
Dirly menunggu sampai Abimanyu keluar. Dan setelah papanya menghilang bersama mobilnya , Dirly langsung masuk ke dalam.
"Tuan Muda!! ada apa tuan?? tumben kemari, sudah lama lho nggak nongol!!" Sapa mang Kosim.
"Aku ada perlu dengan Andi, mang kosim!!" Jawab Dirly.
"Ooo, silahkan ngobrol dengan Andi!! saya masuk dulu ke kamar!!" Ucap nya sambil meninggalkan Dirly berdua dengan Andi , putranya.
"Ada apa tuan muda??" tanya Andi.
"Kamu di suruh papa menikah dengan Puspita kan??"
"Kok tuan muda tahu?? aku nggak pernah minta kok tuan, tapi tuan besar sudah memberi perintah jadi aku tidak bisa menolak!!" Jawab Andi.
"Kamu tahu siapa Puspita?? dia itu tidak seperti yang di katakan papa!! dia itu gadis baik, makanya aku sangat mencintainya!! hanya karena dia gadis miskin papa ingin menyingkirkannya dari kehidupan ku!!" jelas Dirly panjang lebar.
"Jadi tuan besar sudah membohongi saya!! maafkan saya tuan muda, tapi bagaimana dong , aku sekarang jadi terjepit!!" keluh Andi.
"Tenang saja!! aku tidak akan membuat kamu kesulitan!! kamu ikuti saja permintaan papa ku namun kamu juga harus mengikuti permainan kami!!" bujuk Dirly melegakan hati Andi.
"Baiklah tuan muda, aku akan mendukung tuan!! aku tidak akan pernah melupakan semua kebaikan tuan muda kepada ayah ku!!" Ucap Andi.
Setelah berbicara panjang lebar, Dirly kemudian pulang meninggalkan rumah mang Kosim.
Perasaannya sangat lega karena sudah mengetahui apa yang sedang di rencanakan papanya kepada Puspita, kekasihnya.
Dirly kembali ke rumah setelah terlebih dahulu menyiram seluruh pakaiannya dengan minuman beralkohol. Padahal selama ini dia tidak pernah dekat dengan minuman haram itu apalagi menenggaknya.
Sesampainya di depan rumah nya yang megah, Dirly sengaja membunyikan klakson dengan sangat keras.
"Buka pintunya!!!" teriaknya dengan sangat keras sambil menyalakan motor dengan suara keras.
"Bruummm!!! Brummmm!!"
Dirly terus menyalakan mesin motornya walaupun sudah berada di garasi.
"Kenapa dengan anak itu??" desis Abimanyu kesal.
Suara auman motor yang sangat keras sangat mengganggu tidurnya yang baru akan di mulai.
Karena Dirly masih terus menyalakan suara mesin motornya, Abimanyu tidak sabar dan akhirnya turun.
"Dirly, hentikan!! apa apaan sih kamu!! ini kan udah tengah malam, ganggu orang tau!!" bentak Abimanyu.
"Ha...ha...ha..., tuan Abimanyu yang terhormat!! anda terganggu?? masa sih, begini saja sudah terganggu!!" Jawab Dirly terbata bata dengan gaya khas orang yang sedang mabuk.
"Diam kamu Dirly!!! cepat masuk, bikin malu orang tua saja!! pulang malam, mabuk lagi!! " Teriak Abimanyu.
__ADS_1
Dia kemudian menarik Dirly dengan sekuat tenaga. Dirly menurut saja saat papanya membawanya masuk ke dalam rumah.
Langkahnya terhuyung dan menunjuk Abimanyu sambil tertawa tawa.
"Kamu sudah puas kan!!! sudah berhasil membuat Puspita meninggalkan aku!! kamu puas!!!" Teriak Dirly sambil membanting sebuah vas bunga dari kristal yang terpajang indah di ruang depan.
PRAAAANNGGG!!
Pecahan kristal berserakan di mana mana dan bunga indah juga berserakan di lantai.
"Jangan bodoh Dirly, gadis itu tidak ada apa apanya!! kamu bisa mendapatkan siapa saja yang melebihi gadis itu!!" hibur Abimanyu.
"Tidaaaaakkkk!!!! aku hanya mau dengan Puspita!! tapi dia memang gadis bodoh, kenapa dia takut dengan anda, tuan Abimanyu??? apa yang sudah anda lakukan hingga dia memutuskan untuk menikah dengan pilihan anda dan memutuskan hubungan kami!!" geram Dirly.
"Ooww, kabar baik dong!!" sorak Abimanyu dalam hati.
