
Dirly tidak langsung pulang ke rumah. Dia sudah terbiasa bebas melangkah kemanapun .Tidak akan ada yang melarangnya. Karena kedua orang tuanya selalu sibuk dengan bisnis millyarannya.
Dirly biasa menghabiskan waktunya di bengkel kumuh yang bertuliskan ,BENGKEL HATI!!!.
Disana dia sering bertemu dengan anak anak yang senasib dengannya.Dia juga sering bertemu dengan anak jalanan,dan Bengkel hati sudah seperti sebuah rumah baginya.
Disana mereka membentuk sebuah geng yang bernama geng Merpati. Yang berarti setia.
Mereka kebanyakan adalah anak anak orang kaya yang hidupnya bebas namun terjaga.
Bebas berkeliaran namun semua anggota geng bebas dari yang namanya kejahatan dan obat obat terlarang.
Ketua geng nya adalah Aril septian, seorang ceo di sebuah perusahaan elit.
Aril sengaja berbaur dengan dunia jalanan karena sedang mencari adik perempuannya yang hilang sejak kecil.
Dirly duduk dengan wajah di tekuk dan tidak bicara sana sekali . Aril mendekatinya. Dia takut kalau Dirly sedang mendapat masalah dan tidak bisa menyelesaikannya.
"Dirly!! masalahnya berat banget ya!! kamu terlihat sangat susah menyelesaikannya!!" Sapa Aril menghampiri Dirly. Dirly sedang duduk di atas sebuah ban mobil bekas.
Aril duduk di sebelahnya. Dirly menoleh.
"Bang Aril!! kirain siapa!!" Jawabnya.
"Kamu punya masalah apa?? coba cerita sama abang!!" bujuk Aril.
"Hmmm,aku mau cerita,tapi jangan di tertawakan ya bang!!" Ucap Dirly dengan gaya kekanak kanakan.
Tidak terlihat sikap tuan muda yang sok dan angkuh yang sehari hari menjadi merk nya.
"Iya deh!! lagi pula masa di ketawain, kamu kan curhat bukan ngelawak!!" hibur Aril.
Akhirnya Dirly menceritakan tentang Puspita yang selalu dalam kesulitan dan pulang sekolah dengan jalan kaki.
"Kamu aja yang kasi tumpang!! kan lumayan sekalian pdkt!!" Kata Aril.
"Dia bukan seperti cewek pada umumnya bang!! dia tidak akan mau menerima bantuan orang lain!! kalau dia mau,sudah dari kemarin kemarin gua lakuin!!" jelas Dirly.
"Rumit juga ya!! " ujar Aril sambil memegang dagunya yang kokoh sebagai tanda kalau dia sedang memikirkan sesuatu.
"Gimana bang?? abang punya jalan lain nggak??" Tanya Dirly.
"Sabar dong!! tunggu sebentar!!" Aril kemudian menghubungi seseorang.
Tidak berapa lama seorang laki laki dewasa datang bersama dengan sebuah angkot .
"Mas Aril ,apa yang bisa kulakukan ??" tanyanya.
Aril tersenyum ramah.
"Dirly!! kamu tahu angkot apa yang biasa di tumpangi gadis mu itu??" Tanya Aril.
"Dia biasa naik angkot 08 !!" Jawab Dirly.
"Berarti kamu harus menyulap angkot mu menjadi seperti yang di ucapkan Dirly!! kamu bisa Beni??" laki laki yang di panggil Beni menganggukkan kepala.
"Apa yang nggak buat Mas!! angkot ini kan punya Mas,jadi aku sangat senang kalau Mas Aril mau minta tolong pada ku!!" Jawab Beni.
"Bagaimana Dirly!! kamu sudah paham apa yang sedang ku rencanakan??" Tanya Aril.
"Mas Beni akan membawa Pita setiap hari?? aku nggak yakin dia mau!! soalnya anak ini nggak mau di kasihani!!" Dirly ragu dengan rencana Aril.
"Kamu lihat saja nanti, kalian akan angkat jempol dengan hasilnya!!" Ucap Beni. Dia sudah tahu dan sudah punya rencana untuk tugas yang di berikan oleh Aril,orang yang sudah banyak berjasa dalam hidupnya.
****
__ADS_1
Pagi itu seperti biasa Puspita naik angkot 08 ke sekolahnya.
Dia turun setelah menyerahkan ongkos lima ribuan.
Puspita langsung masuk ke kelas memasukkan tasnya.
Namun di belakangnya sudah menyusul Marsha cs tanpa Tara. Tara tidak bisa pergi cepat alias selalu terlambat.
Karen melihat Puspita di depan. Kejadian semalam teringat kembali. Tas kesayangan mereka menjadi korban injakan .
"Kamu akan merasakan pembalasanku!!" desis Karen.
Dia membuka sepatunya dan melemparkannya tepat ke arah kepala Puspita.
Namun dari balik pintu ,tanpa di duga pak Heru tiba tiba muncul.
Dan tidak bisa terelak lagi,sepatu Karen mengenai kepala pak Heru.
"Kurang ajar!! siapa yang melakukannya??" Teriak Pak Heru.
