendiri karena kesal, apa hari ini adalah hari sial baginya? Bisakah dia lewat tanpa hambatan?


“Ada apa ini kenapa macet di sini?” tanya Izana sendiri.


Seorang bapak-bapak bermotor menjawab pertanyaan Izana. “Di depan ada kecelakaan, tuh lihat tuh orangnya diangkat, hiii banyaknya darah takut saya liatnya,” kata bapak bergidik ngeri.


Seketika tubuh Izana lemas bergetar hebat, cewek yang diangkat masuk ke dalam mobil ambulans itu istrinya tak lain tak bukan adalah Aria bersama Sari yang mengekor masuk.


Deg deg deg deg!


Jantungnya seakan ingin meledak bahkan sampai mobil yang membawa Aria jauh dia masih terpaku tak berdaya.


Di saat semua kendaraan berjalan tinggallah Izana yang masih terdiam di tepian, sungguh dia lemah untuk sekedar menggerakkan kaki.


“Aria,” gumamnya lirih dengan air mata yang kian jatuh deras tanpa disadari.


“Aria!” Sentaknya, dia tidak bisa berdiam diri di sini. Dengan kecepatan yang tinggi dia melewati lampu merah begitu saja.


Saat dia sampai di rumah sakit, Aria tampak sedang diturunkan dari mobil ambulans.

__ADS_1


“Aria! Aria!” Dia terus memanggil dengan segala rasa ketakutan pada wanita yang terpejam berlumuran darah. Kondisinya bikin Izana sesak nafas, dua kuku Aria sudah tercabut dari jari tinggal ditarik saja kuku itu akan lepas, mulutnya berliurkan merah dengan lengan kenan yang sepanjang satu jengkal tidak berkulit dimakan aspal, sedangkan telinganya mengeluarkan darah yang itu artinya akan ada masalah pada otaknya.


Sudah tak ter bayangkan bagaimana lemasnya Izana saat ini melihat keadaan Aria yang jauh dari kata baik. Di depan ruangan CIU Izana terduduk di kursi dengan tatapan kosong.


“I-ini,” gagap Sari memberikan sepatu yang sempat Aria beli tadi, Sari sempat memungut sepatu itu tapi kondisinya sudah tak layak pakai lagi.


“Ini apa?”


“Aria membeli sepatu itu tadi, dia sempat cerita kalau kau mengajaknya joging nanti Sore.”


Mengingat hal itu malah membuat Izana menahan tangis hingga matanya memerah.


“Keluarga pasien?”


“Pasien mengalami geger otak ringan, dan tulang kaki patah. Untuk operasi lebih lanjut tolong selesaikan administrasi terlebih dahulu.”


“Iya Pak” Izana pergi ke bagian administrasi tapi setelah melihat berapa yang harus dibayar Izana tidak memiliki uang sebanyak itu.


Mau tidak mau dia meminta bantuan lagi pada orang yang sangat ia benci dan sama sekali tidak ingin bertemu dengan sosok itu. Dia membuka Hp nya mencari nama kontak ‘Sampah’.


“Kirimkan aku uang,” kata Izana tanpa basa basi setelah panggilan itu tersambung.


“Mau berapa?”

__ADS_1


“Seratus juta.”


“Untuk apa hmm?”


“Kirimkan saja! Engga usah banyak tanya!”


“Izana bisakah kau lembut sedikit denganku? Aku ini papamu.”


“Kau tidak ingin mengirimnya? Baiklah anak tirimu itu akanku-”


“Baiklah aku akan kirimkan sekarang.”


Izana memutuskan panggilan sepihak, tak sampai satu menit uang senilai seratus juta masuk ke M-bankingnya. Langsung saja Izana meneruskan proses administrasi agar Aria cepat ditangani.


Terbongkar sudah sedikit informasi tentang Izana, dia adalah anak kandung Adam dari istri yang pertama.


Sedangkan di sini Adam melemparkan Hp nya ke dinding, ini bukan pertama kali Izana menekannya. Padahal belum ada sebulan Izana mengancam agar Adam mendanai perusahaan Ennie yang hampir bangkrut kini dia menghubungi kembali padahal sebelumnya dia seakan lupa kalau masih memiliki keluarga.


Tbc.


Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu


Author sangat berterima kasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar.

__ADS_1


__ADS_2