Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.

Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.
Bab 31


__ADS_3

Dirly berdiri dan menjauh dari Marsha. Kelakuan liar gadis remaja itu sangat membuatnya tidak nyaman.


Dirly melihat sekelilingnya dengan penuh kekaguman.


"Tempat yang sangat indah !!" gumamnya.


"Kamu menyukainya??" Tanya Marsha.


"Hmm,iya sih!! tapi ini milik keluarga mu??" Tanya Dirly.


"Sebenarnya danau kecil ini milik beberapa orang,namun sekarang hanya papa yang masih hidup!!" jelas Marsha.


Dirly manggut manggut sebagai tanda kalau dia paham dengan ucapan Marsha.


Namun dia sangat penasaran dengan sebuah bangunan kecil di tengah danau.


Bangunan itu begitu tersembunyi dan tidak terawat.


"Itu tempat apa?? sayang sekali di telantarkan ,padahal bagus lho letaknya ,sangat indah di tengah danau!!" tunjuk Dirly.


"Hush,jangan pernah menanyakan tentang bangunan itu,papa ku pasti akan sangat marah!!' larang Marsha.


"Kenapa ??" Tanya Dirly.


"Entahlah!! yang jelas siapapun tidak boleh kesana!!" tegas Marsha.


Marsha kemudian pamit ke toilet. Dirly yang sangat penasaran dengan bangunan tua itu berjalan ke tepi danau dan ingin melihat dengan jelas.


Tiba tiba dari arah bangunan itu,Dirly melihat sebuah bot kecil sedang melaju di permukaan danau.


Penumpangnya hanya satu orang .Laki laki berjambang dengan topi pet hitam.


Dirly bersembunyi di balik sebuah pohon saat bot kecil itu semakin mendekat ke tepi .


Laki laki itu kemudian turun dan mendorong bot ke tepi,supaya tidak hanyut .


Dia kemudian mengeluarkan ponselnya dan sedang menghubungi seseorang.


"Bos,aku sudah melakukan tugas rutin!! semua aman !!" jelasnya kepada seseorang.


Laki laki itu kemudian pergi meninggalkan danau. Dirly kemudian keluar saat laki laki itu sudah meninggalkan tempat itu dengan sebuah mobil.


Marsha juga sudah kembali dari toilet dan menghampiri Dirly yang masih tertegun di samping sebuah kayu besar.


"Dirly, kamu ngapain??" Tanya Marsha sambil menarik lengan Dirly.


"Cuma cari angin kok!!" Jawab Dirly.


"Kita pulang ya!!" Ajak Dirly.


"Kok cepat banget??? aku masih mau bersama kamu Dirly!!" rajuk Marsha.

__ADS_1


"Nggak bisa Marsha!! aku takut kalau Salsa akan menjenguk ke rumah!! soalnya tadi aku menolak ajakannya dengan alasan nggak enak badan!!" jelas Dirly.


"Ooo!! kamu sih,nggak bikin alasan lain!! kalau gini kan kita nggak bisa lama lama,padahal aku sudah berencana untuk menghabiskan malam ini disini!!" kesal Marsha.


"Kapan kapan deh!! " bujuk Dirly.


"Dasar nggak punya harga diri!! perempuan liar!!" maki Dirly dalam hati.


Keduanya kemudian kembali melaju di jalanan. Marsha terus memeluk Dirly dari belakang.


Dirly tidak menyadari sepasang mata di atas sebuah beca sedang memperhatikannya dengan tajam.


" Dasar buaya!! bilang cinta samaku,di sekolah selalu lengket dengan Salsa,dan malam minggu malah bersama Marsha!! " rengut Puspita yang mau pulang dari warung bersama ibunya.


"Kenapa Pita?? wajahmu kok tiba tiba pahit gitu??" ledek Heni.


" Nggak kok bu!!" elak Puspita.


"Makanya cari pacar dong!! supaya malam minggu nggak kesepian!!" goda Heni.


"Pacaran sama siapa?? mana ada orang yang mau dengan ku bu!! " Ucap Dirly.


"Yang gak mau sama kamu, pasti orang bodoh!! gadis cantik dan cerdas ,siapa yang nolak!!" hibur Heni. Padahal hatinya sangat terenyuh mendengar keluhan Puspita.


Dia mulai tahu kalau sebenarnya putri tirinya itu sangat tidak percaya diri.


"Ya sudahlah!! kamu nggak usah mikirin cowok,fokus saja dengan sekolahmu!!" ujarnya kemudian.


