
Dirly datang bersama Abimanyu ke sebuah restoran paling elit di kota itu.
Dirga di dampingi oleh seorang anak buahnya dan seorang pengacara sedang menunggunya di sebuah meja.
"Silahkan Abimanyu!! kita akan membahas kerjasama yang akan kita mulai sekarang!!" Ucap Dirga.
Dirga kemudian memberikan selembar kertas kepada Abimanyu.
Abimanyu menyimak kertas yang di berikan Dirga. Namun matanya lebih tertuju kepada laki laki yang bersama Dirga.
Laki laki itu juga sangat menarik perhatian Dirly. Laki laki itu pernah di lihatnya di villa keluarga Dirga.
Setelah menemukan kesepakatan keduanya sama sama menandatangani sebuah kertas yang di saksikan seorang pengacara.
Keduanya kemudian saling berjabat tangan dan Dirga sudah resmi menjadi investor di perusahaan Abimanyu.
Dirga tersenyum puas. Dia kemudian menatap Dirly.
"Dirly,aku tahu kalau permintaan om akan membuat kamu merasa kaget!! tapi om hanya ingin mengatakan tolong jangan membuat putriku marah dan sakit hati!!" Ucapnya kemudian.
"Ba...baik om!!" Jawab Dirly tidak menduga akan ada permintaan seperti itu.
Setelah menikmati hidangan yang sudah tertata rapi di atas meja,Dirly dan Abimanyu pamit.
Namun sebelum pamitan,Abimanyu minta waktu untuk berbicara dengan laki laki yang mendampingi Dirga.
"Agung kan?? boleh kita bicara sebentar??" Panggil Abimanyu.
Laki laki yang bernama Agung berdiri dan menghampiri Abimanyu. Dirly memasang telinganya dengan sangat tajam.
"Bisa kita bertemu dan berbicara berdua??" Tanya Abimanyu.
"Baiklah,kita bertemu di tempat biasa!!" Jawab Agung.
"Oke ,dua malam lagi kita bertemu di sana!!" putus Abimanyu meninggalkan Agung.
Dirly mulai bertanya tanya ,kenapa papanya sampai berhubungan laki laki itu. Siapa sebenarnya dia??
***
Pagi pagi sekali Puspita bangun seperti biasanya. Heni sedang di dapur tidak seperti biasanya.
"Ibu masak??" Tanya Puspita.
"Iya,masak bubur untuk bapakmu!! dia lagi sakit!!" Jawab Heni.
"Oo!!masih sakit,kirain udah sekarat!!"ledek Puspita.
"Pita!! jangan ngomong gitu dong!! bagaimanapun dia tetap suami ibu! ibu nggak suka kamu mengatakan seperti itu!!" Tegur Heni.
__ADS_1
"Bela teruus suami tercinta yang pengangguran itu!!" ejek Puspita.
"Pita,jangan kurang ajar deh!!" hardik Heni.
"Pita nggak kurang ajar bu!! ibu aja yang bodoh dan mau di bodohin!! tiap hari tidur melulu,ibu yang kerja!! eh malah sakit, di urusin lagi,biarin aja lah bu!!" Ucap Puspita.
"Pita!!! kalau kamu nggak suka samaku,ya udah! jangan ajak ibumu untuk bermusuhan dengan ku!!" bentak Danu yang sudah ada di sana.
Tiba tiba mereka mencium bau gosong. Bubur yang di masak Heni ternyata jadi gosong .
Heni langsung membawanya ke kamar mandi dan menyiramnya dengan air.
Danu terlihat sangat marah melihatnya.
"Dasar perempuan bodoh!! masak bubur aja bisa gosong!! kamu nggak mau ya masakin aku bubur!!" teriaknya sambil menendang periuk bekas masak bubur tadi.
"Rasain !!" maki Puspita.
"Diam kamu !! dasar anak tidak tahu diri!!" Teriak Danu dengan sangat kuat.
Karena begitu kesal dengan Heni,Danu mengambil periuk dan memasukkannya ke kepala Heni.
"Ibu!!!" Puspita langsung berlari menghampiri Heni dan mengambil periuk tersebut dari kepala ibunya.
"Kamu yang kurang ajar!! kamu yang nggak tahu diri!! sudah bagus ibu ku mengurusi kamu,begini kelakuanmu kepada ibuku??" bentak Puspita.
