
Hari ini pertama kali Puspita masuk kerja. Dia memakai pakaian seperti biasanya sewaktu menjadi kernet .
Bang Beni tersenyum melihat penampilan Puspita.
"Masuk lah Pita!! abang akan menunjukkan apa yang akan kamu lakukan!!" Ucapnya kemudian.
Beni menunjukkan sebuah buku besar yang berisi angka angka dari sejumlah supir yang memberikan setoran harian.
"Kamu jumlahkan semuanya dan langsung kamu tulis hasilnya. Ingat Pita, aku mengandalkan kamu , jadi kamu harus hati hati!!" pesannya sambil memberikan dua buah buku yang sangat besar.
Beni yang hanya tamatan sekolah dasar hanya menggunakan buku , karena dia memang tidak bisa menggunakan komputer.
Puspita melihatnya dan mempelajarinya. Dia kemudian tersenyum dan mengangguk anggukkan kepalanya.
Sepertinya Puspita sudah paham dengan tugasnya. Di dasari oleh otaknya yang cerdas dia langsung memahaminya.
Dengan lincah Puspita langsung menyelesaikan semua tugas yang di berikan Beni.
"Seperti ini kan bang??" tanyanya sambil meletakkan buku besar itu di depan Beni.
"Cepat sekali kamu mengerjakannya!! aku lihat dulu ya, mudah mudahan semuanya benar!!" Ucap Beni.
"Periksa aja , aku yakin sudah mengerjakannya dengan hati hati!!" Sahut Puspita.
Beni kemudian memeriksa pekerjaan Puspita. Akhirnya dia tersenyum kagum dengan hasil kerja gadis sederhana itu.
"Kamu sangat pintar ya Pita, kamu nggak ada niat mau kuliah??" Tanya Beni.
Puspita menggelengkan kepalanya.
"Nggak deh bang, aku nggak punya biaya untuk itu, kebutuhan sehari hari aja cukup dan nggak kekurangan aku sudah lega!!" Ucapnya.
"Kalau kamu mau ambil kuliah, abang bisa bantu kok!!" Ucap Beni.
"Abang serius??" Puspita terlihat semangat mendengar ucapan Beni.
"Abang nggak pernah kan bicara yang nggak serius!! kalau kamu memang mau kuliah, kamu bisa ambil jam malam, jadi kamu bisa kerja sambil kuliah!!" Usul Beni.
"Waw, aku nggak pernah sangka akan bisa kuliah, walaupun aku sebenarnya menginginkannya!!" sorak Puspita.
"Ya udah, sekarang kamu berangkat ke tempat yang kamu inginkan, ambil formulir pendaftaran dan kamu harus periksa biaya yang akan di perlukan disana!!" Suruh Beni.
"Aku kuliah di mana ya bang??" Tanya Puspita bingung soalnya dia tidak pernah merencanakan untuk mencari tempat kuliah.
__ADS_1
"Kalau abang sih , kamu di Nusa bangsa aja!! tempat itu sangat bagus dan berkualitas!!" Jawab Beni.
"Oh ya!! ya udah , aku ikut aja dengan pilihan abang!! bang Beni kan sudah jadi abangku sejak tiga tahun yang lalu!!" Ucapnya.
"Kamu pakai saja salah satu angkot yang di parkir di sana!! kamu sudah bisa nyetir kan??" Usul Beni sambil melemparkan kunci ke depan Puspita.
"Boleh bang?? nanti aku di tangkap polisi nggak punya SIM!!" tolak Puspita.
"Kamu tenang saja!! angkot kita ini sudah di kenal di mana mana!! jadi tidak akan ada polisi yang akan menangkap kamu!!" Jawab Beni.
"Oo, gitu ya!!" Puspita mengambil kunci angkot dan mencocokkannya dengan nomor angkot.
Puspita kemudian melaju dengan pelan pelan, karena baru kali ini di nyetir tanpa Beni.
Selama jadi kernet, Puspita memang di ajari oleh Beni cara nyetir di jalanan.
Puspita juga sudah sering membawa angkot tapi selalu di dampingi Beni.
***
Sementara itu Beni sedang tersenyum sendiri melihat kepergian Puspita.
Dia sengaja menyuruh Puspita untuk kuliah di sana karena Dirly juga kuliah di sana.