"Iya bu!!itu memang sudah jadi tujuanku!!" Jawab Puspita.


Danu sudah menunggu mereka dari tadi. Karena dia hanya makan kalau Heni sudah pulang dari warung dan membawakannya sebungkus nasi.


Danu langsung mengambil nasi yang ada di tangan Heni.


"Kok lama sih?? nggak tahu ya aku sudah lapar!!" geramnya sambil masuk ke dalam rumah dan langsung membuka bungkis nasi.


"Lauk nya Kok cuma ini doang!!" bentaknya menunjuk nasi yang hanya berkawan tempe goreng dan cabe goreng.


"Tadi semua lauk yang ada di warung habis Danu!! satu hati inj sangat ramai,jadi tinggal itu deh lauknya yang tersisa!!" Sahut Heni.


"Kamu pikir aku kucing!! cuma makan tempe doang!!" geramnya.


"Aku kan sudah bilang,lauknya habis!! orang yang makan rame!! gimana sih!!" Suara Heni berubah keras.


"Berani kamu membentakku??!!!" Danu berdiri dan menarik tangan Heni dengan kasar.


Dan menghempaskan wanita itu dengan kasar sampai tergantung dan membentur dinding rumah.


"Ibu!! kamu ini kenapa sih?? sudahdi kasi makan gratis ,masih banyak protes!!" Teriak Puspita sambil membantu Heni berdiri. Dia menatap Danu dengan tajam.


"Kamu nggak usah ikut campur!!" balas Danu.

__ADS_1


"Aku nggak akan ikut campur ,kalau kamu nggak menyakiti ibu!!" Sahut Puspita.


"Dia istriku!! aku berhak melakukan apapun padanya!!" geram Danu.


"Apa?? melakukan apapun!! jangan mimpi,aku tidak akan membiarkan kamu menyakiti ibu!!" Teriak Puspita sambil membawa ibunya ke dalam kamarnya.


"Bu!! ada yang sakit??" Tanya Puspita dengan mata berkaca kaca.


"Kasihan sekali ibu,sudah kerja seharian,dirumah masih saja di sakiti sama suaminya!!" keluhnya dalam hati.


Heni mengusap usap kepalanya yang terbentur tembok.


"Sakit bu?? " Tanya Puspita.


"Iya Pita!!" Jawab Heni dengan suara serak setengah menangis.


Dia memang sangat menyesali pertemuannya dengan Danu.


Laki laki itu memang benar benar benalu seperti yang di katakan Puspita.


Sekali lengket susah untuk mengusirnya.


Heni sudah berkali kali meminta pisah dari Danu namun laki laki pengangguran itu mana mungkin mau.


Dia sudah keenakan makan gratis dan meminta uang Heni.


Heni tidak bisa berbuat apa apa kecuali menuruti laki laki yang sudah menjadi suaminya .


Puspita pergi ke dapur dan melihat Danu akhirnya memakan juga nasi tadi.


"Hhh,kalau masih mau,kenapa harus ribut !!!" ejek Puspita.


"Diam kamu!!! kamu pikir aku suka makanan seperti ini!! bentak Danu sambil melemparkan keras nasi yang masih berisi hingga nasinya berserakan di lantai.


"Bodoh!! kan perutmu yang kelaparan!!" ledek Puspita.


"Aaaaaa!!!" Danu mengangkat tangannya dan berniat melayangkan sebuah tamparan ke wajah Puspita.


TAAAAKKKK!!!


Tiba tiba Heni sudah berdiri di belakang Danu dan melayangkan sebuah kayu yang selalu di gunakan sebagai palang pintu tepat di kepala .


"Aakkkhh!!" Terdengar teriakan kesakitan Danu sambil memegang kepalanya yang sakit.


"Berani kamu menampar Pita??" geram Heni masih memegang kayu dengan mata terbelalak karena sangat marah.


"Kamu sudah berani melawan ya!! nggak takut aku tinggalkan!!" gertaknya kepada Heni.


"Pergi!!! aku lebih baik tidak punya suami yang pengangguran seperti kamu!!" balas Heni.


"Berani kamu ya!!" teriaknya dengan keras kepada Heni mencoba melemahkan nya.

__ADS_1


"Aku tidak peduli lagi,kamu mau pergi ,silahkan!!" balas Heni dengan suara yang juga tidak kalah keras.


"Awas kalian berdua!! " ancam Danu kemudian pergi meninggalkan rumah.


__ADS_2