Karen dan kedua temannya berbalik membelakangi pak Heru.
"Gawat!! kita akan dapat masalah!! kamu sih,lempar orang nggak ngira ngira sih!!" geram Marsha menyikut Karen.
"Sial!! aku bakalan di habisin!!" umpat Karen.
"Gimana dong!! kita harus ngapain nih??" Tanya Salsa sambil berjalan pelan pelan.
Pak Heru sudah mulai melihat sikap Marsha cs yang mencurigakan .
"Hmmm,aku harus memberi mereka pelajaran!!" desisnya.
Pak Heru masuk ke dalam kelas tanpa menunjukkan kemarahannya.
Dia meletakkan sepatu yang di lemparkan ke kepalanya di atas meja.
Karen memanggil Tara dan membisikkan sesuatu ke telinganya.
"Baiklah!!" Jawab Tara.
Tara membuka sepatunya dan memberikannya kepada Karen. Sedangkan sepatu yang sebelah lagi di ambil dari tangan Karen.
Pak Heru duduk sambil menyapu ke seluruh ruangan. Menatap murid satu persatu dengan wajah keras dan mata merah menahan marah.
"Aku mau mengatakan sebuah pepatah,Kejujuran adalah harta yang paling berharga!! kalian setuju??" tanyanya mengawali pembicaraan.
"Setuju!!" Jawab semuanya bersamaan.
"Kalau kalian setuju dengan pepatah itu,katakan dengan jujur sepatu ini milik siapa??!!!!" Ucapnya dengan keras. Wajahnya juga terlihat mengeras.
Semua saling berpandangan. Ada yang tahu tapi tidak berani mengatakan. Dan ada juga yang benar benar tidak tahu.
"Kita mana mungkin tahu pak!! kita kan nggak melihat sepatu satu persatu!!" Jawab Aris sang ketua kelas.
"Jadi tidak ada yang kenal dengan sepatu ini!!" ulang pak Heru mengangkat sepatu itu tinggi tinggi.
Semua diam dan kelas menjadi hening.
"Baiklah!! kalau tidak ada yang mengaku,sekarang kalian maju kedepan satu satu!!" titah Sang guru matematika.
Semua murid bingung.
"Cepaaattt!!!!" Teriak pak Heru kencang.
Dengan wajah kaget semua murid langsung berdiri dan maju ke depan pak Heru satu persatu.
__ADS_1
Dengan teliti pak Heru melihat satu persatu kaki muridnya.
Namun ketika giliran Tara,....
"Sepatu mu kok tinggal sebelah?? mana satu lagi??" tanyanya dengan wajah geram.
"Ini bukan sepatu saya pak!! "Jawab Tara polos.
"Jadi sepatu siapa??" Tanya Pak Heru.
"Sepatu Karen pak!! tadi dia minta tukaran!!" Jawab Tara.
"Karen!! maju!!" Suruh pak Heru.
Karen maju dengan wajah marah kepada Tara.
"Ini sepatumu??" Tanya Pak Heru.
Mau tidak mau Karen harus mengaku.
"Jadi ini sepatu siapa??" Tanya Pak Heru.
Dengan pasrah Karen mengakui sepatu itu adalah miliknya.
"Hmm,berarti kamu yang sudah melempar bapak??"
Karen mengangguk .
"Kenapa????? kamu ada dendam dengan bapak??? atau karena ini sekolah bapakmu sehingga kamu berlaku seenaknya??" bentak Pak Heru sangat keras.
Dan tiba tiba Karen jatuh dan tidak bergerak lagi.
"Lho!! kok malah pingsan!!" Ucap pak Heru kesal.
Marsha dan Salsa langsung mengangkat Karen ke kursinya. Pak Heru memegang tangan Karen dan memeriksa nadinya.
"Sepertinya dia kesurupan!!" Ucap pak Heru.
" Nggak pak!! Karen nggak mungkin kesurupan!!' Jawab Marsha.
"Aris,panggil pak Halim kesini,dia bisa mengusir makhluk yang merasuki tubuh orang lain!!" Ucapnya.
Aris berlari dan kembali bersama dengan seseorang .
Pak Heru mengatakan sesuatu kepada pak Halim.
Pak Halim mengangguk tanda mengerti.
Dia kemudian memegang kepala Karen dengan kedua tangannya.
"Ambilkan air selembar!!" Ucapnya.
Aris mengambilnya dan menyerahkannya kepada pak Halim.
BYUUUURRRR!!!!
Air itu di siramkan ke sekujur tubuh Karen,dan tiba tiba.....
"Ukhh...ukhhh!!"
Karen tersedak karena kaget .
"Ampun pak!!! aku nyerah!! aku minta maaf!! " Ucapnya sambil melihat seluruh pakaiannya yang sudah basah.
"Bapak tahu ,kalau kamu cuma pura-pura. Nah bapak juga bisa ngibulin orang!!" Kata Pak Heru.
__ADS_1
"Sekarang tugas kamu mengepel semua lantai yang basah ,jangan membantah atau menyuruh orang lain!!" tegas pak Heru.
Karen menunduk tidak berani mengatakan apa apa ,apalagi membantah.