
Kebencian Marsha Cs kepada Puspita semakin memuncak. Namun setiap kali ingin mengerjai gadis itu,selalu saja ada yang menghalanginya. Membuat ketiganya menyimpan kebencian dan selalu ingin melampiaskannya walaupun dengan kata kata.
Mereka selalu mengucapkan kata kata yang merendahkan Puspita. Berharap mental gadis itu akan lemah. Namun itu tidak akan terjadi kepada seseorang seperti Puspita. Kehidupan nya yang keras sejak kecil membuatnya bisa bertahan bahkan sekarang dia lebih kuat. Hinaan demi hinaan yang di lontarkan kepadanya tidak membuatnya lemah atau mundur.
Karena dia merasa kalau dia masih mendapat dukungan dari semua guru yang semakin bangga dengan prestasi yang selalu di raihnya.
Bahkan satu demi satu ,murid yang sudah mengetahui prestasinya mulai tersenyum dan mulai menyapanya.
Siang itu dia melihat Tara melangkah ke mobil nya di parkiran. Puspita udah tidak mau lagi menegur dan menyapa Tara di manapun mereka bertemu. Karena sepertinya gadis itu mulai menjauhinya. Mungkin karena tekanan dari teman gengnya.
Tara melihat Dirly sudah menunggunya di depan mobil.
Wajah Tara langsung merah karena sedang menahan perasaannya yang tidak karuan.
"Tuan Muda!! " Sapa nya.
Dirly tersenyum manis dan menatap Tara dengan lembut.
"Kaki mu masih sakit??" tanyanya.
"Nggak kok!!" Jawab Tara.
"Baguslah!! aku cuma khawatir aja!! soalnya aku tidak tega melihat kamu kesakitan!!" Ucapnya.
Deeegggg!!!
Degupan jantung Tara tiba tiba kencang. Dia sangat terbuai dengan ucapan dan kelembutan yang di tunjukkan Dirly.
"Ada lagi yang ingin kamu tanyakan??" Tanya Tara.
"Nggak sih!! melihat kamu baik baik saja ,aku sudah lega!!" rayuan Dirly semakin naik ke level tinggi.
Tara tertunduk dan wajahnya bersemu merah mendengar pernyataan Dirly yang tidak pernah di dengarnya di sampaikan kepada orang lain.
Tara masuk ke mobil dan melaju dengan perlahan karena Dirly masih melihatnya dari belakang.
Setelah mobil Tara menghilang, Puspita datang menghampiri Dirly.
"Ada urusan apa lagi kamu dengan Tara,hah??!!!" Teriak Puspita dengan kencang.
Dirly mendekat dan meneliti wajah Puspita.
"Jangan mendekat!! aku alergi di sentuh oleh orang kaya!!!" Ucapnya sambil mengangkat tangannya.
"Kalimat itu seharusnya untukku!! aku yang alergi berdekatan dengan orang miskin!!" Jawab Dirly.
"Sepertinya kamu selalu melihat apa yang ku lakukan ya!! kamu juga tahu kalau aku sedang mendekati Tara!! kenapa?? marah lagi!! kamu kenapa sih??" Tanya Dirly.
"Jangan pernah membuatnya menangis!! ingat itu!! aku tidak akan pernah memaafkanmu!!" Ucapnya.
Puspita meninggalkannya begitu saja.
Dirly juga meninggalkan parkiran bersama dengan motornya menguntit Puspita dari kejauhan.
Sebuah angkot tiba tiba berhenti tepat di depan Puspita.
"Ayo naik!! " Ajak sang supir.
Puspita menggeleng.
__ADS_1
"Kamu nggak usah bayar deh!! tapi kamu harus jadi kernet ku untuk beberapa hari, soalnya aku sedang nggak punya kernet!!" jelasnya.
"Mau ya!!' bujuknya.
Puspita menatap dengan curiga.
"Kamu jangan berpikir yang nggak nggak dong!! aku cuma sudah sering melihat mu,ku pikir kamu bisa mencari tambahan dengan jadi kernet!!" Lanjutnya.
"Abang serius??" Tanya Puspita. Dia memang sedang berpikir untuk mencari uang. Karena pihak sekolah tidak menanggung untuk keperluannya sehari hari, termasuk buku dan perlengkapan lainnya.
Apalagi sekarang guru sudah menuliskan dua puluh mata pelajaran. Dan itu membutuhkan buku yang banyak.
"Baiklah bang!! tapi aku pulang ke rumah dulu ya ,ganti baju!!" Ucapnya.
"Jangan dong!! kita kan mau mengejar anak sekolah yang hendak pulang ke rumahnya!!" Sahut si supir.
"Aduh!! bagaimana dong??"
"Kamu mau nggak pakai kaos oblong !! ini masih baru lho!! baru di beli tadi di pasar ,ada obralan!!"
Puspita mengangguk. Dia masuk kembali ke sekolah dan masuk ke dalam toilet untuk mengganti seragam sekolahnya dengan kaos oblong yang masih terbungkus dengan plastik.
Penampilannya sekarang jadi berbeda. Dari gadis anggun berubah menjadi seorang gadis tomboy dengan celana jeans sebatas lutut.
"Ayo bang!! tarik!!" Teriak nya dengan semangat.
"Nama kamu siapa??" Tanya sang supir dari depan.
"Pita!!"
"Oke Pita!! aku Beni!! kita mulai sekarang ya!! mudah mudahan penumpang kita banyak!!" Teriak Beni .
