Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.

Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.
Bab 44


__ADS_3

Ujian akhir nasional sudah selesai. Pihak sekolah sedang mempersiapkan acara perpisahan yang akan di lakukan di sekolah.


Acara itu juga akan di hadirin oleh orang tua para siswa. Dan hari itu Heni datang untuk mendampingi Puspita.


Dirly di dampingi oleh kedua orang tuanya begitu juga dengan semua siswa lainnya.


Dirly duduk di barisan siswa dan Puspita bersama para siswi. Mata Dirly tidak bisa berkedip melihat penampilan Puspita yang memakai baju kebaya sebagai baju persamaan untuk siswi.


Puspita sangat anggun dengan kebaya itu. Wajahnya juga di oles dengan make up yang membuat penampilannya semakin mempesona.


Banyak yang memuji penampilannya. Tubuhnya yang tinggi sangat sesuai dengan kebaya yang di pakainya.


Dirly terus menatap Puspita yang membuat Marsha jadi cemberut.


"Aku harus memberi pelajaran kepada si gembel ini!!" desisnya.


Dia kemudian memanggil papanya dan membisikkan sesuatu. Dirga mengangguk tanda mengerti dengan ucapan Marsha.


"Aku akan mengalihkan perhatian Dirly!!" Ucap Marsha.


Marsha kemudian meminta tolong kepada Dirly untuk mengambil sesuatu di dalam mobilnya.


Dengan terpaksa Dirly pergi ke mobil Marsha.


Dirga kemudian memanggil seorang petugas yang selalu bertugas mengawasi siswa.


"Lakukan apa yang ku perintahkan,Hadi!!" bisik Dirga dengan gigi gemeletuk karena dia melihat sepertinya Hadi takut melakukan perintahnya.


"Ba..baik pak!!" Jawab Hadi ketakutan. Dia sangat kenal dengan sifat asli Dirga. Laki laki itu tega melakukan apa saja kepada orang yang tidak melakukan perintahnya.


Hadi kemudian mengambil sebuah plastik yang berisi saos .Dia berjalan disamping Puspita. Karena kebetulan Puspita duduk di barisan paling pinggir .


Entah kenapa tiba tiba plastik berisi saos jatuh dan pecah. Isinya langsung berserakan.


Tumpahan saos mengenai kaki dan rok Puspita.


"Maaf ya dek!! kaki abang tersandung!!" Ucap Hadi.


"Ya bang!! aku bersihkan dulu ke toilet!!" Ucap Puspita.


Puspita berdiri dan berjalan menuju kamar mandi sekolah yang ada di ujung gedung.


Sedangkan mereka berada di aula sekolah. Puspita berjalan sendirian . Dia melihat sekitarnya yang sangat sepi dan sunyi.


Ada sedikit rasa takut,namun Puspita langsung membuangnya jauh jauh.


Puspita langsung membersihkan tumpahan saos di kaki dan roknya. Dia ingin cepat cepat meninggalkan kamar mandi.


Namun tiba tiba.....


"Ceekleekkk!!"


Pintu tertutup dan di kunci dari luar. Puspita jadi kaget setengah mati.

__ADS_1


"Woi!! jangan di kunci dong!! siapa di luar??" teriaknya sambil menggedor gedor pintu.


Namun dia tidak mendengar sahutan siapapun. Dia hanya mendengar langkah kaki yang semakin menjauh dari sana.


"Jangan pergi!!! tolong buka pintunya!!" Teriak Puspita sangat panik.


BAR...BARRR...BARRR..


Puspita terus menggedor gedor pintu dengan sangat kuat supaya suaranya keras.


Namun tidak ada orang yang akan datang membukakan pintu untuknya.


Sementara itu Dirly sudah kembali dari tempat parkir dan memberikan sebuah bungkusan plastik kepada Marsha.


Dirly kemudian menoleh ke arah kursi Puspita, dan dia langsung heran melihat Puspita tidak ada disana.


"Evan,kamu lihat Puspita??" bisik Dirly.


"Sepertinya dia pergi ke toilet,tuan muda!! soalnya kaki dan bajunya kena tumpahan saos!!" Jawab Evan.


"Sudah lama belum??" Tanya Dirly cemas.


"Kek nya udah ada setengah jam deh!!" Jawab Evan.


Dirly berniat mencari Puspita, namun namanya sudah di panggil ke panggung untuk membacakan puisi .


