Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.

Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.
Bab 36


__ADS_3

"Apa maksudnya?? Papa nggak ngerti !!" Sahut Adrian.


"Marsha itu sudah berani mendekati Dirly!! padahal dia tahukan kalau aku itu demen banget dengan Dirly!! apa nggak pantas hukumannya seperti itu!!" jelas Salsa.


"Hmm,iya sih,untuk seorang pengkhianat, hukuman seperti itu memang pantas!!" Ucap Adrian.


"Tuh kan!! papa juga setuju! aku akan menghukum siapa saja yang menghianati aku!!" ancam Salsa.


"Tapi kita harus menghadapi dewan sekolah dan akan menghadapi banyak pertanyaan!!" Ucap Adrian.


"Papa takut?? " ledek Salsa sambil tersenyum.


"Adrian nggak pernah takut dengan apapun dan siapapun!!" tegas Adrian.


"Gitu dong pa!! Salsa bangga deh sama papa!!" Puji Salsa sambil memeluk papanya dari belakang. Sedangkan Adrian mengelus kepala putrinya dengan kasih sayang.


Sementara itu Dirga sangat marah. Dia sudah menelpon pihak sekolah dan memaki habis habisan.


Dirga sangat marah melihat kondisi putrinya yang sangat mengenaskan.


Dirga langsung membawa putrinya untuk berobat ke luar negri untuk mendapatkan perawatan dari dokter yang paling terkenal di sana.


Sidang untuk Salsa di tunda untuk sementara. Karena Marsha masih di luar negri dan ujian sudah di mulai.


Puspita dan geng Asyik menghadapi ujian dengan santai karena sudahsiap dari awal.


Dan mereka sangat puas dengan hasilnya yang membawa mereka semua naik ke kelas tiga.


Dan seperti semester yang lalu Puspita masih tetap mempertahankan juara umum nya.


Dan mendapat pujian dari pihak sekolah.


***


Dua minggu sudah berlalu,Marsha sudah pulang dan sudah kembali sehat seperti sedia kala.


Libur sekolah juga sudah berakhir,dan kini mereka di kelas terakhir SMU.


Atas kebijakan pihak sekolah Marsha juga naik kelas walaupun dia tidak ikut untuk ujian.


Dan hari ini sidang sudah di mulai.


Salsa menatap Marsha dengan tajam. Terlihat api permusuhan di antara mereka.


Kedua belah pihak mengungkapkan kebenarannya masing masing.


"Aku sudah menganggap Marsha sebagai sahabat terbaik,tapi dia malah mengkhianatiku dan menusukku dari belakang!!" jelas Salsa.


Semua yang hadir disana tidak bisa mengatakan apa apa, karena masalah itu berkaitan dengan asmara.


Tidak ada yang bisa di salahkan.

__ADS_1


Marsha juga tidak bisa membela diri ,sebabnya adalah dia memang sudah melakukan apa yang sudah di tuduhkan oleh Salsa.


Akhirnya semua sepakat untuk berdamai dan Salsa juga setuju untuk meminta maaf karena sudah membuat Marsha tersakiti.


Marsha menerima permintaan maaf dari Salsa. Tapi Dirga tidak!!!


Dia diam bukan karena dia sudah memaafkan semua perbuatan Salsa kepada putrinya.


Tapi dendam di hatinya sudah sangat besar. Dan itu butuh waktu untuk membalaskannya.


Apa yang akan di lakukannya????


Semua orang pasti tidak tahu kalau Dirga bisa melakukan apa saja .Termasuk menghancurkan siapapun yang menghalanginya.


Apalagi kasus ini menyangkut putrinya. Dia pasti akan menghancurkan nya sampai hancur lebur.


Dan siang ini Dirga kedatangan seorang tamu. Seorang gadis belasan tahun yang bernama Atikah.


"Atikah,kamu sudah tahu apa yang akan kamu lakukan ??" tanyanya.


"Sudah tuan!!" Jawab Atikah.


"Ingat!! kamu harus mengambil surat surat penting dari rumah Aril!! kalau kamu berhasil,aku akan memberikan hadiah sebesar seratus juta!!" Ucapnya.


"Baik tuan!!" Jawab Atikah.


"Sekarang keluar!! jangan pernah menemui ku! dan jangan pernah mengatakan rahasia ini kepada siapapun, kalau tidak nyawamu akan melayang!!" ancam Dirga.


