
Puspita semakin salah tingkah saat Dirly juga mencium tangannya.
"Kamu nggak jadi menikah kan Pita??" Tanya Dirly.
Puspita tidak tahu harus jawab apa. Karena sebenarnya pertanyaan itu di luar skenario.
"Mmm, kamu nggak usah mikirin itu dulu ya!! yang terpenting adalah kamu harus cepat sembuh!!" Jawab Puspita sambil berusaha menarik tangannya.
"Kamu mau kemana sayang!!! temani aku disini ya!!" rengek Dirly.
"Dirly, jangan kayak anak kecil!! pita harus kerja, iya kan Pita!!" tegor Abimanyu.
"Iya Dirly, aku harus narik!!" Ucap Puspita.
"Oke deh!! tapi ada syaratnya!!" manja Dirly.
"Kelewatan ya!! makin ngelunjak nih anak!!" maki Puspita dalam hati.
"Syaratnya apa??" Tanya Puspita.
"Cium!!" rengek Dirly.
"Apa apaan sih?? kalian memang nggak punya sopan santun!!" geram Marsha.
"Kesempatan nih!!" jahil Dirly.
"Kebangetan ya !! apa aku harus melakukannya!!" kesal Puspita.
"Jangan gitu deh!! nggak usah manja!! aku pergi dulu!!" geram Puspita sambil berlalu meninggalkan ruangan itu.
Dirly tidak berusaha lagi menahan Puspita. Karena dia merasa kehadiran Puspita sudah lebih dari cukup.
Setelah kepergian Puspita, tiba tiba Dirly kembali tidak sadarkan diri . Dan penjelasan dokter mengatakan kalau Dirly kembali mengalami koma.
"Kasus seperti ini sering terjadi untuk pasien kecelakaan!! jadi kalian tidak perlu panik dan cemas!!" hibur sang dokter melegakan hati mereka semua.
Perawat kemudian menyuruh semuanya untuk keluar.
Dan setelah semuanya keluar, Dirly kembali membuka matanya dan tersenyum.
"Terima kasih ya kak Gea,sudah mau membantu!!" Ucap Dirly.
"Hmm, kalau nggak karena kakakmu yang minta aku tidak akan mau melakukan ini!!' Sahut Gea sambil menarik tirai di pintu masuk.
"Ya udah, nanti aku bawa deh kakak shoping!!"Bujuk Dirly.
"Huh, pasti cuma janji doang!! udahlah, kamu jangan banyak tingkah !! aku mau melihat pasien yang lain!!" ketus Gea.
Dirly tersenyum mendengar ucapan ketus dari Gea.
****
__ADS_1
Hari inj Dito sedang memberikan laporan kepada Dirga tentang pabrik Garmen yang memintanya untuk menjadi salah satu investor nya.
"Perusahaan itu sangat maju bos!! mungkin beberapa tahun lagi akan menjadi salah satu perusahaan terelit di kota ini!!" lapor Dito.
"Bagus!! sekarang kamu aku tugaskan untuk mencoba mengambil dana dari bank. Dan aset inj jadikan saja sebagai jaminan!!" suruh Dirga sambil melemparkan tiga buah map .
"Kamu urus dan usahakan agar uangnya bisa cair dengan cepat!!" Lanjutnya.
Dito melihat proposal yang sudah di susun sendiri oleh Dirga.
Tidak tanggung tanggung!! Dirga menggadaikan aset Aril.seharga lima puluh miliar.
Dito mendelik melihat nominal angka yang tertulis di kertas itu.
"Aku akan buat perusahaan Aril terlilit hutang di bank!! dan pasti akan disita!! dan aku yang menikmati uangnya!!" girang Dirga.
"Bos memang cerdik!! dengan begini kita bisa langsung menghancurkan Aril tanpa kekerasan!!" Puji Dito.
Dirga tersenyum senang mendengar pujian Dito.****
Dan apa yang di lakukan Aril????
Aril tidak kalah cerdik dari Dirga. Dia sudah merencanakan semuanya dengan matang.
Bahkan Aril sudah berhasil mengajak seseorang di lingkungan Bank . Dia meminta agar permintaan pinjaman dari seseorang yang bernama Dirga di permudah urusannya.
Aril juga mempunyai seorang sahabat yang bekerja di sana yang akan memperlancar semua urusannya.
Dan Nadia sangat senang setelah mendapat jawaban kalau ternyata Dirga menyetujuinya.