"Stooopp bang!!" Teriak Puspita.
Dia melihat segeromboan anak dengan seragam sekolah sedang berdiri di pinggir jalan.
Beni menghentikan angkot.
"Ayo naik!!! " Ajak Puspita kepada anak sekolah tersebut.
Melihat kernet yang cantik ,semua berebut masuk ke dalam angkotnya.
"Tarik bang!!!" Teriak Puspita.
Beni melihat sebuah motor sedang mengikutinya dari belakang. Dia tersenyum melihat anak yang mengendarainya.
"Tenang saja!! dia aman kok sama ku!!" tulisnya di whatshapp dan mengirimkan nya kepada Dirly.
"Makasih ya Bang!!' balas Dirly.
Beni membawa Puspita hanya sampai jam empat. Dia juga mengajak Puspita makan dan memberinya uang dua puluh ribu.
"Nggak kebanyakan nih bang??" Tanya Puspita.
"Nggak dong!! itu sudah di potong uang nasi!! penumpang hari ini kan banyak!! jadi pembagiannya juga banyak dong!!" Jawab Beni.
"Abang juga ada bagiannya kan??" risau Puspita. Dia paling tidak suka di kasihani.
"Ya adalah!! aku bukan orang bego dong Pita!! masa aku ngasih semua untuk kamu! anak bini ku makan apa??" jawabnya.
__ADS_1
"Ooo,makasih banyak ya bang!! besok aku ikut lagi aja ya!! aku butuh uang untuk beli peralatan sekolah!!" pintanya.
"Bagus dong kalau kamu masih ingin ikut!! Abang pikir kamu nggak mau lagi,soalnya kerjaannya memalukan!!" Ucap Beni.
"Nggak lah Bang!! aku senang kok kerja kek gini!! soal malu mah,aku nggak pikirin!! yang penting halal!!" Jawab nya.
"Abang salut deh sama kamu!! sekarang kamu pulang ya!! kamu bisa bawa motor??" Tanya Beni.
"Nggak usah bang!! aku naik beca aja!!' Jawabnya meninggalkan Beni dan memanggil sebuah beca kemudian pulang.
Danu sudah duduk di depan rumah menunggu istrinya pulang. Yah,dia nggak sabar karena sudah tidak punya uang lagi.
Puspita masuk tanpa menyapa laki laki itu.
"Kamu dari mana,kenapa baru pulang??" tanyanya.
"Apa urusan mu??" Jawab Puspita meninggalkannya dan masuk ke dalam kamar.
Dia langsung mengunci kamarnya dari dalam. Karena sebenarnya dia sangat takut dengan laki laki yang menjadi bapak tirinya itu.
Kebenciannya kepada Danu sebenarnya bukan hanya karena laki laki itu seorang pengangguran dan selalu morotin ibunya. Itu bukan masalah baginya. Toh,itu bukan lah hasil keringatnya. Terserah ibunya kepada suami mudanya .
Namun yang membuatnya sangat benci kepada laki laki itu adalah karena laki laki itu sangat bejat dan kurang ajar.
Puspita tahu kalau Danu sering mengintipnya di kamar mandi dari sebuah lubang kecil yang sengaja di buatnya.
Danu juga setiap malam mengintipnya tidur di dalam kamarnya. Dan Danu sering mendesah di pintu kamarnya.
Apakah kebenciannya tidak beralasan???
Kadang kebencian itu bercampur dengan ketakutan karena sedang bersama satu rumah dengan manusia berhati iblis.
Makanya Puspita sangat senang dengan kegiatan barunya sebagai kernet. Dia tidak harus di rumah seharian sementara Heni pulang malam dari tempat kerjanya.
Dia tidak berani keluyuran,selain tidak punya uang dia juga tidak punya teman untuk nongkrong. Mana pula ada orang yang mau nraktir terus. Sementara dia tidak pernah punya uang untuk itu.
Dia hanya punya tempat Tara sebagai tempat pelariannnya dari rumah. Namun sekarang sepertinya dia tidak akan kesana dulu.
***
Beni membawa angkotnya ke bengkel. Dia disambut dengan senyum salut dari Dirly.
"Bang Beni cerdik juga ya!! bisa menundukkan gadis itu!!" Puji Dirly.
"Iya dong tuan muda!! dia itu gadis baik kok!! dia hanya terbiasa di rendahkan,jadi ke jutekkannya hanyalah sebuah benteng untuk melindungi dirinya!!" Jawab Beni.
"Sekarang aku sudah lega!! aku tidak akan melihatnya jalan kaki lagi!!" Ucap Dirly.
"Abang juga membagi dia sedikit uang kok!!" Ucap Beni.
"Makasih ya Bang!! sudah baik kepadanya!! uang itu sangat di butuhkannya!! aku sangat kasihan melihatnya bang!! sejak masuk sekolah, dia itu nggak pernah masuk kantin!!"
"Tenang saja tuan muda!! mulai hari ini,dia sudah ada dalam pengawasan kita,semua kebutuhannya bisa kita bantu!!" Sahut Aril.
"Ya bang Aril!! aku sangat senang melihatnya mulai tersenyum bahkan sampai tertawa lepas!! hal yang tidak pernah dia lakukan!!" kenang Dirly.
Aril dan Beni tersenyum memandang Dirly yang sedang menatap jauh ke langit biru.
Mereka tahu kalau itu adalah rasa yang sangat dalam .
__ADS_1