"Ayo bu!! kita keluar aja ! " Ajak Puspita.
Heni menurut saja saat Puspita menarik tangannya dan membawanya ke sebuah warung dan sarapan berdua.
"Ibu nggak apa apa kan???" Tanya Puspita sambil membersihkan sisa sisa kotoran di baju ibunya.
Heni menggelengkan kepalanya. Namun sejujurnya dia pingin nangis mengingat kelakuan kasar suaminya.
Puspita menatap ibunya dengan sedih. Ingin rasanya membawa ibunya pergi jauh dari laki laki itu.
Tapi langkahnya belum bisa sejauh itu.Puspita belum siap untuk semuanya. Tapi jauh di dalam hatinya yang paling dalam,dia sudah bertekad untuk membawa ibunya pergi dari sisi laki laki bejat itu.
Puspita kemudian memberikan ibunya uang sepuluh ribu.
"Ini untuk ongkos ibu ke warung!!" Ucapnya. Puspita tahu kalau ibunya tidak sempat mengambil uang. Dan bahaya kalau ibunya kembali lagi ke rumah. Karena Danu pasti akan kembali melampiaskan kemarahannya .
"Kamu ada uang Pita??" Tanya Heni.
"Dikit bu!! ibu jangan balik dulu ke rumah ya!!"Ucap Puspita.
Heni mengangguk sambil menatap kepergian Puspita dengan sebuah angkot kuning.
***
__ADS_1
Salsa terbangun saat matahari menerpa wajahnya ,karena dia tidak menutup tirai jendela tadi malam.
"Sudah pagi!! aku harus siapan ke sekolah!! hari ini ujian nasional!!" gumamnya.
Salsa bergerak dengan cepat dan langsung turun ke bawah. Salsa melihat suasana hening dan sepi di rumahnya yang besar itu.
Biasanya sudah terdengar suara bi Susi yang berteriak kepada mang Sardi ,untuk bersiap siap dengan cepat.
Mamanya juga akan berteriak memanggilnya dan menyuruhnya sarapan . Dan papanya yang pasti sudah duluan duduk di meja makan menunggunya datang.
Namun semua itu seperti mimpi baginya. Salsa semakin tidak mengerti dengan kejadian yang tiba tiba itu.
Salsa mengetuk pintu kamar papanya. Namun tidak ada jawaban.
Salsa semakin cemas dan ketakutan. Salsa mengambil sebuah batu dari luar dan kembali mengetuk pintu dengan batu tersebut.
Karena tidak ada jawaban,Salsa berlari keluar dan memanggil Satpam yang berjaga di gerbang perumahan itu.
"Bang,tolong ikut ke rumahku!!" Ucapnya dengan panik.
Dua orang satpam langsung berlari mengikuti Salsa. Mereka kemudian mendobrak paksa pintu kamar Adrian.
Dan apa yang sedang terjadi?????
Mereka melihat Adrian sudah terbujur kaku di kursi meja di kamarnya. Sebuah surat terletak di bawah telapak tangannya. Disana juga terdapat sebuah foto Adrian berdua dengan Ahmed Jhonson.
Sebuah pisau kecil di tancapkan di dada foto Ahmed Jhonson.
Seorang satpam memegang denyut nadi Adrian.
"INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROJIUN!!"
Satpam yang seorang muslim mengucapkan kata kata perpisahan.
Salsa langsung menangis dan memeluk papanya.
"Papa,jangan pergi pa!!! aku sekarang sama siapa???" jeritnya dengan lengkingan kesedihan yang sangat menyayat hati.
Seorang satpam kemudian memanggil para warga sekitar dan membawa seorang bidan untuk mengecek dan menyimpulkan sebab kematian Adrian.
Bidan Hana menyimpulkan kalau penyebabnya adalah serangan jantung. Tidak ada bekas atau tanda kekerasan ataupun bunuh diri.
Kematiannya murni akibat serangan jantung.
Salsa duduk di samping jasad papanya yang terbujur di ruangan rumahnya yang luas.
Semua warga juga sudah hadirdi sana untuk melayat dan melaksanakan semua keperluan untuk pemakaman.
Salsa sudah berkali kali menghubungi mamanya ,tapi tidak berhasil. Salsa semakin tidak mengerti ,masalah yang sedang menimpa keluarganya,hingga mamanya pun pergi dan tidak mau kembali.
__ADS_1