Begal Terpaksa Menikah

Begal Terpaksa Menikah
Part 83


__ADS_3

Kebetulan hari ini Ennie ada perjalanan dinas ke kota sebelah, niatnya ingin mampir ke rumah Aria sebentar sebelum pulang ke rumah. Tapi... Sejak tadi dia mengetuk pintu jangan kan dibuka tanda kehidupan pun tidak ada.


Apa mereka tidak ada di rumah? Ennie mencoba menghubungi Aria, ada suara telepon di dalam sana itu artinya ada orang.


Kreek


Aria membuka pintu karena itu ibunya, dia tahu itu hanya saja Aria dari tadi mencoba berhias diri agar tidak kelihatan seberapa berantakannya.


“Ibu.”


“Kenapa lama sekali? Jangan-jangan lagi begituan, ya?” ejeknya tertawa geli.


“Iss Ibu ayo masuk.”


Ennie membuntuti Aria, lagak Aria tidak seperti biasa, langkahnya saja lesu.


“Izana mana Ar?”


“Bentar lagi paling pulang Bu, enggak tahu ke mana.”


Harus seperti apa mendeskripsikannya? Ennie sadar Aria tampak sedih, lihatlah seberapa baik wanita itu menyembunyikan bengkak mata dengan riasan, tapi dia tidak bisa menyembunyikan mata merah berkilauan seperti itu.

__ADS_1


“Kau bertengkar dengan Izana?” tanya Ennie, setidaknya dia bertanya jika ingin tahu.


“Tidak Bu.”


“Matamu merah seperti orang yang menangis semalaman, jujur pada ibu siapa tua ibu bisa membantu.”


Seketika Aria berhambur memeluk ibunya, dia tidak bisa menahan lagi rasa sedih ini. Bisakah dia mengadu pada ibunya? Kalian tahu kan Aria dan Ennie tidaklah begitu dekat seperti ibu dan anak lainnya, sebelum Aria menikah, perdebatan ada saja setiap harinya.


“Ada apa?”


“Ibu aku mandul huhuhu, aku tidak bisa punya anak.”


“Apa karena kecelakaan waktu itu?” Wanita ini tahunya Aria pernah hamil, jadi begitulah pemikirannya.


“Aria jawab, apa Izana ingin meninggalkanmu karena kamu mandul?”


“Hiks tidak, tapi papanya datang menyuruhku meninggalkan abang, dia bilang aku wanita gagal yang tidak bisa memberikan anaknya keturunan, Bu.”


“Terus Izana hanya diam saja mendengar papanya berkata seperti itu?” Ennie mulai emosi, bagaimana perasaan seorang ibu di saat anaknya dikatakan wanita gagal? Kesal, marah, dan sedih tentunya.


“Abang dari semalam tidak pulang nanti baru pulangnya, papa mertua datang di saat abang tidak ada, bang Izana tidak keberatan aku mandul tapi... papanya, Bu!”

__ADS_1


Ennie sempat salah sangka tadi, dia kira Izana menelantarkan Aria ternyata pria itu menerima Aria apa adanya. Ennie mengencangkan pelukan dengan Aria, dia juga ikut menangis.


“Sabar ya Nak, selagi Izana tidak mempersalahkannya kamu jangan dengari kata orang. Memangnya papa Izana itu siapa? Biar ibu yang berbicara dengannya.”


“Pak Adam, yang menanamkan dana dengan Ibu.”


“Hah!” Ennie kaget, dia tidak menyangka ternyata dia dan Adam adalah besan. Pantas saja pria itu mau membantu dia yang berada di dalam jurang, yang Ennie tahu Adam itu baik, apa karena Aria mandul maka dari itu dia menyerang Aria?


“Sayang ibu akan pergi menemui pak Adam”


“Perlu ibu tahu, pak Adam sangat menyayangi anak tirinya yang bernama Putri. Putri sangat menyukai bang Izana maka dari itu dia datang menyuruhku meninggalkan abang.”


“Jadi bukan hanya karena kau mandul?”


“Tidak mandul pun aku dia tetap akan menyuruhku meninggalkan abang demi Putri, aku tidak mau Bu.”


“Ibu mengerti, ibu akan coba membicarakan masalah ini”


Tbc.


Sebelum Lanjut biasakan Like terlebih dahulu

__ADS_1


Author sangat berterimakasih jika kalian menyempatkan untuk Vote atau hanya sekedar komentar.


__ADS_2