Dirly langsung maju dan membacakan dengan terburu buru. Tidak seperti saat latihan.


"Kok jadi kayak gitu?? padahal kan,waktu latihan udah bagus!!" sungut bu Retno sebagai guru kesenian yang sudah melatih semua muridnya dengan baik.


Setelah selesai Dirly langsung turun dari panggung dan berlari ke arah toilet yang ada di sekitar aula.


Dirly membuka pintu kamar toilet namun tidak juga menemukan Puspita.


Dirly kemudian berlari ke kamar mandi sekolah. Dirly langsung membuka satu satu pintu toilet.


Namun ketika sebuah pintu tidak bisa di buka, Dirly yakin kalau seseorang sudah menguncinya dari luar.


Dengan sekuat tenaga ,Dirly langsung menendang pintu.


"Braaakkk!!"


Pintu langsung terbuka,dan dia melihat Puspita sedang terkulai lemah dalam kondisi menggigil kedinginan.


"Pita,bangun Pita!! " Panggil Dirly sambil menggosok gosok tangan Puspita.


Dirly kemudian menggendong Puspita dan membawanya ke ruang UKS.


Dirly mengoles tubuh Puspita dengan minyak telon yang ada di sana.


Dirly juga mengoleskannya ke hidung dan kening Puspita.


Tidak berapa lama kemudian...

__ADS_1


"Aww!! aku dimana???" Puspita tiba tiba membuka matanya dan melihat ruangan yang sangat asing baginya.


"Pita!! kamu sudah sadar ??!! kamu ngapain di kamar mandi sendirian?? di kunci lagi !!" geram Dirly.


Puspita tidak menjawab pertanyaan Dirly.


Dia hanya menatap dengan tatapan terima kasih . Karena dia yakin hanya laki laki itu yang peduli kepadanya.


Sedangkan Dirly masih bersungut sungut karena sangat cemas dengan bahaya yang hampir mengancam Puspita.


"Dirly! terima kasih ya!! kalau kamu tidak datang ,aku pasti akan mengalami sesuatu yang sangat buruk!!" Ucap Puspita.


"Pita,kamu tidak tahu betapa takutnya aku saat tidak menemukanmu !!" Sahut Dirly meraih tangan Puspita yang masih terbaring di tempat tidur dan menciumnya dengan lembut.


"Aku juga sangat takut,saat tidak ada yang datang untuk membukakan pintu dan aku sangat kedinginan!!" isak Puspita tidak tertahan lagi.


"Pita! jangan menangis dong!! aku tidak tahan melihat airmatamu!!" bisik Dirly sambil mengusap airmata Puspita.


"Kamu sekarang sudah ada di sampingku!! jangan kemana mana ya!! selamanya !!" bisik Dirly.


"Aku tidak akan kemana mana!! " Jawab Puspita.


"Janji???"


"Janji Merpati!! kalaupun aku pergi,pasti akan kembali juga ke sisimu!!" Jawab Puspita.


"Kalau suatu saat kamu pergi,aku akan mencarimu sampai ketemu,walau keujung dunia sekalipun!!" tegas Dirly.


Puspita tersenyum bahagia,dan berusaha untuk duduk.


"Kita kembali ke aula!! aku takut kalau ibu cemas dan mencariku kemana mana!!" Ajak Puspita.


Dirly menganggukkan kepalanya.


Puspita melangkah mendahului Dirly.


Namun tiba tiba Dirly menariknya dan memeluknya dengan sangat erat.


"Aku sangat takut Pita!! aku takut kita berpisah!!" bisik Dirly.


"Kita tidak akan berpisah!! andaikan itu terjadi ,kita pasti akan bertemu kembali!!" balas Puspita sambil melepaskan diri dari pelukan Dirly.


Puspita kemudian menarik tangan Dirly dan mengajaknya kembali ke aula.


Semua mata tertuju kepada keduanya,karena tangan Puspita masih memegang tangan Dirly.


Marsha langsung berdiri dan menarik tangan Dirly dari pegangan Puspita.


"Lancang benar kamu ya!! sudah nggak punya muka?? sudah nggak lihat kelas?? gembel aja berani memegang tangan tuan muda!!" geram Marsha.


Puspita tidak menanggapi ucapan Marsha. Dia kembali duduk ke kursinya. Dirly juga melakukan hal yang sama.


Dia tidak menggubris kedatangan Marsha.

__ADS_1


Marsha semakin jengkel karena di cuekin Dirly.


__ADS_2