
Di hari yang sama, Fakhira dan Ericka sedang melangsungkan pernikahan mereka dengan meriah di sebuah hotel berbintang.
Tidak terlihat senyum dan wajah bahagia Fakhira. wajahnya begitu datar dan dingin.
Erick selalu tersenyum dan selalu berusaha menggoda Fakhira namun gadis itu tidak perduli.
Setelah acara adat dan agama selesai ,acara pesta akhirnya tiba.
Musik keras mengalun membuat suasana pesta sangat terasa.
Erick membawa Fakhira berdansa. Namun anehnya, Fakhira hanya berlari lari seperti anak kecil. Dia bertepuk tepuk tangan dan melompat loncat kegirangan.
Karena tidak tahan melihatnya, Erick akhirnya menariknya dari panggung dan membawanya kembali ke kursi pengantin.
"Kamu ini apa apa an sih?? kamu sengaja ya nggak mau berdansa denganku??" geram Erick.
"Hei, aku seorang dokter bukan artis atau penari yang lihai berdansa!!" Jawab Fakhira.
Dia merasa puas sudah bisa membuat kesal Erick.
Tiba tiba seorang pelayan lewat membawa nampan berisi beberapa gelas anggur merah.
Fakhira langsung mengambil nampan tersebut dan mengibaskan tangannya.
"Sana pergi!!" Ucapnya sambil meneguk gelas berisi anggur .
Satu demi satu gelas berisi anggur merah terlihat kosong dan isinya masuk ke dalam perut Fakhira.
"Fakhira!! kamu sudah biasa minum rupanya!! kelihatannya aja polos ternyata kamu itu kelakuannya begini!!" maki Erick melihat Fakhira yang sudah setengah mabuk.
Para tamu melihat Fakhira dengan wajah sinis. Ada juga yang mencibir sambil memaki.
"Dokter kok begini kelakuannya??" ejek mereka .
Karena merasa malu dengan tingkah Fakhira, Erick menggendongnya dan membawanya pulang ke rumahnya.
"Kamu sengaja ya membuatku malu??" Teriak Erick sambil melemparkan tubuh Fakhira ke atas ranjang.
Fakhira berdiri sambil tertawa terbahak bahak. Pengaruh dari anggur yang di minumnya masih membuatnya bertingkah tidak seperti biasanya.
"Kamu lucu!! hidungmu sangat besar!!" Ucapnya sambil memijit hidung Erick dengan sangat keras.
"Lepaskan!!" Erick menepiskan tangannya dengan kasar.
Erick kemudian meninggalkan Fakhira dengan wajah kesal. Pernikahan itu tidak seperti yang di bayangkannya.
Sementara Fakhira menatap kepergian Erick dengan senyum penuh kemenangan.
"Ini belum seberapa, aku akan membuat kamu menyesali pernikahan ini!!" desisnya.
Fakhira kemudian berbaring kembali di atas ranjang . Dia pura pura tertidur saat Erick masuk dan memandanginya dengan wajah kesal.
"Apa yang sedang di lakukannya?? dia sudah membuatku malu dan tidak menghargaiku sebagai suami!! seharusnya malam ini , pertama kali nya kamu harus melayani aku dan menjalankan tugas sebagai istri!!" desisnya.
Erick kembali keluar meninggalkan Fakhira sendirian.
***
Puspita sedang melangkah meninggalkan kampus. Dia berjalan menuju angkot yang berhenti di parkiran.
Namun seseorang menariknya ke samping kampus.
"Pita, kita jalan jalan ya!! aku kangen sama kamu!!" tatap Dirly dengan lembut.
"Jalan kemana ??"
"Kemana ajalah, yang penting asal selalu berdua !! yok!!" Ajak Dirly.
__ADS_1
Dirly menggandeng tangan Puspita dan membawanya ke atas motor.
Dirly menarik tangan Puspita dan melingkarkannya di pinggangnya.
Puspita tersenyum dengan wajah merah karena malu. Namun dia tetap membiarkannya.
Keduanya terus melaju ke sebuah tempat yang sangat nyaman. Sebuah sungai kecil di tengah pegunungan yang indah.
"Hmmm, ini sangat indah!! aku sangat menyukainya!!" Teriak Puspita sambil berputar putar di atas sebuah batu besar.
Dirly terus menatapnya . Dia merasa senang karena sudah bisa membuat gadis itu bahagia.
****
Sementara itu Marsha sedang berjalan di depan kediaman Dirly.
"Ting nong!!"
Marsha menekan bel dengan sangat lama.
"Siapa sih yang menekan bel segitu lamanya!!" sungut Abimanyu sambil membuka pintu.
"Omm, Dirly ada ??" Tanya Marsha.
"Dia belum pulang dari kampus!! coba kamu hubungi!!" Sahut Abimayu.
"Nggak nyambung omm!! ini gimana sih omm?? Dirly kemana dong ??" rengek Marsha.
"Kamu ngapain??" Tanya Melani dengan wajah cemberut.
"Eh, tante, aku mau menemui Dirly tante!!" Jawab Marsha.
"Dirly nggak ada!! sekarang kamu pulang!!' geram Melani.