Atikah kemudian keluar dari ruangan Dirga dengan wajah pucat dan tangan gemetaran akibat mendengar ancaman Dirga.


"Bagus Boma!! kamu memang bisa di andaikan!! dengan cepat kamu bisa tahu kalau Aril sedang mencari adik kandungnya. Kita akan memanfaatkan itu untuk membuat Atikah masuk dan mengambil semua dokumen penting atas harta dan aset Aril!!" ungkapnya.


"Makasih bos!! apa yang nggak kulakukan buat bos!!" Sahut Boma.


"Sekarang aku punya tugas baru untuk mu!!" Ucapnya.


Dirga kemudian membisikkan sesuatu kepada Boma. Boma manggut manggut pertanda dia sudah mengerti tentang tugas yang harus di selesaikannya.


***


Aril sudah semakin yakin dengan instingnya tentang Puspita. Dia sudah mulai yakin kalau Puspita adalah adik kandungnya.


Dia kemudian berniat untuk melakukan tes DNA. Pagi itu dia menyuruh Beni untuk membawa Puspita ke bengkel dan akan menyatakan maksudnya tersebut.


Namun sebelum Puspita datang ,Aril pergi keluar untuk membeli bubur candil kesukaan Puspita.


Aril naik motor dan di jalan yang agak sepi dia melihat seorang gadis sedang meringis kesakitan.


"Kamu kenapa Dek??" Tanya Aril menghampiri gadis itu.


"Aku di serempet motor kak!! aduh,kakiku sakit banget!!" rintihnya kesakitan.

__ADS_1


"Ya udah!! sini biar kakak obati!! " Ucap Aril sambil mengambil sekotak P3K dari bagasi motornya.


Aril mengambil sebotol obat merah dan mengoleskannya ke tempat yang luka.


"Aww,sakit kak!! pelan pelan!!" Terdengar jerit kecil dari gadis itu.


Aril tersenyum penuh kasih sayang dan dia terus mengoleskan cairan merah itu ke tempat yang luka.


"Nah,sudah!! gitu aja ,merengek!! jadi gadis itu harus kuat,jangan cengeng!!" ledeknya.


"Kamu mau kemana sih??" tanyanya.


"Aku mau ke makam ayah ku kak!!" Jawab Atikah.


"Oo,tapi kan kakimu masih sakit!!" Ucap Aril.


"Kakak mau nggak ngawanin sebentar!! nggak lama kok,cuma kangen doang!!" Sahut gadis itu.


"Ya udah!! ayo ,tapi nggak pake lama ya!!" Ucap Aril.


"Nggak lah kak!! ngapain juga lama lama di makam!! " Ucapnya.


"Naiklah!!" Ajak Aril dan mengantar Atikah ke makam yang di maksud.


Atikah berjalan dengan pasti ke arah sebuah makam yang sudah di tumbuhi rumput liar yang masih kecil kecil.


Sebuah nama terukir di papan batu nisan. Itu sih sudah biasa. Namun nama di batu itu membuat Aril terbelalk dan langsung duduk bertekuk di depan makam tersebut.


PANDI WIJAYA BIN AHMADI.


Dia benar benar shock dengan nama di batu nisan tersebut.


Kenapa tidak?????


Nama itu adalah nama papanya,yang selama ini susah payah di carinya,dan sekarang dia menghadapi kenyataan dengan melihat makam yang bertuliskan nama papanya.


Aril melihat gadis itu yang dari tadi belum di tanyanya siapa namanya.


"Namamu siapa??" tanyanya dengan suara serak menahan tangis.


"Namaku Puspa kak!!" Bohong Atikah.


"Puspa!! ini papamu???" Tanya Aril.


"Iya kak!! kenapa??" Tanya Atikah pura pura bengong.


"Ini juga padaku!!" Tangis Aril langsung meledak dan langsung memeluk batu nisan yang ada di hadapannya.


"Jadi kakak??" Tanya Atikah.


"Iya!! aku kakak mu!! Aril Septian Wijaya!!" Jawab Aril terharu.

__ADS_1


"Ayah memang pernah mengatakan hal itu!! namun aku sudah lama mencari kakak ,tapi aku tidak berhasil menemukan kakak!!" Ucapnya.


"Puspa!! ini kakak!!" Aril langsung memeluk Atikah dengan sangat erat seolah tidak ingin adik yang di rindukannya lepas kembali.


__ADS_2