"Sudahlah Dirly!! kamu kan punya Marsha!! dia sangat baik dan juga kaya!!" bujuk Abimanyu.
"Aaahhh, Marsha itu terlalu manja!! dia tidak akan pernah menghargai perasan orang lain!!" ketus Dirly sambil berjalan meninggalkan papanya menuju kamarnya.
"Hmm, ini masih permulaan!! aku akan buat papa tidak akan curiga dengan permainan kami!!" gumama Dirly di dalam kamarnya.
Dirly kemudian menghubungi Aril.
"Ada apa Dirly!! tumben kamu menghubungi abang!!" Jawab Aril.
"Kamu mau apa??" Tanya Aril.
Dirly kemudian menceritakan rencana nya yang akan di laksanakan seminggu yang akan datang.
"Aku ingin pergi ke sebuah tempat yang agak jauh dan tidak ada yang tahu lokasinya !!" Lanjutnya.
"Oke Dirly, abang akan cari tahu tempat yang cocok untuk permontaanmu itu!!" Jawab Aril.
"Oh ya bang, bagaimana dengan kabar pak Pandi?? apakah beliau sudah sadar??" Tanya Dirly.
"Belum Dirly!! papaku masih koma, aku juga sangat cemas!! kalau saja papa sudah sadar, aku pasti sudah tahu dimana keberadaan Puspa!!" sendu Aril.
"Sabar ya bang!! aku doakan supaya pak Pandi cepat sadar!!" Ucap Dirly.
"Makasih Dirly!! " Ucap Aril sambil mengakhiri pembicaraan di antara mereka.
***
Pagi pagi sekali, Melani langsung kaget melihat vas kristalnya sudah pecah berkeping keping.
"Siapa yang sudah melakukan ini?? bi Ida, cepat kemari!!" teriaknya.
__ADS_1
Bi Ida langsung datang dengan tergopoh gopoh.
"Ada apa nyonya??" lirih Bi Ida sambil menundukkan kepalanya.
"Ini lihat!! siapa yang sudah melakukannya?? kamu pikir gaji kamu setahun pun tidak cukup sebagai bayarannya!!" ketus Melani.
"Bukan nya!! bukan saya yang melakukannya!! saya kan sudah tidur saat nyonya masih disini bersama tuan!!" elak Bi Ida.
Melani terdiam.
"Betul juga!! jadi siapa dong yang melakukannya!!" geram Melani.
Pagi itu Melani mengumpulkan semua asisten rumah tangga beserta dengan supir , tidak ketinggalan satpam.
"Siapa yang sudah melakukan ini!!" geram Melani sambil menunjuk ke pecahan kristal di lantai keramik yang berwarna coklat.
Semua tertunduk ketakutan. Tidak ada yang berani mengeluarkan suara.
"Tidak ada yang ngaku?? " geram Melani.
"Saya nggak masuk kok ke dalam rumah Nyonya!! saya kan tugasnya di luar!!" elak satpam.
"Oke, kamu bebas!!" Ucap Melani sambil menyuruh satpam keluar.
"Sekarang tinggal kalian !! siapa yang sudah memecahkan vas kristal kesayanganku!!" Teriak Melani dengan sangat keras.
Teriakannya memenuhi seluruh ruangan. Dirly sampai tersentak dari tidurnya.
Dirly kemudian turun karena penasaran dengan apa yang terjadi.
"Kenapa Teriak teriak sih Ma??" tanyanya.
"Kamu liat tuh!! vas kesayangan mama udah pecah!!" rengek Melani.
"Hmm, vas gitu aja di ributin!! berapa sih harga vas itu??" remeh Dirly.
"Dirly, kok gitu amat sih!! itu mama beli di Thailand!! barangnya juga sangat langka!!" kesal Melani.
"Ooo, ya udah lah Ma!! nanti kalau Dirly pergi ke Thailand, Dirly bawain deh, untuk gantiin vas bunga yang Dirly pecahin!!" Jawab Dirly sambil meninggalkan Melani yang masih melongo mendengar pengakuan Dirly.
"Dirly!!!! jadi kamu yang sudah membuat vas ku pecah!!" Teriak Melani sambil mengejar anaknya.
Dirly diam dan menatap mamanya.
"Mama lebih peduli dengan vas dari pada hidup anak anaknya!!" sinis Dirly.
" Kamu jangan sembarangan Dirly!! mama tidak seperti itu!!" omel Melani.
__ADS_1
"Mama pikir aja sendiri, kapan mama begitu marah melihat kami tersakiti!! tidak pernah!!" Dirly tersenyum sinis melihat mamanya yang bengong mendengar ucapannya.