"Kalian berdua tidak boleh berpisah!! harus selalu bersama di manapun dan kapanpun!!" Ucapnya.
Dia sangat senang melihat kedatangan Puspita.
Namun hatinya agak geli melihat penampilan Puspita yang datang dengan celana jeans buntung dan baju oblong.
"Pita , Pita!! kamu memang selalu saja menggelitik hatiku!!" bathinnya sambil menatap Puspita tanpa berkedip.
Bibirnya tersenyum melihat penampilan Puspita yang cuek itu.
Setelah selesai, Dirly langsung menarik tangan Puspita.
"Aahhh!! ngapain sih!!" Teriak Puspita kaget dan tidak menyangka kalau akan bertemu Dirly di sana.
Namun setelah melihat kalau laki laki tampan itu yang menariknya, matanya langsung membulat dan bibirnya tersenyum senang.
"Kamu disini juga??" tanyanya.
"Iya!! aku duluan disini, dan kamu mengikuti aku kemanapun!! segitunya ya inginnya kamu bersama dengan ku!!" goda Dirly.
__ADS_1
"Iihhh!! apaan sih!! aku tidak pernah tahu kalau kamu juga disini, kalau aku tahu , aku nggak bakalan ke sini!!" elak Puspita.
"Ah masa!! mana mungkin kamu bisa lari dari ku!! aku itu sudah menjadi penghuni hatimu, betulkan??" Dirly terus menggoda Puspita.
"Nggak!! siapa bilang kamu jadi penghuni hatiku?? di hatiku nggak ada siapa siapa!! aku tidak mengijinkan siapapun masuk ke sana!!" Jawab Puspita.
"Ups, berarti aku salah dong!! jadi aku nggak ada di hatimu!! berarti usahaku selama ini sia sia dong!! cape deh!!" Dirly pura pura sedih.
"Dirly!! kamu ini ngomong apa sih!!" hardik Puspita.
"Aku nyerah aja deh Pita!! aku sudah lelah berjuang untuk mendapatkan hatimu!! ternyata begini hasilnya, kamu tidak bisa memberikan hatimu!!" Dirly terus menggoda Puspita.
Puspita menjadi serba salah. Mau jujur dengan perasaannya , malu!! Namun dia tidak bisa menahan hatinya yang ketakutan mendengar perkataan Dirly.
Dia takut kalau laki laki itu akan menjauhinya seperti ucapannya barusan.
"Dirly, sebenarnya aku bisa memberikan hatiku, tapi dikiiiittt!!" Ucap Puspita perlahan hampir tidak kedengaran.
"Apa??? yang keras dong!!" Ucap Dirly mendekati Puspita.
Puspita kemudian berlari karena wajahnya sudah merah menahan malu.
"Pita , kamu itu milikku!! tidak akan ada orang yang bisa memilikimu selain aku!! " gumam Dirly dengan tegas.
Puspita kembali ke angkotnya dan mengatur nafas nya dan jantungnya yang terasa mau copot.
"Kenapa dengan Dirly?? dia itu membuat aku hampir pingsan!! mana mungkin dia nggak ada di hatiku, dia selalu ada di mana mana!!" gumam Puspita.
Puspita memang sudah memberikan hatinya kepada laki laki itu sejak dia tahu pengorbanan yang sudah di lakukan Dirly selama tiga tahun.
Evan dan Beni sudah menceritakan semuanya dan itu membuatnya semakin menginginkan laki laki itu.
Puspita sangat kagum dengan rasa yang di miliki Dirly yang begitu besar.
Namun keraguan selalu menghampirinya , apabila dia melihat perbedaan yang ada di antara mereka.
"Apa mungkin aku bisa bersamanya??" pertanyaan itu selalu datang saat dia memikirkan Dirly.
***
Sementara itu Dirly sedang berdiri di depan kampus sambil menatap kepergian Puspita bersama dengan angkotnya.
Dia sangat puas sudah mengerjai gadis itu. Sebenarnya Dirly ingin membawa Puspita pergi namun dia tahu kalau Marsha juga ada di kampus itu.
__ADS_1
Dan hari ini , Dirly punya rencana untuk Marsha. Hari ini adalah hari dimana Agung akan menyingkirkan Aditya untuk selamanya, seperti perintah papanya.
Dirly butuh Marsha untuk masuk ke dalam villa itu supaya dia bisa menyelamatkan Aditya.