"Aril, ikan sudah mulai makan umpan!! Dirga sudah bersedia menjadi salah satu investor dengan dana lima puluh miliar!!" Ucap Nadia.
"Bagus!! ini adalah awal dari kehancurannya!! aku akan menghancurkannya melebihi apa yang di lakukannya kepada kami!!" geram Aril.
Dan hari itu juga Aril mendapat laporan kalau pinjaman Dirga sudah di cairkan.
Aril merasa puas karena semua rencana yang sudah di susunnya berjalan dengan sempurna.
Tapi dia masih sedih, karena belum ada kabar yang menggembirakan dari dokter Alpha.
Papanya, Pandi wijaya masih berada dalam kondisi yang sama sebelum berangkat ke luar negeri.
Papanya masih koma , walaupun sudah ada kemajuan dari kesehatan fisiknya.
"Papa harus sadar!! kalau tidak , bagaimana aku menemukan Puspa!!" rintihnya sedih.
Namun walaupun begitu kabar bahagia datang juga , tapi dari Adtya dan Fakhira.
Kedua sejoli itu sudah menikah disana di saksikan sendiri oleh dokter Alpha.
Fakhira juga sudah mendapatkan pekerjaan sebagai dokter di rumah sakit yang sama dengan Dokter Alpha.
__ADS_1
Sedangkan Aditya lagi mencoba usaha sendiri karena dia tidak sempat menyelesaikan kuliahnya karena keburu di tahan atas suruhan Abimanyu.
***
Hari ini rumah Puspita sedang ramai. Karena rombongan Andi akan datang untuk acara lamaran. Dan pernikahan akan di lakukan dalam waktu tiga hari ke depan.
Heni yang masih kaget dengan pernikahan Puspita yang mendadak berusaha untuk ramah dan selalu tersenyum.
Dalam acara itu , Puspita melihat semua perlengkapan yang di bawa oleh Andi adalah hasil pilihannya dengan Dirly.
"Hmm, pandai juga anak itu!! dengan begini kan aku tidak akan merasa sedih !!" gumamnya.
Acara lamaran berlangsung singkat dan sederhana. Mang Kosim sebagai orang tua Andi tidak terlihat bahagia.
Dia diam saja dan tidak mengatakan apa apa.
Heni yang melihatnya merasa curiga.
" Pita, itukan calon mertuamu?? kenapa wajahnya terlihat sedih?? apa dia tidak menyukai hubungan ini??" cemas Heni.
"Ah ibu bisa aja!! bapak memang gitu bu!! tidak pernah menunjukkan ekspresi yang berlebihan!! dia itu selaku terlihat biasa biasa saja!!" dalih Puspita.
Jawaban Puspita tidak memuaskan hati Heni. Dia tidak begitu yakin dengan perkataan Puspita.
Dan karena ketidak puasan itu, Heni mendekati mang Kosim.
"Boleh saya ngomong sesuatu pak??" Tanya Heni dengan sangat hati hati.
'Tentu saja boleh bu!! mau ngomong apa??" sambut Mang kosim dengan sangat ramah.
"Begini lho pak!! aku perhatikan sejak tadi wajah bapak selalu sedih!! bapak punya masalah lain, atau bapak tidak suka dengan anak saya!!' jelas Heni
"Ibu jangan ngomong gitu dong!! siapa yang tidak menyukai gadis baik seperti Puspita!! aku hanya memikirkan sesuatu kok!!" dalih mang Kosim.
Mendengar jawaban mang Kosim, Heni tidak bisa mengatakan apa apa.
Namun dia sangat penasaran melihat wajah mang Kosim yang sangat sedih.
"Apa saya boleh tahu apa masalah bapak??" Tanya Heni.
'Nggak usah lah bu!! ini cuma masalah pribadi kok!!' elak Mang kosim.
Heni akhirnya mengalah dan tidak menanyakan apa apa lagi.
Nama pertanyaan itu muncul lagi saat wajah yang sana terlihat di wajah Andi.
"Kenapa pagi dengan Andi?? nggak kelihatan sedang bahagia, padahal inikan acara lamaran sebelum mereka lanjutkan acara nikahan!!' gumam Heni.
Heni memutuskan untuk menanyakannya kepada Andi, sang calon menantu.
Namun dia juga mendengar jawaban yang sama yang tidak memuaskan hatinya.
__ADS_1