Abimanyu menarik Melani masuk ke dalam .
"Kamu jangan macam macam!! aku sudah peringatkan untuk tidak mencampuri urusan ku!!" bentak Abimanyu.
"Diam!!! tutup mulutmu!! jangan sampai tingkah konyol mu membuat semuanya jadi hancur!!" geram Abimanyu sambil meninggalkan Melani.
Abimanyu kembali menghampiri Marsha.
"Kamu mau om bantu nyari Dirly??" bujuk Abimanyu. Dia sangat cemas melihat wajah kesal Marsha yang akan berimbas kepada bisnisnya.
"Mau dong om!! aku sudah kangen dengan Dirly!!" sorak Marsha.
"Ayo naik ke mobil om!!" Ajak Abimanyu.
Keduanya kemudian meluncur menuju kampus Nusa bangsa.
Sedangkan Dirly juga bersama Puspita sedang menuju kampus setelah puas menikmati kebersamaan mereka di tengah pegunungan yang indah.
Puspita harus kembali ke sana karena angkotnya masih tertinggal disana.
Dan tanpa di duga Marsha melihat Dirly yang sedang bersama Puspita tertawa dengan sangat mesra. Matanya langsung melotot apalagi melihat tangan Puspita memeluk erat dada Dirly dari belakang.
"Om, tuh kan , Dirly sedang bersama si gembel!! aku memang sudah curiga ,kalau mereka ada hubungan!! aahh, Dirly, kamu jahat!!" rengek Marsha.
"Kok nangis ??" Tanya Abimanyu.
"Itu om!! Dirly sama si gembel, mesra banget lagi!!" rengek Marsha.
Abimanyu melihat ke arah yang di tunjukkan Marsha.
Matanya terbelalak melihat Dirly bersama seorang gadis sedang mesra mesraan.
"Awas kalian!! tenang saja, kamu akan melihat apa yang bisa di lakukan seorang Abimanyu!!" geram Abimanyu.
__ADS_1
"Harus!! om memang harus melakukan sesuatu, kalau tidak mau aku aduin ke papa, dan semua dana akan di tarik!!" ancam Marsha.
"Om janji sayang!! Dirly akan jadi milikmu!! kamu nggak perlu takut!!" hibur Abimanyu.
****
"Aku pulang ya!!" Ucap Puspita sambil menghidupkan angkot.
"Kamu masih mau narik??" Tanya Dirly.
"Sepertinya iya!! aku sedang butuh uang untuk membeli buku buku!!" Jawab Puspita.
"Aku ikut ya!! jadi kernet!!' Ucap Dirly.
"Apa?? jadi kernet??' Puspita kaget sambil memutar bola matanya.
"Iya, boleh ya!!" desak Dirly.
"Oke deh!! tapi kaku harus cari penumpang yang banyak ya!!" geli Puspita.
"Beres bos!! tariiiikkk!!' Teriak Dirly sambil memanggil orang orang yang berdiri di tepi jalan.
"Deli Tua!!!!! titi gantung!!!" Teriak Dirly dengan nyaring.
"Kamu gagal!! kok nggak ada penumpang??" Teriak Puspita. wajahnya terlihat geli melihat gaya Dirly sebagai kernet.
"Kamu terlalu tampan!! orang orang nggak percaya kalau kita sedang narik!!" Teriak Puspita.
"Jadi kalau nggak narik , ngapain dong?? karnaval??" kesal Dirly.
"Sabar dong!! nanti kita akan dapat penumpang kok!!" hibur Puspita.
"Kapan dong!!" sungut Dirly.
"Nah tuh ada orang!!" tunjuk Puspita.
Dirly langsung mendekat dan mengajak seorang gadis.
"Ayo manis!! kamu sedang tunggu angkot kan??" Ajak Dirly.
"Boleh deh!!" Jawab gadis itu sambil terpana menatap wajah Dirly .
"Kamu kok tampan banget!!" Puji gadis itu.
"Emang salah ya jadi orang ganteng!!" ketus Dirly.
"Tapi sayang jadi kernet!! kamu jadi model aja gimana??' goda gadis itu.
"Aah sudahlah!! kamu mau turun di mana?? cepat turun!!" geram Dirly.
"Stoop!!" Teriak Dirly.
"Lho , kenapa??" Tanya Puspita.
"Dia mau turun!!" Ucap Dirly sambil mendorong gadis yang sedang dempet dengan tubuhnya keluar.
"Kok kasar banget sih!!" bentak gadis dengan rok pendek itu.
"Kami mau pulang!! nggak narik lagi!!' geram Dirly.
"Apa apaan sih!!" sungut Puspita.
"Aku kesal dengannya!! masa duduk sambil mengelus tangan , mengelus pipi!!" Bohong Dirly.
"Oo begitu!! masa sih?? emang ada ya gadis seperti itu!!" Ucap Puspita tidak percaya.
"Kamu pikir aku sedang berbohong ya!! kamu nggak marah aku di perlakukan seperti itu!!" sungut Dirly.
__ADS_1
"Hmm, aku percaya kok!! udah, jangan ngambek!!" bujuk Puspita menarik Dirly masuk dan duduk di sampingnya sebagai sopir angkot.
"